Sabtu, 28 April 2012

Kunker di Jerman, DPR Belanja di Mal Mewah

Suara Merdeka

28 April 2012
Kunker di Jerman, DPR Belanja di Mal Mewah
 0
 
  1
JAKARTA- Protes mahasiswa Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI)  Nahdlatul Ulama Jerman terhadap tim kunjungan kerja Komisi I DPR dinilai sebagai akumulasi kekecewaan terhadap pola laku anggota dewan.

Pakar psikologi politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengatakan, hal ini sudah mewakili rasa kekecewaan masyarakat.

’’Ini bentuk kekesalan masyarakat terhadap anggota DPR. Kalau dilihat dari kinerja buruk tapi suka memaksa ke luar negeri yang kesannya hanya untuk jalan-jalan,” kata Hamdi, kemarin.

Dari lawatan di Jerman, 23-25 April 2012 oleh 10 anggota Komisi Pertahanan DPR itu disambut dengan aksi walk out Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) setempat.

Rekaman aksi protes itu bisa dinikmati publik secara luas karena diunggah ke situs jejaring sosial YouTube.  Selain itu beredar pula foto-foto anggota DPR  yang sedang kedapatan pelesiran ke Kaufhaus des Westens (KaDeWe) dan galeri Lafayette, pusat perbelanjaan termewah di Kudam, Berlin Barat. Foto tersebut didapatkan anggota PPI yang menguntit perjalanan mereka. 

Sesuai data PPI, rombongan Komisi yang ke Jerman itu di antaranya Tri Tamtomo dari PDI-Perjuangan, Nurhayati Ali Assegaf, Hayono Isman, dan Vena Melinda dari Partai Demokrat.

Tidak Efektif

Ada juga Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain, Muchammad Ruslan, Neil Iskandar Daulay, Tantowi Yahya, dan Yorrys Raweyai dari Partai Golkar. Satu lagi, Luthfi Hasan Ishaaq dari Partai Keadilan Sejahtera.

Sekjen PPI Berlin, Hartono Sugih mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah fakta terkait aktivitas anggota DPR selama kunjungan kerja di Jerman. Selain memergoki anggota DPR yang belanja, PPI juga mencatat bahwa Tim Kunker Komisi I menginap di hotel berbintang lima, yakni Hotel Intercontinental di Berlin.

’’Anggota DPR bahkan ada yang mengajak keluarga dalam kunker di Jerman. Tapi siapa saja detailnya, kami tidak tahu persis,’’ ungkapnya.

Rais Syuriah PCI NU Jerman, Syafiq Hasyim menilai, kunjungan ini kurang efektif. Di samping menghabiskan banyak biaya dengan menempuh perjalanan jauh, kegiatan tersebut dilakukan sangat singkat. “Bisa dibayangkan, apa yang dapat dilakukan dalam satu dua hari di Berlin,” ujarnya

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi I DPR ke Jerman, Hayono Isman mengklaim bahwa kunjungan kerja yang dilakukan berjalan dengan baik dan sukses meskipun menimbulkan kontroversi dan sempat ditolak oleh PPI Berlin.

’’Selaku Ketua Kunker Komisi I, saya cukup puas dengan hasilnya karena target kunker tercapai baik dari fungsi pengawasan maupun menjalankan misi second track diplomacy terhadap jadwal kunjungan PM Merkel Juli 2012,’’ ungkapnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi I ini juga memastikan jika selama kunjungan kerja tersebut tidak ada penyimpangan anggaran.

Oleh karena itu, Hayono menyayangkan sikap PPI Jerman yang melakukan aksi meninggalkan tempat saat usai menyampaikan pesan penolakannya. Seharusnya, PPI duduk bersama para anggota dewan untuk berdiskusi dan berdialog. (J22,H28,dtc-77)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar