Selasa, 28 Februari 2012

Melunturnya Empat Pilar Negara dalam Masyarakat

Minggu, 26 Februari 2012 19:11 M Januar 

Medan, suarausu-online.com — Nilai-nilai empat pilar negara, pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhineka tunggal ika, semakin meluntur dalam kehidupan berbangsa saat ini. Melunturnya empat pilar negara ini ditengarai oleh pengaruh dan penetrasi budaya luar atau globalisasi. Kondisi masyarakat yang berpikir individualistik dan pragmatis menambah lunturnya empat pilar negara ini. Melunturnya empat pilar ini mengakibatkan timbulnya konflik antar agama, suku dan antar golongan.
Hal ini disampaikan Rektor Universitas Negeri Medan dalam acara Peningkatan Pemahaman Empat Pilat Kehidupan Benegara Sebagai Bentuk Upaya Memperkokoh Ketahanan Nasional di Hotel Arya Duta, Sabtu (25/2). “Kalau pilar-pilar itu goyang, keropos tentu semakin lama akan rubuh,” katanya.
Melunturnya pilar-pilar negara ini dipengaruhi tidak ditanamkannya empat pilar secara serius dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Sehingga generasi muda tidak paham akan identitas negara mereka sendiri. “Masih adakah pilar-pilar kalau negara sendiri menghancurkan negara itu sendir,” kata Ichwan Azhari, sejarawan, yang menjadi pemateri dalam acara tersebut.
Ichwan juga menyayangkan lembaga pendidikan yang menjauhkan generasi muda dari empat pilar negara tersebut. “Sangat sayang sekali murid jurusan IPA tidak mempelajari sejarah. Terus berapa banyak orang Sumut (Sumatera Utara) yang tahu kalau Soekarno pernah diasingkan di Berastagi?” katanya. Ia menambahkan sebaiknya empat pilar negara tersebut telah ditanamkan sejak dini kepada masyarakat agar mengetahui jati diri negaranya.
Menguatnya empat pilar negara dinilai dapat memperkuat ketahanan nasional dari ancaman budaya luar dalam memnajaga identitas suatu bangsa. Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan kuat atau lemahnya empat pilar negara ini memengaruhi kedaulatan suatu negara tak hanya dari segi geografis melainkan budaya, sosial dan politik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar