Rabu, 08 Februari 2012

Karakter Masyarakat Indonesia

Karakteristik Masyarakat Indonesia Memudar
Kemajuan teknologi yang berkembang pesat seiring berjalannya waktu membuat interaksi sosial bersifat universal dan tanpa batas, sehingga berhubungan erat dalam soal apa pun sekarang ini sudah tidak sulit.
Proses ini merupakan salah satu dari globalisasi yaitu dimana proses antar individu, bahkan antar negara yang saling bergantung satu sama lain. Ciri-ciri globalisasi sudah banyak ditemui dalam kehidupan. Salah satunya seperti handphone saat ini menjadi prioritas masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Wabah globalisasi tidak mengenal usia, baik dari kalangan muda maupun kalangan dewasa. Globalisasi juga menimbulkan pemahaman baru pada masyarakat yang cenderung modernisasi. Dimana keadaan yang kurang maju dan berkembang berubah menjadi lebih maju dan berkembang. Seperti masyarakat Indonesia yang tingkat kehidupannya menjadi lebih baik.
Globalisasi banyak mempengaruhi segala aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek sosial budaya yaitu diawali dengan interaksi sosial antar negara yang membuat ramainya jaringan internet dengan berbagai jenis sosial network, sehingga dapat berinteraksi menjadi lebih mudah dan tanpa batas.
Kemudahan ini secara tidak langsung membuat tersebarnya nilai-nilai kebudayaan yang dianut oleh masyarakat ataupun tanggapan masyarakat mengenai berbagai hal, terutama nilai-nilai yang berkaitan dengan aspek psikologis yaitu apa yang ada dalam alam pikiran. Nilai ini akan sangat penting, karena tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang tersebut.
Tersebarnya nilai-nilai kebudayaan seperti ini dapat mengubah karakter seseorang menjadi lebih baik atau bahkan sebaliknya. Semua itu bergantung pada informasi yang diterima, sehingga apa yang ada dalam alam pikiran dan tingkah lakunya dapat berubah.
Interaksi sosial yang begitu luas dan tanpa batas membuat seseorang awalnya tidak tahu menjadi tahu dengan kemudahan mengakses informasi apa pun, sehingga  membawa pengaruh positif di masyarakat untuk menumbuhkan sikap kosmopolitan.
Oleh Karena itu masyarakat bisa mengeksplor diri dan kemampuannya. Tidak sedikit masyarakat yang mulai eksis dengan kreativitasnya, itu tanda dari globalisasi telah berhasil mengembangkan pikiran masyarakat. Mobilitas yang tinggi juga memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan bisa terus melakukan kegiatannya dengan lancar salah satunya meningkatnya turis dan pariwisata terhadap kebudayaan Indonesia serta dapat meningkatkan pendapatan  masyarakat yang turut meningkat dengan harapan bisa melestarikan kebudayaan tersebut agar tetap menjadi sejarah penting bagi Indonesia.
Interaksi yang luas juga bisa menimbulkan dampak negatif yang perlu dievaluasi. Tanpa disadari globalisasi mengubah kehidupan keseharian masyarakat. Informasi yang tak terbatas dan tidak tersaring membuat karakter masyarakat berubah.
Seperti saat ini perilaku anarkis mulai mewabah pada masyarakat Indonesia, prilaku kekerasan, tidak menghormati dan tidak menghargai sesama serta pudarnya budaya malu yang dapat menimbulkan perpecahan, keresahan, dan ketidaknyamanan antar masyarakat untuk bebas berinteraksi.
Indonesia dikenal dengan budaya ketimuran yang mengutamakan adab sopan santun seperti rasa malu, gotong royong, saling meghormati dan menghargai serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Akan tetapi, itu hanya tinggal cerita belaka untuk saat ini dan itu  hanya orang-orang terdahulu saja yang dapat merasakan budaya ketimuran asli Indonesia yang masih mengutamakan adab sopan santun. Seperti saat ini, adab sopan santun sudah jarang sekali ditemukan, terutama pada kalangan muda yaitu pelajar.
Banyak orang tua berkata seperti ini kepada anaknya, “Anak sekarang beda sama anak dulu”. Itu merupakan tanda bahwa globalisasi begitu mengubah karakter masyarakat Indonesia, entah itu dari kalangan muda maupun kalangan dewasa terutama dari kalangan muda yang banyak teracuni informasi yang tidak tersaring sehingga mengubah karakteristik mereka. Kalangan muda seharusnya berbudi pekerti luhur dan mengedepankan adab sopan santun karena mereka akan menjadi penerus bangsa.
Akan tetapi, begitu luasnya akses interaksi membuat komunikasi semakin mudah sehingga banyak pengaruh dari luar yang tidak baik dan pengaruh ini membuat perubahan karakteristik pada masyarakat Indonesia. Diawali dengan tumbuhnya sikap individualisme yaitu suatu pandangan menekankan kepentingan, kebebasan, dan tanggung jawab bagi dirinya sendiri.
Mungkin itu suatu hal yang biasa, tapi sungguh luar biasa akibatnya. Karena masyarakat yang individualisme tidak akan mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Sudah banyak contoh yang bisa kita lihat, berita-berita marak tentang korupsi, permasalahan tawuran antar warga dan pelajar, serta perebutan tanah untuk kepentingan pribadi dari pada kepentingan bersama.
Kemudian timbul kebudayaan pop yang melanda masyarakat dari kalangan muda yang menganggap gaya hidupnya (lifestyle) adalah segala-galanya dan segala-galanya adalah gaya hidup.
Mereka lebih mementingkan trend dan mode yang sedang hangat saat ini sehingga nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia memudar. Seperti merebaknya gaya berpakaian barat yang menghilangkan karakteristik masyarakat Indonesia yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada. Hal ini menimbulkan sikap westernisasi pada masyarakat yaitu pola hidup yang cenderung kebarat-baratan yang menyebabkan hilangnya jati diri masyarakat Indonesia dalam menjalani pola kehidupannya.
Budaya masyarakat Indonesia merupakan karakteristik yang harus dipegang teguh, saat ini disorientasi budaya, dislokasi atau krisis sosial budaya dalam masyarakat begitu meningkat. Dimana masyarakat sudah tidak mempunyai ketertarikan terhadap budayanya sendiri, hal itu sangat memprihatinkan apalagi bangsa Indonesia merupakan negara dengan beragam kebudayaan yang harusnya dilestarikan agar tidak tinggal nama belaka.
Budaya di Indonesia sangat berharga agar tidak direbut oleh negara lain seperti batik, tarian reog dan lain-lain sebagai pewaris negeri. Karena budaya adalah asset bangsa yang harus dipertahankan kelestariannya, budaya bukan hanya peninggalan zaman dahulu tetapi juga merupakan warisan dari para leluhur yang mencerminkan karakteristik masyarakat Indonesia yang tidak dapat di beli oleh negara lain.
Rasa nasionalisme dan patriotisme yang merupakan warisan dari para pejuang Indonesia sudah tidak lagi ditemukan. Dimana masyarakat seharusnya menciptakan dan mempertahankan kedaulatan negara dengan keberanian dan pantang menyerah untuk membela bangsa dan negara. Kebanyakan saat ini masyarkat Indonesia lebih membanggakan negara lain yang harusnya tidak terjadi.
Negara lain yang lebih maju itu sebagai cermin untuk mengevaluasi dan menumbukan motivasi agar negara lebih maju. Keadaan seperti ini sungguh memprihatinkan bagi masyarakat Indonesia. Dimana karakteristik masyarakat Indonesia sesungguhnya telah memudar dan hilang seiring dengan keadaan yang terus berkembang setiap harinya.
Oleh karena itu, perlu diberikan pengenalan lebih lanjut tentang bagaimana sesungguhnya karakteristik masyarakat Indonesia. Perlu diciptakan kesatuan dan persatuan seperti semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semua itu hanya tinggal tulisan yang terpampang dan tak terlaksana, karena karakteristik masyarakat Indonesia yang telah memudar membuat kesadaran masyarakat hilang sebagai masyarakat Indonesia yang sebenarnya.
Oleh karena itu, peran dari semua masyarakat Indonesia terutama dikalangan keluarga perlu ditumbuhkan adab sopan santun dimana adanya rasa saling menghargai sesama dan menghormati orang yang lebih tua, dari sinilah mulai membentuk karakteristik masyarakat Indonesia yang sebenarnya dengan mengedepankan budaya malu dan gotong-royong sebagai wujud persatuan dan kesatuan bangsa menuju masyarakat Indonesia yang berkarakter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar