Senin, 20 Februari 2012

Bentuk-Bentuk Konflik

Bentuk-Bentuk Konflik
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan denganemosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnyakebencian atau permusuhan. Adanya bentuk konflik adalah sebagaiberikut :a. Pada taraf seseorangPada taraf ini konflik menunjukkan adanya pertentanganketidakpastian, atau emosi-emosi dan dorongan-dorongan yangantagonistis di dalam diri seseorang.b. Pada taraf kelompokKonflik dapat ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalamdiri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para anggotakelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat-minat mereka.c. Pada taraf masyarakat Konflik juga  bersumber pada perbedaan diantara nilai-nilai  dan norma-norma kelompok, perbedaan ini dipengaruhi oleh perbedaan pengalaman hidup dan sumber sosio ekonomi di dalamsuatu kebudayaan tertentu. 


Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Timbulnya Konflik
a. KekuasaanKekuasaan adalah kemampuan untuk memenangkankemauannya sendiri, juga kalau kemampuan itu bertentangandengan kemauan orang lain. Barang kali pihak berkuasa lebih kuatfisiknya, sehingga mampu mengalahkan pihak lain, maka denganadanya orang yang berkuasa atau mempunyai wewenang, tentuakan terdapat sebagian besar orang dibawah wewenang mereka.
b. KepentinganPerbedaan-perbedaan dalam posisi mengakibatkankepentingan-kepentingan antagonistis diantara mereka yangbersangkutan. Pihak yang berwenang mempunyai rulling interestyang berlainan dari pihak yang dikuasai. Hal itu pernahdiungkapkan oleh Karl Marx dimana ia menyebutkan pembagiankerja sebagai permulaan masyarakat kelas dan kesadaran sesat(False Consciusnes). Pihak yang berwenang berkepentingan dalamketahanan dan kelestarian status quo atau susunan sosial yang telahmemberikan kedudukan kepada mereka. Jadi mereka akancenderung untuk membela dan mempertahankan status quo itu.Sebaliknya pihak yang dikuasai akan merasa diri tertekan danterkekang oleh status quo, sehingga menginginkan perubahanbahkan perombakan.
c. Kelompok yang AntagonistisUraian tentang kelompok-kelompok yang antagonistisDahrendorf membuat disfungsi antara kelompok potensial dankelompok aktual. Kalau sejumlah mempunyai kepentinganbersama entah kepentingan sendiri, entah disadari namun merekabelum beroganisasi dan bersatu, mereka disebut kelompok konflikpotensial. Mereka mempunyai kemungkinan (potensi) untukmenjadi kelompok actual, tetapi untuk sementara waktu hanya benihnya saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar