Rabu, 25 April 2012

Dukungan Pembangunan PLTU Bermunculan


SUARA PANTURA
25 April 2012
Dukungan Pembangunan PLTU Bermunculan
 0
 
  0
BATANG- Aksi sekelompok masyarakat yang menamakan Paguyuban Rakyat Berjuang untuk Konservasi menolak PLTU disesalkan warga. Itu dibuktikan dengan dipasangnya spanduk dukungan PLTU di Wilayah Kecamatan Kandeman dan Tulis yang dipasang di berbagai tempat.
”Saya sudah investigasi dan mengetahui siapa yang memprovokasi warga. Sebenarnya kondisi warga Desa Ujungnegoro, Karanggeneng, dan Ponowarareng yang bakal dijadikan lokasi PLTU itu aman dan damai. Namun, ada beberapa oknum yang memutarbalikkan dengan menghembuskan isu negatif PLTU, dan orang-orang itu bukan asli warga setempat. Saya yang asli Kandeman-Tulis sepakat dengan warga lain, PLTU di Karanggeneng segera terwujud,” ungkap Ketua Yayasan Peduli Masyarakat Batang (YPMB), H Musyafak Mashadi SE.
Dia menuturkan, oknum-oknum itu sengaja membawa isu lingkungan maupun alasan konservasi, untuk mencari keuntungan pribadi. Cara-cara itu dinilainya, akan merugikan masyarakat Batang.
Mengingat dengan kehadiran PLTU di Batang, maka akan membawa keuntungan banyak bagi daerah dan masyarakat. Dengan kehadiran mega proyek itu akan membawa perubahan pada perekonomian dan masyarakat.
”Jangan diobok-obok dulu, biarkan PLTU dibangun dulu. Tanggung jawab pemerintah dan masyarakat, mengontrol jalannya operasional agar tidak mencemari. Ini kesempatan Batang untuk maju, dan masyarakat meningkat pendapatan maupun kesejahterannya.”
Menyatukan Langkah
H Mashadi, menjelaskan, sejak kehadiran PT Primatexco Indonesia tahun 1972 yang merupakan proyek penanaman modal asing (PMA) Jepang di Batang sampai kini belum ada lagi perusahaan yang masuk. Karena itu, kehadiran PLTU nantinya, akan membawa perubahan signifikan bagi masyarakat.
”Bayangkan saja, PT Primatexco Indonesia yang areal pabriknya seluas 20 hektare, membayar pajak PBB Rp 200 juta. Padahal, PLTU rencananya berdiri di atas lahan seluas 400 ha, jadi akan memberikan kontribusi ke Pemkab Batang sekitar Rp 5 miliar. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Batang untuk bersama-sama menyatukan langkah mendukung PLTU,” tandasnya.
Belum lagi dari kegiatan corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. Karena, itu dia merasa aneh apabila ada orang Batang, tidak mendukung PLTU.
Belum lagi, nanti saat pabrik dibangun belasan ribu pekerja dibutuhkan. Dampak ikutan, tentunya warung-warung makan berdiri, tempat kos bermunculan.
”YPMB mempunyai kewajiban untuk mengawal Batang lebih maju dan masyarakat sejahtera. Karena ini kehadiran PLTU akan menjadikan Batang lebih maju dan makmur.”
Perwakilan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku investor PLTU, H Susilo SH MM menuturkan, penentuan lokasi di Karanggeneng, Ujungngoro, dan Ponowareng sudah melalui penelitian jangka panjang. Itu didukung kajian dan berbagai ahli di bidangnya.
”BPI mengimbangi dengan CSR meliputi bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Semua itu dilaksanakan berdampingan, baik sebelum maupun saat nanti PLTU beroperasional.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar