Selasa, 14 Februari 2012

Gotong-Royong Menuju Kejayaan Negeri

Gotong Royong Menuju Kejayaan Negeri

RIMANEWS- Tepat 6 tahun silam (1/9/2005) di Aula Dwi Warna, Gedung Lemhanas, Jakarta, National Integration Movement (NIM) yang digagas tokoh humanis lintas agama Anand Krishna menggelar simposium kebangsaan. Secara resmi simposium dibuka Menteri Pertahanan RI, Juwono Sudarsono, Gubernur Lemhanas Muladi, SH dan Gubernur DKI Sutiyoso. Presiden ke-4 RI (Almarhum) Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan tokoh nasional Siswono Yudohusodo juga turut hadir.
Pada hari yang sama, Menhan memutuskan pencanangan 1 September sebagai Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi.  Sebagai cara ampuh menumbuhkan kembali semangat persatuan. Saat itu rasa cinta kepada Ibu Pertiwi mengalami kemerosotan. Akibat fanatisme kelompok yang berlebihan. Sehingga dibutuhkan upaya nyata agar disintegrasi bangsa secara lebih luas tak terjadi. Selain itu, juga untuk membangkitkan kembali kejayaan bangsa Indonesia dalam peradaban dunia.
Sejak saat itu tanggal 1 September dimaknai sebagai Hari Bhakti Bagi Ibu Pertiwi. Inilah perwujudan Bhakti dan Cinta anak-anak bangsa kepada Ibu Pertiwi. Peringatan ini dirayakan secara rutin oleh NIM dan Komunitas Pecinta Anand Ashram (KPAA).
Tahun ini perayaan Hari Bhakti Ibu Pertiwi digelar di One Earth Retreat Center, Ciawi, Bogor. Sekaligus sebagai acara halal-bihalal KPAA. Tema perayaan, “One for All, All for One”. Sebuah bentuk kepedulian terhadap negeri yang tercermin dari sifat Gotong Royong. Semangat Gotong Royong perlu kembali ditumbuhkan dalam jiwa anak negeri untuk kejayaan bangsa.
Apa yang terjadi di suatu daerah niscaya mempengaruhi daerah lain. Pada akhirnya pun mempengaruhi tempat di mana kita tinggal. Sebagai anak bangsa, kita harus meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama anak bangsa dan sesama saudara se-tanah air. Wujud kepedulian tersebut mesti menjadi laku hidup dalam keseharian, yaitu berupa gotong royong demi bhakti bagi Ibu Pertiwi.
Akhir kata, demi kejayaan Indonesia, jangan sampai ada lagi perpecahan yang disebabkan oleh agama, suku, ras maupun etnis. Sikap gotong-royong akan memunculkan bibit-bibit perdamaian. Sehingga tercipta keharmonisan antar sesama manusia. Demi membangun kehidupan yang lebih baik dalam Cinta, “One for All, All for One – Gotong Royong Menuju Indonesia Jaya!”
_____________________
Pengirim: T Nugroho Angkasa

Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar