Senin, 27 Februari 2012

Pameran Fotografis Pancasila Merebut Jati Diri Bangsa

Pameran fotografis Pancasila merebut jati diri bangsa

Sabtu, 25 Februari 2012 00:10 WIB | 2043 Views
Yenny Wahid (FOTO.ANTARA)

Video Terkait


Jakarta (ANTARA News) - Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang lebih akrab dikenal sebagai Yenny Wahid memberi apresiasi kepada Pameran Fotografis hasil "workshop" 15 fotografer muda yang dipersembahkan oleh Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA) bersama Grafisosial.


"Saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas karya ke-15 fotografer muda bertema Pacasila ini, pameran seperti ini merupakan salah satu upaya untuk merebut kembali jatidiri bangsa," kata Yenny pada acara pembukaan pameran Fotografis di GFJA, Jakarta, Jumat.

Yenny mengatakan bahwa karya ke-15 fotografer muda tersebut merupakan contoh upaya mandiri dalam ikut serta menumbuhkan kecintaan dan memajukan bangsa.

"Karya-karya ini saya anggap sebagai salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah bangsa dengan instrumen yang sudah ada, yaitu Pancasila, hal itu bisa dilakukan tanpa bertumpu pada pemerintah," kata dia.

Yenny menambahkan, dalam perjalanannya, Pancasila pernah tertimpa cobaan yaitu saat dijadikan tameng oleh orde tertentu untuk memperkuat rezim, kini saatnya para generasi muda mengembalikan citra luhur Pancasila dengan karya-karyanya.

"Pancasila adalah formula unik untuk bangsa kita yang telah dirumuskan oleh `founding fathers`, kalau dulu semangan Pancasila pernah menghilang karena ada lembaran kelabu, kini generasi muda harus menjawab tantangan untuk mewujudkan lagi ideologi Pancasila sebagai nafas jati diri bangsa," kata dia.

Pameran Fotografis bertajuk "PANC?SILA" merupakan karya 15 fotografer muda yang menjadi peserta "workshop" kerja sama GFJA dengan Grafisosial.

Kelima belas fotografer muda tersebut antara lain: Aditya Noviansyah, Anggie Cyndia, Ardiansyah Indra Kumala, Arya Manggala Nuswantoro, Dian Dwi Saputra, Elsen Tournia Lynn, Fajar Januarta, Fikri Adin Nur Mustaqim, Hafidz Novalsyah, Henoch Setiawan, Irene Beatrice, Novandi Kusuma Warda, Prabhoto Satrio, Rezky Nugraha, dan Septian Ade Mahendra.

Pameran yang digelar dari 25 Februari-9 Maret tersebut juga menampilkan karya seniman sekaligus desainer; Alit Ambara.
(T.I027/M019)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar