Rabu, 15 Februari 2012

Pengembangan Kebudayaan yang Berlandaskan Pada Nilai-Nilai Luhur

BAB2
PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN
YANG BERLANDASKAN PADA NILAI-NILAI LUHUR

PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
BAB 2
PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN
YANG BERLANDASKAN PADA IYILAI.NILAI LUHUR
A. KONDISI UMUM
Pembangunkaenb udayaayna ng diarahkaunn tukm embangudna n memperkujaatt idiri
bangsa dalam kerangka multikultur, membutuhkan pembinaan secara cermat dan penuh
kesungguhana gar dapat menjadi kekuatanp emersatub angsa.K ebudayaann asionalm erupakan
wadah bagi pembangunand an pembentukank arakter bangsa,s erta saranab agi pembentukan
sikap mental bangsa Indonesia yang berkualitas sehingga mampu menghadapi tantangan dan
perkembanganja man. Peran strategisp embangunank ebudayaans emakin dibutuhkan dalam
upayam embangunid entitasb angsap, engikatn asionalismeln donesia,s ertam embangunm anusia
lndonesias eutuhnya.U ntuk itu pembangunank ebudayaant erus dibina dengan menanamkan
nilai-nilai budayay ang dapatm embentukp ola pikir bangsay ang berorientaspi adak ebersamaan,
kerjasamas ertak ecintaank epadat anaha ir dan bangsad, alamm enjalankank ehidupanb erbangsa
dan bernegara.
Berbagai upaya telah dilakukan antara lain melalui peningkatan internalisasi nilai-nilai
kearifan lokal dalam membentukj atidiri bangsay ang dapat menjagak eberlanjutank eragaman
senid an budayad ari seluruhd aerah.U payam elakukanr evitalisasid an reaktualisasni ilai budaya
sertap ranatas osialk emasyarakatatne lah menunjukkanh asil yang cukup menggembirakanya ng
ditandai den$an semakin berkembangnya berbagai diatog lokal, nasional dan internasional,
tumbuhnyap emahamana task eberagamans,e rtam enurunnyae skalasik onflik lokal horizontald i
dalam masyarakat.
Pada tahun 2007, pencapaian pembangunan kebudayaan terkait dengan pengelolaan
keragamanb udaya adalah: (l) pelaksanaand ialog antarbudayay ang terbuka dan demokratis
dalam rangkam engatasip ersoalanb angsak hususnyad alam rangkak ebersamaand an integrasi;
(2) penyusunank onsepd asarN eracaS atelitK ebudayaanN asionalQ .iesbudnas)(;3 ) penyusunan
PetaK esenianI ndonesia;( 4) sosialisasdi an promosi" lndonesiaP erformingA rts Mart (IPAM)";
(5) konservasi lukisan di Museum Le Mayeur; (6) penyelenggaraan Lomba Lukis dan Cipta
Puisi Anak-anak;( 7) penyelenggaraapnr ogram film kompetitif untuk memotivasip ara sineas
membuatf ilm cerita; (8) pelaksanaans ensorf ilm sebanyak3 20 judul film dan 29.500j udul
video; (9) penyusunan revisi UU No. 8 Tahun 1992 tentang Perfilman sebagai dasar
pengembanganp erfilman nasionald i masay ang akan datang;( 10) koordinasiT im Pembuatan
Film Non Cerita Asing di Indonesia yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai lokasi
syutingf ilm dunia; (ll) pengirimanf ilm Indonesiak e FestivalF ilm Internasional;d an (12)
fasilitasik erja samaa sosiaspi embuatf ilm internasiohal.
Terkaitd enganp engembangani lai budaya,h asil yang dicapaia dalah:( l) penyusunanp otret
industri budaya, inventarisasi aspek-aspek tradisi, dan inventarisasi masyarakat adat; (2)
penganugerahanp enghargaank ebudayaan bagi pelaku dan pemerhati kebudayaan untuk
mendorongp artisipasia ktif dalam pengembangank ebudayaann asional,d an kampanyeh idup
rukun dalam kemajemukan; (3) penyelenggaraanP erkemahanB udaya Nasional di Bumi
Perkemahan Paneki Donggala Sulawesi Tengah; (4) pergelaran Gita Bahana Nusantara;
Bimbingan Pamong Budaya Spiritual dan KepercayaanK omunitasA dat serta perekamand an
Il.2 - |
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
penyiaran Kegiatan Budaya Spiritual dan Upacara Adat; (5) gelar Dongeng Anak-anak Nusantara
dan pestap ermainant radisionala nak; (6) sosialisaspi asart radisionalp ada era hipermarket;( 7)
FestivalN asionalM usik Tradisionalu ntuk anak-anak;( 8) pengirimanm isi keseniank e berbagai
acara internasional, seperti Australia Performing Arts Mart (APAM), World Summit on Art and
Culture di Neu' Castle, UK dan China Sanghai Internastional Arts Festival; Penyelenggaraan
"Indonesian Night" di Beijing dan Jinan, Cina yang bekerja sama dengan perkumpulan
Indonesia-Tiongho(aI NTI); (9) penyelenggaraaHn ari Raya Waisak Internasionald i kompleks
Candi Borobudur dengan menampilkan serangkaian kegiatan berupa pergelaran kolaborasi
penari-penari dari enam negara, yaitu Indonesia, Kamboja, Laos, Myanmaq Thailand, dan
Vietnam serta peluncuran perangko dan buku "Trail of Civilization" yang berisi informasi
mengenaib angu bangunan'bangunanB udha dari enam negarat ersebut;d an (10) Pawai Budaya
Nusantara.
Terkait dengan pengelolaan kekayaan budaya, hasil yang dicapai adalah: (1) pemberian
bantuan advokasi terhadap penanggulangan kasus pelanggaran benda cagar budaya dan
penanganan perlindungan benda cagar budaya bawah air; (2) peningkatan kualitas SDM bidang
peninggalanb awah air; (3) lawatan sejaraht ingkat nasional; (4) penyelenggaraanM usyawarah
Kerja Nasional Pengajaran Sejarah: "Pendidikan Sejarah untuk Pembentukan Kepribadian
Bangsa dalam Konteks Multikultural"; (5) kajian pemekaran wilayah di Sulawesi dalam
Perspektif Sejarah; (6) pe nyusunan Pedoman Kajian Geografi Sejarah dan Pedoman Sistem
InformasiG eografisu ntuk PemetaanS ejarah;( 7) pemetaanS ejarahK ota Yogyakartad an Klaten
Pascagempa(;8 ) perencanaanp endirian Museum SejarahN asional; (9) penyusunanK onsep
MuseumM aritim; ( | 0) penyusunanP edomanP engembangaMn useumS itusC agarB udaya;( I I )
pemberian bantuan kepada 2l Museum Daerah; (12) Trail of Civilization on Cultural Heritage
Tburism Cooperation arnong Cambodia, Indonesia, Lao PDR, Myanmar, Thailand, andYietnam;
(13) penyusunan detail desain (DED) Pelestarian dan Pengembangan Situs Sangiran yang
meliputi zonasi kawasan Sangiran, tata ruang kawasan, keserasian tata ruang dan kelestarian
ekologi, serta (14) Pengembangan pariwisata sejarah dan budaya (Cultural Heritage Tburisrn
Management).
Pada khun 2008, perkiraan pencapaian pembangunan kebudayaan terkait pengelolaan
keragamanb udaya adalah (l) terselenggaranyab erbagaid ialog kebudayaand an kebangsaan(; 2)
terlaksananya pengembangan kesenian dan perfilman nasional; (3) terlaksananya
pengembangagna leri nasional;( 4) komunikasi,i nformasi dan edukasi( KIE) bidangp erfilman;
(5) peningkatank ualitasd an kuantitass ensorf ilm; (6) stimulasip erfilman melalui Lomba Film
Kompetitif dan Festival Film Indonesia( FFI); (7) fasilitasi penyelenggaraanfe stival budaya
daerah; (8) pendukungan pengelolaan taman budaya daerah; dan (9) optimalisasi koordinasi
pengembanganni lai budaya,s enid an film.
Perkiraanp encapaiante rkait denganp engembanganni lai budayaa dalah:( l) revitalisasni ilai
luhuq budi pekertid an karakter bangsa;( 2) pelestariand an pengaktualisasianni lai-nilai tradisi;
(3) pelestariand an aktualisasia dat dan tradisi; (4) terlaksananyak ebijakanp engembanganni lai
budaya di seluruh Indonesia; (5) terlaksananya pendukungan pengembangan nilai budaya
daerah;( 6) terselenggaranyap elayananp erpustakaand an informasi kepada masyarakat;d an (7)
termanfaatkannyan askahk uno nusantara.
Perkiraan pencapaian terkait dengan pengelolaan kekayaan budaya adalah: (l) mgningkatnya
pemahamante rhadapn ilai nilai sejarah;( 2) tersusunnyab uku sejarah dan geografi sejarah
nasional;( 3) terlaksananyap engelolaanp eninggalank epurbakalaan(;4 ) Fasilitasip enyelamatan
Il.2 - 2
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
pusaka bawah air; (5) terlaksananya pengembangan/ pengelolaan permuseuman; (6)
terlaksananya pengembangan pemahaman kekayaan budaya; (7) terlaksannaya pendukungan
pengelolaanm useumd aerah;( 8) terlaksananyap endukunganp engembanganke kayaanb udaya
daerah; (9) terwujudnya pele starian fisik dan kandungan naskah kuno; (10) perekaman dan
digitalisasib ahan pustaka;( l l) terlaksannayap engelolaank oleksi deposit nasional;d an (12)
terlaksananyap engembangans tatistik perpustakaand an perbukuan.
Permasalahayna ng masihd ihadapid alamp embangunanke budayaanp adat ahun2 009 adalah:
(l) belum optimalnya kemampuan bangsa dalam mengelola keragaman budaya, yang ditandai
dengan adanyad isorientasit ata nilai seperti nilai solidaritass osial, kekeluargaank, eramahtamahans
osiald an rasac inta tanaha ir yang berpotensmi erusaki ntegrasib angsa;( 2) terjadinya
krisis identitasn asionaly ang ditandaio leh (a) belum memadainyap embentukans ikapm oral dan
penanamann ilai budayay ang mengakibatkana danyak ecenderungans emakin menguatnyan ilainilai
materialisme; dan (b) kurangnya kemampuan masyarakat dalam menyeleksi nilai dan
budaya global sehingga terjadi pengikisan nilai-nilai budaya nasional yang positif; serta (3)
belum optimalnyap engelolaank ekayaanb udaya,y ang disebabkano leh kurangnyap emahaman,
apresiasi,k esadarand, an komitmen pemerintahs ertam asyarakaty, ang ditandai oleh (a) masih
adanyab erbagaik ekayaanb udayad an kekayaanin telektualy ang belum terdaftard i Departemen
Hukum dan HAM; dan (b) masiht erbatasnyak emampuanp emerintahd aerahd alam pengelolaan
kekayaanb udaya,b aik kemampuanfi skal maupunk emampuanm anajerial.
B. SASARAN PEMBANGUNAN TAHUN 2OO9
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, sasaran pembangunan kebudayaan yang
berlandaskani lai-nilai luhur padat ahun2 009d iarahkanp ada:
t . Terwujudnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya karakter dan jati diri bangsa yang
ditandai dengan kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia dalam menghadapi arus
globalisasi.
Meningkatnya kesadaran budaya yang dita ndai dengan sikap saling menghormati dan
menghargaki eberagamanb udayad alamr angkam emperkukuhN KRI.
Terbentuknyan ilai-nilai baru yang positif dan produktif dalam rangkam emantapkanb udaya
nasionayl ang terwujudd alams etiapa spekk ebijakanp embangunan.
4. Terpeliharanya kerjasama yang sinergis antar pihak terkait dalam upaya pengelolaan
kekayaanb udaya
C. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN 2OO9
Dalam rangka mencapai sasaran tersebut di atas dan merujuk pada RPJMN 2004-2009 maka
kebijakan pembangunan kebudayaan yang akan ditempuh pada tahun 2009 mencakup:
L Meningkatkan kemampuan bangsa dalam mengelola keragaman budaya dan menciptakan
keserasianh ubunganb aik antarunits osial dan budaya maupun antarab udaya lokal dan
budayan asional,d alam bingkai keutuhanN KRI, melalui (a) penyelenggaraabne rbagai
dialog kebudayaand an kebangsaan(;b ) pe ngembangand an pelestariank esenian; (c)
pengembangang aleri nasional,p erfilman nasional,d an penyelenggaraasne nsorf ilm; (e)
2.
a
ll.2 - 3
3.
PRESIDEN'
REPUBLIK INDONESIA
pendukunganp engembangank eragamanb udayad aerah;d an (f1 pendukunganp engelolaan
taman budaya daerah.
Mernperkukuh jati diri dan ketahanan budaya nasional untuk menangkal penetrasi budaya
asing yang bernilai negatif dan memfasilitasi teradopsinya budaya asing yang bernilai
positif dan produktif, melalui (a) pembangunakna rakterd an pekerti bangsa(; b) pelestarian
dan pengaktualisasian nilai-nilai tradisi; (c) pengembangan masyarakat adat; (d)
pengembangan nilai budaya daerah; (d) penyelenggaraan pelayana n perpustakaan dan
informasi kepadam asyarakat;dan( e) memanfaatkann askahk uno nusantara.
Meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan budaya dan meningkatkan sistem
pengelolaannyag ar asetb udayad apatb erfungsio ptimal sebagais aranae dukasi,r ekreasi,
dan pengembangakne budayaanm, elalui( a) pemahamante rhadapn ilai sejarahd an geografi
sejarah; (b) pengelolaan peninggalan ke purbakalaan dan peninggalan bawah air; (c)
pengembangapne rmuseumand; an (d) pelestarianfi sik dan kandungann askahk uno.
tr.2 - 4

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar