Selasa, 24 April 2012

Kartini Award untuk 13 Perempuan Inspiratif

Kartini Award untuk 13 Perempuan Inspiratif
Wardah Fazriyati | wawa | Selasa, 24 April 2012 | 09:56WIB

Ibu Negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono memberikan apresiasi kepada penerima Kartini Award 2012 kategori Penghargaan Khusus dan Inspirasi Perempuan Indonesia, Herawati Diah, Erna Witoelar, Mien Uno dan Pemenang Lomba Rancang Kebaya 2012 Cynthia Angelina.
KOMPAS.com - Perempuan Indonesia, para Kartini modern memiliki energi tinggi untuk maju dan berkembang. Berdaya tak hanya untuk dirinya, namun juga orang lain di sekitarnya.

Melanjutkan kegiatan penganugerahan tahunan, Kartini Award 2012 menyeleksi 120 sosok perempuan inspiratif, menjadi 75 Perempuan Terinspiratif 2012. Untuk kemudian terpilih menjadi 13 sosok perempuan Indonesia yang berjasa dan berkontribusi besar untuk masyarakat.

Para perempuan peraih Kartini Award 2012 ini mewakili 12 kategori merepresentasikan berbagai bidang yang digeluti perempuan Indonesia. Adalah tugas sejumlah panelis untuk menyeleksi perempuan Indonesia inspiratif ini dan memilihnya sebagai penerima penghargaan.

Para panelis terdiri dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amelia Sari Gumelar; aktivis kesehatan dan Guru Besar FKUI, Nila F Moeloek: sosiolog, Imam Prasodjo; Pemimpin Redaksi Majalah Kartini Bram Tuapattinaya.

Pada malam penganugerahan Kartini Award 2012, diumumkan sejumlah nama yang dinilai layak mendapatkan apresiasi atas kiprahnya sebagai perempuan Indonesia.

Di antara belasan nama perempuan pendobrak dan pendorong semangat, disebutkan sejumlah nama besar dengan peran yang tak kalah besar. Mereka adalah penerima Penghargaan Khusus Kartini Award 2012, yakni perintis dan jurnalis perempuan Siti Latifah Herawati Diah; aktivis lingkungan Dr Ir Erna Witoelar; pendidik dan pakar etika Mien R Uno.

Dalam sambutannya, Ibu Negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan banyak perempuan Indonesia menjadi perintis dan pelopor lahirnya perempuan inspiratif, dan memberikan manfaat luar biasa.

"Perempuan Indonesia bersemangat dan memiliki energi tinggi untuk maju. Penghargaan ini dapat menjadi stimulan dalam upaya memberikan dukungan, semangat, gairah bagi perempuan Indonesia, apresiasi kiprah perempuan Indonesia," jelasnya pada malam penganugerahan Kartini Award 2012 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (23/4/2012).

Menurut Ibu Negara, perempuan Indonesia sudah menikmati kesetaraan. Perempuan Terinspiratif 2012 ini menjadi pembuktiannya.

Jika Kartini membuka jalan emansipasi, maka para perempuan era modern inspiratif ini dapat menjadi energi positif untuk perempuan lainnya mengubah mimpi menjadi nyata dengan keberanian.

"Dunia akan lebih baik jika orang sukses melihat potensi di sekitarnya," ungkapnya mengapresiasi Herawati Diah yang memiliki tekad dan konsistensi memperjuangkan emansipasi, juga Erna Witoelar yang gigih memperjuangkan lingkungan, dan Mien Uno yang selalu bersemangat dalam aktivitasnya di bidang pendidikan etika.

Ibu Negara pun berharap, pada tahun ke depan, penghargaan untuk perempuan dalam kategori politik dan pemerintahan bisa diberikan.

Penyelenggara memutuskan untuk meniadakan kategori ini dikarenakan nama yang diajukan sangat sedikit dan tidak memenuhi kuorum. Selain juga pertimbangan keriskanan melihat bahwa politisi dan birokrat sewaktu-waktu bisa terpeleset dalam masalah korupsi, yang nantinya membuatnya tak mampu memainkan peran sebagai perempuan inspiratif.

Perempuan Terinspiratif penerima Kartini Award 2012:

1. Kategori Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan: Aphrodite Milana Sahusilawane
2. Kategori Kesehatan: Widarti
3. Kategori Sahabat Andalan: Dr Harni Koesnoe, MKM
4. Kategori Sosial: Paini
5. Kategori Olahraga: Lilyana Natsir
6. Kategori Lingkungan: Maria Loretha
7. Kategori Seni Budaya: Seruni Bodjawati
8. Kategori Kreatif: Lulut Sri Yuliani
9. Kategori profesi: Sri Sumarti
10. Kategori Bisnis dan Usaha: Irma Suryati
11. Kategori Inspirasi Perempuan Indonesia: Herawati Diah, Mien Uno, Erna Witoelar
12. Kategori Penghargaan Khusus: Herawati Diah, Mien Uno, Erna Witoelar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar