Rabu, 25 April 2012

Kecurangan UN Sistematis


PENDIDIKAN
25 April 2012
Kecurangan UN Sistematis
 0
 
  1
JAKARTA - Sekertaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti menyatakan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2012 untuk jenjang SMA sederajat tidak luput dari kecurangan-kecurangan. 

Bahkan, kecurangan tersebut dinilai terjadi secara sistematis, jauh sebelum pelaksanaan UN.
Menurutnya, kecurangan juga melibatkan pejabat daerah hingga kepala sekolah dan guru. ”Sekolah-sekolah yang bukan unggulan, nilai ujian sekolah dan rapornya mengalahkan sekolah-sekolah unggulan. Ini sangat tidak masuk akal. Tujuannya jelas untuk menyelamatkan siswa jika nilai UN-nya rendah,” kata Retno, di Jakarta, kemarin.

Dia mengaku mendapat laporan kecurangan atau penyimpangan dari sejumlah daerah di Indonesia.  Di antaranya dari Sumatera Utara, para siswa mengumpulkan dana secara kolektif untuk membeli kunci jawaban. Kemudian pada hari pelaksanaan, siswa datang lebih awal untuk menyalin kunci jawaban.

Untuk wilayah Brebes, kata dia, kecurangan sudah terkondisikan secara rapi dengan melibatkan kepala sekolah, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), dan panitia penyelenggara, sehingga sulit menemukan bukti, karena terjadi secara sistematis. 

”Untuk menilai kecurangan menunggu hasil UN sekolah di daerah dengan nilai tinggi mengalahkan sekolah di perkotaan,” ungkap Retno.
Di daerah Sulawesi Tenggara, lanjutnya, lembar jawaban tidak langsung dibawa ke Polres, sehingga hal tersebut memberikan peluang bagi pihak sekolah untuk memperbaiki jawaban siswa. ”Apalagi kenyataannya amplop lembar jawab tidak dilem saat pengawas menyerahkan kepada pihak sekolah,” tuturnya.

Sebelum Ujian

Dia juga mengaku menerima laporan kecurangan di daerah Bekasi, bahwa kecurangan justru dimulai sebelum ujian  dilaksanakan, yakni dengan memanipulasi nilai ujian sekolah untuk memenuhi target kelulusan. Hal itu sifatnya instruktif dari kepala dinas kepada kepala sekolah.

Guru SMAN 13 Jakarta itu menuturkan, laporan kecurangan pembelian kunci jawaban merupakan yang terbesar untuk pelaksanaan UN sekolah menengah kali ini. Dari hasil penelusurannya, kunci-kunci jawaban justru dibeli melalui oknum guru maupun oknum yang mengaku berasal dari bimbingan belajar tertentu.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Haryono Umar menyakan, pihaknya mendapat laporan atau aduan terjadinya kebocoran kunci jawaban di sejumlah daerah. Namun, pihaknya menampik hal tersebut bukan merupakan kebocoran soal maupun kunci jawaban.

Menurutnya, hal itu merupakan penipuan yang dilakukan oknum tertentu yang sengaja mencari keuntungan dan memperkeruh suasana pelaksanaan UN tahun ini.
”Itu bukan isu kebocoran, tapi penipuan karena tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Jadi, sampai sekarang tidak terjadi kebocoran, karena pengawalan dan pengawasan sangat ketat mulai dari pencetakan hingga distribusi. Dan, soal itu baru dibuka saat di ruang ujian,” ujar Haryono. (K32-37)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar