Minggu, 19 Februari 2012

Konflik Sosial di Masyarakat

DPPAI UII Bahas Konflik Sosial di Masyarakat   
Thursday, 10 March 2011
ImageBeberapa fenomena yang terjadi terkait aliran atau faham baru yang saat ini banyak bermunculan dimasyarkat, tidak jarang menjadi pemicu adanya konflik horizontal yang terjadi di beberapa sudut daerah di tanah air. Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai universitas yang mempunyai latar belakang ajaran islam yang kuat  tentu tidak dapat dilepaskan dari salah satu catur darmanya yaitu dakwah islamiyah. Hal ini menjadi gagasan Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII untuk membentuk suatu wadah para pakar agama islam yang dimiliki UII dalam sebuah konsep Majelis Mudzakkarah. Diskusi yang diselenggarakan di gedung Rektorat GBPH Prabuningrat, pada Rabu (9/3), dihadiri oleh Rektor UII Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Wakil Rektor I Nandang Sutrisna, SH. M.Hum. LLM. Ph.D., Dir. DPPAI dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S., Drs. H. Asmuni MTh, MA sebagai nara sumber, serta para pakar agama islam yang ada di UII.
Mengawali diskusi, Direktur DPPAI dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S. menyampaikan, sesuai dalam rapat Renstra yang diselenggarakan beberapa saat yang lalu, UII hendaknya dapat memberikan jawaban atas masalah keumatan, baik dalam hal fatwa yang berhubungan dengan fiqih maupun problem sosial yang terjadi ditengah masyarakat. UII diharapkan bisa menjadi rujukan atas segala permasalahan yang muncul ditengah masyarakat sesuai konteks rahmatan lilalamin.
Dalam Kesempatannya Rektor UII Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. menyampaiakan, ide dan pemikiran dari semua pakar dan ahli di UII sangat representative, sehingga dapat memberikan pandangan dan pemikirannya terkait dengan berbagai masalah keagamaan yang muncul dan dihadapi oleh masyarakat. Selain itu, Rektor berharap  para pakar dan ahli ini dapat berfikir dan bersikap secara integrative.
Sementara itu Nandang Sutrisna, SH. M.Hum. LLM. Ph.D. dalam kesempatan yang sama berharap, UII sebagai instutusi pendidikan tinggi yang mempunyai latar belakang islam dapat menjadi rujukan terkait permasalahan sosial yang muncul ditengah-tengah masyarakat. UII yang saat ini juga dipercaya sebagai ketua Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS-PTIS), dapat menuangkan pemikiran dan responnya pada setiap permasalahan yang terjadi.
Nandang Sutrisna menambahkan, melalui majlis mudzakkarah ini kedepannya dapat menjadi acuan institusi dalam memberikan pandangan dan respon terhadap permasalahan nasional dalam hal keagamaan yang akurat dan mendalam bukan sekedar opini. Selain itu tentunya juga melalui peran individu yang juga semakin berkembang. Universitas mengharapkan lembaga mudzakkarah ini memiliki dua fungsi, yakni fungsi internal maupun fungsi eksternal. Pada fungsi internal diharapkan dapat memberikan manfaat bagi manajemen sebagai pemegang fungsi baik di universitas maupun unit, manakala ada suatu hal yang perlu diluruskan karena menyimpang secara agama. Melalui majelis ini juga diharapkan dapat memberikan arahan kepada para dosen, karyawan maupun mahasiswa yang dinilai menyimpang dari tauhid maupun permasalahan sosial. Sementara dalam fungsi eksternal diharapkan UII mempunyai peranannya terkait permasalahan bangsa baik dalam hal politik, sosial maupun keagamaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar