Sabtu, 25 Februari 2012

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Senin 13 Feb 2012 06:19 PM Alim Sumarno, M.Pd
Bagaimana orang melakukan persepsi dan seberapa jauh orang mempersepsikan, banyak faktor yang mempengaruhi suatu rangsangan dan obyek yang sama bisa dipersepsikan berbeda oleh orang yang berbeda. Menurut Andersen (dalam Rahmat, 2000:52-58), beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi adalah:
  • Pertama, perhatian (attention), adalah proses mental ketika stimuli lainnya melemah. Perhatian terjadi bila kita mengkonsentrasikan diri pada salah satu indera yang lain.
  • Kedua, faktor-faktor fungsional yaitu faktor yang berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal-hal lain yang termasuk apa yang kita sebut sebagai faktor personal. Yang menentukan persepsi bukan jenis atau bentuk stimuli tetapi karakteristik satu orang yang memberikan respon pada stimuli itu.
  • Ketiga, faktor-faktor struktural adalah faktor yang berasal semata-mata dari sifat stimuli fisik dan efek-efek saraf yang ditimbulkannya pada sistem saraf individu.
Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa persepsi sangat dipengaruhi oleh unsur subyektif orang yang mempersepsi. Sehingga persepsi selalu mengarah pada fakta spesifikasi pribadi. Karena itu penerimaan terhadap obyek yang sama akan ditanggapi atau dipersepsi berbeda oleh kelompok yang satu dan lainnya atau orang yang satu dengan lainnya.
Sedangkan Mowen menyebut tahap pemaparan, perhatian dan pemahanan sebagai persepsi. Tahap pertama dari proses pengolahan informasi adalah pemaparan. Pemaparan adalah kegiatan yang dilakukan yang dilakukan oleh para pemasar untuk menyampaikan stimulus kepada konsumen. Stimulus bisa berbentuk iklan, kemasan, merek hadiah. Stimulus akan dirasakan oleh satu atau lebih panca indera konsumen. Konsumen merasakan stimulus yang datang ke salah satu panca indera disebut sensasi (Sumarwan, 2004: 70)
Tahap kedua adalah perhatian, bahwa tidak semua stimulus yang dipaparkan dan diterima konsumen akan memperoleh perhatian dan berlanjut dengan pengolahan stimulus tersebut. Karena konsumen memiliki keterbatasan sumber daya kognitif untuk mengolah semua informasi yang diterimanya (Sumarwan, 2004: 75)
Tahap ketiga yaitu pemahaman, adalah usaha konsumen untuk mengartikan atau menginterpretasikan stimulus. Engel, Blackwell dan Miniard menyebut tahap ini sebagai tahap memberi makna kepada stimulus. Makna ini tergantung kepada bagaimana stimulus diklasifikasikan dan dielaborasi dalam kaitanna dengan pengetahuan konsumen (Sumarwan, 2004:83)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar