Rabu, 25 April 2012

Jateng Dikepung Perampok


Suara Merdeka
25 April 2012
Jateng Dikepung Perampok
  • Diduga Jaringan Teroris Terlibat
 0
 
  1
image
KARANGANYAR - Perampokan kian mengganas di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Sasaran mereka antara lain toko emas. Terakhir, komplotan bersenjata api itu beraksi di dua toko emas berbeda, yakni Toko Mas Semar, Jalan Matesih-Karangpandan, Kabupaten Karanganyar  dan tengah mengincar Toko Emas Pasar Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen,  Selasa  (24/4).
Berdasarkan penelusuran Suara Merdeka, pada bulan ini sedikitnya terjadi enam kali perampokan di wilayah Jawa Tengah.  Kawanan perampok bersenjata api itu menggasak sejumlah toko emas di tempat berbeda, yakni  Kabupaten Karangnyar,  Boyolali, serta pedagang emas di Grobogan. 
Kawanan perampok juga menggasak emas di toko kelontong di Kendal dan rumah Satimi, warga Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. 
Sebelumnya, Rabu (7/3), dua toko emas di Pasar Telogopragoto, Kecamatan Mirit, Kebumen dirampok. Pelaku yang diduga berjumlah enam orang bersenjata api. Mereka membawa kabur 5 kg emas dan uang Rp 12 juta. 
 Selain itu, Toko Mas Adil  dan Toko Mas Nur 2 di Kompleks Pasar Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga juga dirampok komplotan bersenjata api, Selasa (20/2).
Mereka berhasil membawa kabur emas sekitar 5,5 kilogram dari kedua toko tersebut atau senilai Rp 2,4 miliar.  Untuk aksi perampokan  di Toko Mas Semar, kemarin, dua pelaku berhasil menggondol sekitar 1,5 kilogram emas dan kerugian ditaksir lebih dari Rp 300 juta.  Tidak ada korban jiwa dalam aksi di kompleks toko yang berjarak sekitar 300 meter dari Mapolsek Matesih itu.
Peristiwa itu terjadi pada pukul 12.50 saat toko dalam keadaan sepi. Tiba-tiba dua pria memakai helm cakil, jaket hitam, berkacamata hitam, dan memakai masker masuk ke toko emas itu. Salah satu pelaku langsung menodongkan pistol ke arah Arijani (51), pemilik toko emas yang saat itu ditemani Yudi (21) anaknya.
Yudi yang menjaga toko bersama ibunya itu mengungkapkan, perampokan berlangsung sangat cepat. Saat beraksi kedua perampok tanpa ba-bi-bu. Salah satu pelaku langsung memukul kaca etalase toko dengan palu, dan pelaku lainnya langsung menjarah perhiasan emas yang ada di toko bercat dinding putih dan cat jendela serta pintu hijau tersebut.
“Saya tidak bisa mengenali wajahnya karena tertutup. Saya juga tidak bisa mengenali jenis senjata apinya,” tutur dia.
Yudi mengungkapkan, saat itu perampok sempat menodong ibunya dengan pistol dan setelah beraksi langsung melarikan diri ke arah Utara atau ke Karangpandan dengan mengendarai motor Kawasaki Ninja warna hitam AD-3435-YY.
 Atas kejadian itu, Yudi dan Arijani terlihat shock. Sementara Suryanto, pemilik toko emas yang juga suami Arijani mengaku belum bisa memastikan berapa banyak emas dan berapa harganya yang berhasil digondol dua perampok tersebut.
Sri Utami (48) warga Bolotan, Karangbangun, Matesih yang juga saksi menjelaskan, awalnya dia mengira yang berbuat onar itu adalah orang gila. Tapi ternyata perampokan. Pedagang kue yang berjualan persis di sebelah Toko Mas Semar itu tersadar terjadi perampokan saat salah seorang pelaku menodongnya. “Saat ada ribut-ribut saya menengok. Saya lalu ditodong pistol. Saya pun langsung berlari keluar untuk minta tolong.Kejadiannya itu sangat cepat, kurang dari lima menit,” tandasnya.
Menurut Tini (18), karyawan toko elektronik yang letaknya persis di depan toko mas itu, perampok itu datang dari arah Selatan dan motornya diparkir di tiang listrik persi di depang toko. Saat diparkir, motor masih dalam keadaan hidup. Kedua pelaku berbadan tinggi. 
Menurut sumber di kepolisian, saat melarikan diri perampok terjatuh di daerah Jluko, sekitar 1 kilometer dari tempat kejadian. Polisi berhasil mengamankan sepatu pantofel warna hitam coklat sebelah kanan dan potongan thotok atau tutup lampu belakang motor, warna putih list batik yang diduga kuat milik pelaku.
Kapolres Karanganyar AKPB Nazirwan Adjie Wibowo melalui Kapolsek Matesih AKP Hery Ekanto mengatakan, aksi perampokan toko emas di Pasar Matesih baru kali ini terjadi. Perampok mengambil perhiasan emas yang ada di empat tepak (kotak), kebanyakan adalah kalung emas. 
Menurut Kapolres, berat emas yang dirampok sekitar 1,5 kilogram dengan kerugian berkisar antara Rp 300 juta hingga Rp 400 juta. Emas tersebut rata-rata memiliki kadar antara 18 karat sampai 20 karat. Saat ini kejadian tersebut masih dalam penyidikan aparat Polres Karanganyar.
Terorisme
Menanggapi kasus perampokan yang terjadi di Grobogan dan Karanganyar, Kriminolog Undip, Budi Wicaksono mengatakan, kemungkinan kecil aksi para pelaku perampok terkait dengan pembiayaan teroris. 
Prediksi itu dilihat dari tempat kejadian perkara serta target operasi. 
‘’Seperti diketahui beberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Solo, Temanggung serta Semarang banyak menjadi titik pergerakan teroris. Jadi masuk akal jika perampokan ini berkaitan dengan pembiayaan kelompok itu. Apalagi dua perampokan terbaru terjadi di Grobogan dan Karanganyar,’’ kata Budi, kemarin.
Meski demikian, keterkaitan jaringan teroris dengan perampokan benar atau tidak, dia tidak berani membenarkan secara gamblang. Menurut dia, polisi yang lebih tahu tentang tujuan perampokan tersebut. ‘’Polisi dapat lebih mendalami dan mengerti motif dan tujuan perampokan itu,’’ ujarnya.
Kesimpulan itu dipetik dari beberapa modus operandi perampokan yang telah ditangani pihak kepolisian dengan tujuan serupa. ‘’Dari karakter serta cara dan upayanya dalam menjalankan aksi dan didukung dengan pengalaman terdahulu. Jika itu sama dengan tipe perampokan yang dilakukan untuk pembiayaan teroris berarti dapat disimpulkan, apa dan untuk siapa,’’ jelasnya.
Terkait motif perampokan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng Kombes Bambang Rudi Pratiknyo mengatakan, dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus perampokan, baik Polda maupun Polres selalu mengedepankan fakta-fakta kejadian. Bukan pada perkiraan. Motif perampokan sendiri baru bisa diketahui setelah pelaku tertangkap dan fakta-fakta mengatakan demikian.
‘’Saat ini biarkan polisi dari Polres masing-masing tempat kejadian perkara (TKP) bekerja untuk mengantisipasi dan menyidik perampokan tersebut. Bila tidak mampu maka Polda akan memback up,’’ kata Direskrimum. 
Sementara itu, mantan anggota Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas, ketika diminta tanggapan mengenai kemungkinan keterkaitan kasus perampokan di Jateng dengan kelompok teroris tak bersedia memberikan banyak komentar. 
‘’Harus ditangkap dulu pelakunya baru kita bisa tahu motif mereka dari pelaku kriminal murni atau yang lain. Bisa juga kebetulan terjadi serentak oleh pelaku dari kelompok berbeda,’’ katanya.( H53, ebp, J12,D19-71)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar