Senin, 30 April 2012

NAPI LP MUARO PADANG PRODUKSI TIANG LISTRIK


NAPI LP MUARO PADANG PRODUKSI TIANG LISTRIKPDFCetakSurel
Senin, 30 April 2012 03:37
PADANG, HALUAN — Lem­baga Pemasyarakatan (La­pas) bukan lagi tempat menakutkan yang memenjarakan ide-ide kreatif manusia yang terkung­kung di dalamnya. Justru se­balik­nya, Lapas kini tampil untuk mengembangkan potensi diri setiap narapidana. Seperti yang dilakukan Lapas Klas IIA Pa­dang dan Lapas Klas I Porong.
Kementerian Hukum dan HAM RI menjadikan kedua Lapas itu sebagai contoh bagi pembinaan para napi menjadi insan yang produktif.  Penghuni Lapas Klas II A Padang berhasil mempro­duksi tiang listrik  dan panel berikut klem dan bautnya dengan omset Rp1,5 miliar per bulan. Lapas Klas I Porong selain memproduksi mebel kualitas ekspor juga mampu membuat kapal patroli.
Wakil Gubernur Sumbar Mus­lim Kasim usai menjadi inspekstur upacara pada peri­ngatan Hari Bhakti Pemasya­rakatan ke-48, Jumat (27/4) di Lapas Muaro Padang, mengung­kapkan rasa bangganya kepada para binaan Lapas yang berhasil menepis pendapat miring yang menyebutkan Lapas itu menakut­kan dan me­men­jarakan hidup manusia.
Diharapkan, keterampilan yang diperolehnya saat menjadi binaan Lapas akan menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Mantan napi ini tidak akan menyusahkan keluar­ganya. Justru mereka dapat membuka usaha sendiri atau bekerja dengan orang lain.  Ma­sya­rakat sendiri juga diminta tidak mendeskreditkan mereka yang pernah menghuni hotel prodeo ini.
“Prestasi yang diraih Lapas Muaro ini sangat mem­bang­gakan,”kata Muslim Kasim.
Menurut Rusdi, Kasi Kamtib Lapas Klas II A Padang, produk tiang listrik dan panel berikut klem dan bautnya yang diha­silkan para napi ini sudah memiliki pasar sendiri, dipa­sarkan kepada rekanan PLN. Sehingga produk yang dihasilkan tidak ada yang tersisa. Omzet perbulan yang berhasil diraup mencapai Rp1,5 miliar.
Sementara itu, Menteri Hu­kum dan HAM RI dalam sam­butan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Muslim Kasim menyebutkan, dalam kurun waktu 2012, tercatat 12 kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dalam Lapas dan Rutan yang berhasil dibongkar dan digagalkan petugas.
Petugas yang terlibat didalam­nya juga sudah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan huku­man disiplin tingkat ringan sampai sedang terhadap petugas yang lalai dan tidak taat aturan.
Lapas Over Kapasitas
Persoalan klasik di Lapas hingga kini masih soal kelebihan penghuni Lapas. Menurut Kepala Lapas Klas IIA Padang, Drs.Elly Yuzar,MH, Lapas  yang dipim­pinnya kelebihan 300 persen. Kapasitasnya hanya 249 napi tetapi dihuni oleh 868 napi. Diantaranya 253 napi narkoba dan 60 napi korupsi. Sisanya napi dalam kasus lainnya.
Petugas yang ada terpaksa harus bekerja optimal melayani seluruh napi. Kompisisinya 1 petugas melayani 80 orang napi. Keterbatasan petugas ini sering dimanfaatkan pengunjung atau para napi untuk menyusupkan narkotika ke Lapas. Dalam kurun waktu 10 bulan ini pihak­nya sudah menggagalkan 11 kali peredaran narkoba di Lapas.
Karena itu aturan berkunjung ke Lapas makin di perketat. Aparat kepolisian pun diper­bantukan di Lapas. Sejak 1 bulan lalu, tamu tidak dibolehkan bersepatu atau sandal masuk Lapas, tetapi harus berkaki ayam. Karena modus yang digu­nakan, narkotika disimpan dalam lapi­san sandal, antara lapisan atas dengan alas kemudian dilem lagi.
LP Padat
Ketua Komisi I Bidang Hu­kum dan Pemerintahan DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muzli M Nur yang turut hadir pada peringatan Hari Bakti Pema­syarakatan mengatakan, kelebi­han penghuni LP Muaro sudah memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian pihak ter­kait, khususnya Pemprov Sumbar.
Untuk itu, pihaknya berencana akan menggelar diskusi dengan Kepala Kanwil Hukum dan HAM Sumbar bersama jajaran terkait lainnya. Usulan untuk memindahkan lokasi LP Muaro adalah sangat tepat dan akan didukung DPRD Sumbar. Apalagi lokasinya yang berada di pinggir pantai yang rawan tsunami.
Namun rencana pemindahan LP Muaro Padang dari kawasan pantai ini ke lokasi yang lebih jauh dari pantai sampai saat ini masih terbentur izin dari pemerintah pusat.(h/vie

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar