Rabu, 15 Februari 2012

Media, Budaya dan Permasalahannya

Media, Budaya, dan Permasalahnnya (1/2)


Media massa merupakan salah satu sarana untuk pengembangan kebudayaan, bukan hanya budaya dalam pengertian seni dan simbol tetapi juga dalam pengertian pengembangan tata-cara, mode, gaya hidup dan norma-norma (Dennis McQuil, 1987)
Peran yang Hilang
Pada hakikatnya manusia adalah pencipta kebudayaan, namun sebaliknya manusia dalam pertumbuhan dan perkembangannya juga ditentukan oleh kebudayaan. Kualitas hubungan timbal balik ini merupakan tolok ukur suatu masyarakat kebudayaan.
Media massa berperan untuk tumbuh dan berkembang sebuah budaya. Karena media massa sebuah budaya nasional dapat tetap bertahan dan karena media massa pula sebuah budaya nasional dapat mati terlindas oleh eksistensi budaya lain.
Media massa memiliki kemampuan untuk mempopulernya sebuah budaya sehingga diapresiasi, dicintai dan dipergunakan seolah-oleh sebagai pegangan dan pedoman dalam bertindak dan berprilaku, sebaliknya budaya yang tidak dipopulerkan media massa akan ditinggalkan untuk kemudian punah.
Kebebasan pers yang didapatkan hendaknya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan khalayak media massa, tidak hanya sekedar ajang untuk membebaskan media massa dan para pemiliknya dari kewajiban memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat.
Telah menjadi rahasia umum bahwa media massa sekarang ini secara langsung maupun tidak langsung telah menjadi perantara penetrasi budaya asing.
Media massa cenderung mengusung budaya massa atau budaya populer yang berorientasi pada industri massal dan berkiblat pada budaya Barat. Prof, Soejoko menyatakan bahwa budaya massa merupakan budaya yang dibuat untuk tujuan konsumersime, karena itu, budaya ini dibuat asal jadi, asal menghibur, asal menghasilkan uang sebanyak-banyaknya.
Khalayak seolah-olah tidak lagi memperdulikan falsafah-falsafah hidup yang terdapat dalam sebuah kebudayaan (terutama kebudayaan daerah), dan digiring untuk menikmati hasil produksi budaya baru yang hanya berorientai pada kesenangan semata.
Disinilah nilai budaya daerah atau nasional diuji eksistensinya dan ketahanannya menghadapi penetrasi pengaruh budaya asing yang tidak bisa ditahan-tahan agi.
Yang patut disayangkan adalah media massa cenderung melupakan tanggungjawab terhadap budaya bangsa dan lebih mementingkan kepentingan industri dan konsumerisme. Padahal potensi media massa lah besar dalam mendorong budaya nasional untuk bangkit.
Teks Oleh Iqbal Tawakal

Media, Budaya, dan Permasalahnnya (2/2)

Menjawab Keraguan
Media massa mempunyai potensi yang besar dalam penyebaran pesan dan pengaruh kepada masyarakat. Dengan maraknya budaya massa yang ditawarkan oleh media massa, serta bergesernya nilai-nilai kemasyarakatan, eksistensi kebudayaan nasional seperti berada di ujung tanduk.
Kebudayaan yang telah lama diciptakan dan menjadi acuan dan tuntunan hidup masyarakat kini hampir punah dan lepas dari perhatian masyarakat pendukung budaya tersebut.
Ditengah kekosongan isu budaya tradisi dalam media. Serta gencarnya kekuatan pihak luar dalam rangka meniru-merampas budaya kita. Kami hadir, mencoba memperkenalkan, menghadirkan kembali budaya-budaya tradisi ketengah masyarakat.
Dengan visi untuk mensosialisasikan budaya nasional baik di dalam maupun luar negeri. Rona Nusantara pun mendeklarasikan diri sebagai media kampanye budaya pertama yang mengangkat masalah-masalah budaya tradisi, dan mengupasnya tanpa merubah esensi kearifan lokal yang ada.
Kami berharap dengan adanya media alternatif ini. Masyarakat kembali tersadar akan makna-makna yang terkandung di dalam budaya lokal setempat. Serta masyarakat mengenal budaya-budaya yang ada di Nusantara, dan menghilangkan sifat buruk etnosentrisme.
Kami juga berharap, media ini menjadi semacam stimulus untuk pemerintah dalam rangka menjaga kebudyaan asli Nusantara dengan lebih baik.
Karena bagaimanapun tugas menginventarisasi adalah tugas pemerintah. Sehingga dapat disimpulkan peran ketiga aspek (masyarakat, media massa, dan pemerintah) sangat diperlukan, dan kerjasama ketiganya akan membawa dampak positif yang besar –terutama bagi budaya kita.
Dan kita sebagai anggota masyarakatpun harus menyambut gembira dan turut mendukung pelestarian budaya nasional dengan sebaik yang kita bisa lakukan.
Teks Oleh Iqbal Tawakal
Foto Oleh Fikri Andhika



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar