Selasa, 14 Februari 2012

Galang Persatuan dengan Semangat Cinta Ibu Pertiwi

Galang Persatuan dengan Semangat Cinta Ibu Pertiwi

HMINEWS – Masih dalam suasana Lebaran, National Integration Movement (NIM) merayakan peringatan Hari Bhakti Bagimu Ibu Pertiwi (1/9/2011) secara serentak di Jabodetabek, Joglosemar dan Bali. Masing-masing dipusatkan di Ciawi, Jogja dan Denpasar. Kegiatan ini sekaligus Halal Bihalal Keluarga Besar Pecinta Anand Ashram (KPAA).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, di Padepokan One Earth – Ciawi, ratusan peserta menghadiri perayaan Bhakti Bagimu Ibu Pertiwi. Pertama kali dicanangkan oleh Menteri Pertahanan, Prof Juwono Sudharsono pada Simposium Kebangsaan NIM: Bagimu Ibu Pertiwi pada 1 September 2005 di Aula Dwi Warna, Lemhanas, Jakarta.
Acara tahun ini mementaskan sendratari unik. Dimainkan oleh muda mudi NIM dan dihadiri beberapa aktivis kemanusiaan, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintahan. Antara lain H Widodo mewakili Kementrian Budaya dan Pariwisata, I Wayan Bude dari Kementerian Agama, Bhikku Dhammasubho, dan Utami Pidada, seorang mantan anggota DPR/MPR RI.
Tema pagelaran kali ini, “One for All, All for One, Gotong Royong Menuju Kejayaan Negeri.” H Widodo mengapresiasi upaya NIM melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa lewat pagelaran seni dan budaya, terutama nilai-nilai kebersamaan. “Perbedaan adalah rahmat dan kebersamaan adalah nikmat,” ujar Widodo usai menyaksikan acara ini.
Senada dengan yang dilontarkan I Wayan Bude. Ia melihat sendiri bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan telah ditanamkan di komunitas ini.
“(Pertunjukan) ini jelas adalah cerminan atas apa yang telah dipelajari di tempat ini. Menggalang persatuan dengan semangat mencintai Ibu Pertiwi yang telah menyusui kita selama ini dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar salah satu Direktur di Kementerian Agama ini.
Sendratari dalam acara ini bercerita ihwal bagaimana cara memecah-belah persatuan dengan hasutan keserakahan dan kebencian. Sekum NIM, Joehanes Budiman menjelaskan, “Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat luas betapa keji dan berbahayanya hasutan, omongan, keserakahan, dan sebagainya yang dapat mengadu domba di antara kita, dengan tujuan melemahkan persatuan bangsa.”
Pada kesempatan ini, Ketua Yayasan Anand Ashram Dr Sayoga, bersama Peneliti Senior Dr Suriastini selaku pendiri Yayasan Pendidikan Satu Bumi, bersama Ir. Triwidodo M.Eng sebagai Direktur Program melakukan softlaunching e-learning dalam bidang Humanitas. Yakni jurusan Interfaith Study dan Spiritual Transpersonal Psychology. Program studi on line ini didirikan oleh tokoh humanis lintas agama, Anand Krishna, yang juga merupakan inspirator NIM
Peringatan Hari Bhakti Bagimu Ibu Pertiwi juga digelar secara serentak di Denpasar, Bali. Juru bicara KPAA Bali, Hadi Susanto, menegaskan bahwa kasus hukum janggal bermuatan konspirasi yang sekarang sedang dihadapi Anand Krishna, sama sekali tidak mempengaruhi ritme kegiatan komunitas. “Kami tetap berkarya secara nyata dalam membhaktikan diri kami bagi masyarakat dan bangsa. Buktinya kegiatan-kegiatan ini masih kami lakukan dan dihadiri oleh banyak partisipan. Komitmen kami kepada Ibu Pertiwi dalam mengkampanyekan Perdamaian, Cinta-Kasih dan Persatuan dalam keberagaman dan harmoni tidak pernah berubah. Kami jalan terus,” tegasnya

Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar