Selasa, 17 April 2012

Percepat Penyelesaian Kasus Geng Motor


Percepat Penyelesaian Kasus Geng MotorPDFPrint
Tuesday, 17 April 2012
JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar aparat kepolisian dan TNI segera menyelesaikan kasus geng motor secepatnya. Meski demikian, Presiden meminta agar kasus ini tidak dibesar-besarkan.

”Jangan dibesar- besarkan terus karena ini meresahkan masyarakat. Sebaiknya kita memberikan pemberitaan rasa aman dan bukan sebaliknya,” ujar Presiden SBY seperti dikutip Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kemarin. Kepada SINDO, mantan dosen Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa kasus geng motor sempat menjadi pembahasan dalam acara breakfast meetingPresiden SBY bersama Wapres Boediono dan menteri terkait.

Breakfast meeting dilakukan kemarin pagi di Istana Bogor, Jawa Barat, dengan dihadiri sejumlah menteri, antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto,Menko Perekono-mian Hatta Rajasa,Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo,dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman. ”Meski sempat ditanyakan, geng motor bukan menjadi isu utama dalam breakfast meeting,”ujarnya.

Saat ditanya apakah Presiden juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kasus tersebut, Julian mengatakan bahwa penyelidikan sepenuhnya dilakukan aparat kepolisian. ”Kita tunggu saja laporan dan pihak yang berwenang,” tambahnya. Sementara dua anggota TNI yang tertembak pada Jumat (13/4) diduga satu kelompok dengan pembuat onar yang menewaskan satu orang.

Dua anggota TNI tersebut ditembak seseorang yang mengendarai mobil di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat.Gerombolan geng motor tersebut melintasi jalan itu sehabismelakukanpengeroyokan di delapan titik di Jakarta. ”Korban luka tembak masih dirawat di RSPAD dan Mintoharjo. Keduanya memang anggota TNI,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto.

Sementara itu, proyektil di tubuh kedua anggota TNI tersebut akan diselidiki untuk mengetahui jenis senjata apa yang digunakan pelaku. Saat ini, polisi masih menunggu kondisi kedua anggota TNI tersebut untuk diminta keterangan. ”Kalau ada oknum TNI yang terlibat akan diperiksa Pomal. Polisi hanya memeriksa pelaku dari warga sipil saja,”tuturnya.

Rikwanto melanjutkan, pihaknya belum mengetahui pasti maksud penggunaan pita kuning pada sebagian gerombolan geng motor yang melakukan pengeroyokan di delapan titik di Jakarta, Jumat (13/4). ”Analisis kita, penggunaan pita kuning sebagai pengenal saja,” jelasnya.

Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati membantah terkait dengan informasi yang menyebutkan adanya penangkapan empat oknum TNI AL yang terlibat dalam pengeroyokan pada Jumat lalu (13/4). ”Sampai sekarang (kemarin) tidak ada informasi itu,”katanya.Untung juga membantah oknum TNI yang tertembak itu ikut dalam gerombolan bermotor yang melakukan aksi pengeroyokan. ●rarasati syarief/helmi syarif             

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar