Senin, 30 April 2012

Brebes – Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Sabtu, April 28th, 2012 | pantura | dilihat 22 views INFOPANTURA.COM – BREBES – Agama Islam mampu berkembang ke seantero negeri akibat mengakomodir budaya setempat. Tidak sedikitpun mengusik tradisi yang menjadi kebiasaan sehari-hari, apalagi memaki-maki. Anehnya, saat ini ada sekelompok orang yang berdakwah dengan menebarkan kebencian dan mengungkit tradisi. Cara-cara berdakwah seperti itu, justru tidak akan pernah berhasil. Demikian dikatakan pengasuh pondok pesantren Buntet Cirebon Prof DR KH Muhammad Abbas Fuad Hasyim saat menyampaikan mauidlotul khasanah pada tabligh akbar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Brebes di alun-alun Brebes, Kamis (26/4) malam. Lebih lanjut Babas (demikian panggilan akrabnya) berdakwah dengan menuding-nuding ajaran itu sesat, bidah, tidak Islami dan membangga-banggakan kelompoknya sebagai yang terbaik, hanya membuat runyam dan merusak ukhuwah. Akibatnya, merugikan diri sendiri dan umat Islam pada umumnya. Peristiwa Isra Miraj telah membukakan mata dan telinga kita, kalau Islam tidak picik dan sangat modern. Ketika memadukan kebaikan yang satu dengan kebaikan yang lain, akan tercipta budaya yang indah, cantik, dan menggemparkan. Janganlah kita terkungkung dengan nostalgia sejarah, sebagai acuan beribadah. Nabi pada Zamannya memakai Jubah, tapi tidak harus kita sholat dengan jubah. Karena yang diutamakan dalam sholat adalah menutup aurat. Islam diterima di Indonesia, karena menghargai tradisi umat Hindu yang terlebih dahulu hidup di Indonesia. Penghargaanya kepada umat Hindu, kita memakai sarung. “Sarung kotak-kotak dan peci hitam adalah pakaian umat Hindu,” kata Babas yang menempa Ilmu hingga mencapai gelar doktornya di India selama 6 tahun. Demikian juga dengan celana dan dasi, adalah pakaian orang eropa yang mayoritas beragama nasrani. “Lalu kita mau pakai apa, kalau hal-hal sepele di perdebatkan terus?” ujar Babas yang disambut aplaus sekitar 10 ribu pengunjung. Islam ditebarkan untuk rahmat bagi seluruh alam. Peristiwa Isra Miraj, menandakan Islam menembus batas langit dan bumi serta akhirat. “Daya nalar tidak bisa berarti kalau tidak sinergi dengan hati,” tandas Babas. Wakil Ketua PC NU Brebes Drs H Sodikin Rachman mengaku bangga dengan kegiatan yang digelar IPNU. Gerak langkah IPNU perlu mendapat apresiasi sebab telah membuat kegiatan positif. PC NU pun menaruh kepercayaan, IPNU bakal menjadi pelanjut estafet kepemimpinan masa depan. Pelanjut generasi yang Islami dan rahmatan lil alamin. Ketua PC IPNU Brebes Husni Mubarak al Hafidz menjelaskan, peringatan Isra Miraj digelar sebagai upaya membangkitkan Pelajar untuk berfikir kritis dan menatap masa depan dengan optimis. Perubahan zaman harus disikapi dengan semangat beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT. Sehingga bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarga, orang lain, bangsa dan Negara. Bupati Brebes dalam sambutannya yang disampaikan Kabag Kesra Setda Brebes H Mabruri SH mengingatkan kepada umat Islam untuk selalu menjaga kondusifitas. Apalagi menjelang Pemilukada, ada berbagai gesekan yang muncul sehingga memicu ketidakharmonisan. Landasan agama, akan mengeliminir terjadinya suasana panas menjadi damai, dan tetap kondusif dalam bingkai NKRI[humas brebeskab.go.id]


Brebes – Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

 |  | dilihat 22 views
INFOPANTURA.COM – BREBES – Agama Islam mampu berkembang ke seantero negeri akibat mengakomodir budaya setempat. Tidak sedikitpun mengusik tradisi yang menjadi kebiasaan sehari-hari, apalagi memaki-maki. Anehnya, saat ini ada sekelompok orang yang berdakwah dengan menebarkan kebencian dan mengungkit tradisi. Cara-cara berdakwah seperti itu, justru tidak akan pernah berhasil.
Demikian dikatakan pengasuh pondok pesantren Buntet Cirebon Prof DR KH Muhammad Abbas Fuad Hasyim saat menyampaikan mauidlotul khasanah pada tabligh akbar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Brebes di alun-alun Brebes, Kamis (26/4) malam.
Lebih lanjut Babas (demikian panggilan akrabnya) berdakwah dengan menuding-nuding ajaran itu sesat, bidah, tidak Islami dan membangga-banggakan kelompoknya sebagai yang terbaik, hanya membuat runyam dan merusak ukhuwah. Akibatnya, merugikan diri sendiri dan umat Islam pada umumnya.
Peristiwa Isra Miraj telah membukakan mata dan telinga kita, kalau Islam tidak picik dan sangat modern. Ketika memadukan kebaikan yang satu dengan kebaikan yang lain, akan tercipta budaya yang indah, cantik, dan menggemparkan.
Janganlah kita terkungkung dengan nostalgia sejarah, sebagai acuan beribadah. Nabi pada Zamannya memakai Jubah, tapi tidak harus kita sholat dengan jubah. Karena yang diutamakan dalam sholat adalah menutup aurat.
Islam diterima di Indonesia, karena menghargai tradisi umat Hindu yang terlebih dahulu hidup di Indonesia. Penghargaanya kepada umat Hindu, kita memakai sarung.  “Sarung kotak-kotak dan peci hitam adalah pakaian umat Hindu,” kata Babas yang menempa Ilmu hingga mencapai gelar doktornya di India selama 6 tahun.
Demikian juga dengan celana dan dasi, adalah pakaian orang eropa yang mayoritas beragama nasrani. “Lalu kita mau pakai apa, kalau hal-hal sepele di perdebatkan terus?” ujar Babas yang disambut aplaus sekitar 10 ribu pengunjung.
Islam ditebarkan untuk rahmat bagi seluruh alam. Peristiwa Isra Miraj, menandakan Islam menembus batas langit dan bumi serta akhirat. “Daya nalar tidak bisa berarti kalau tidak sinergi dengan hati,” tandas Babas.
Wakil Ketua PC NU Brebes Drs H Sodikin Rachman mengaku bangga dengan kegiatan yang digelar IPNU. Gerak langkah IPNU perlu mendapat apresiasi sebab telah membuat kegiatan positif. PC NU pun menaruh kepercayaan, IPNU bakal menjadi pelanjut estafet kepemimpinan masa depan. Pelanjut generasi yang Islami dan rahmatan lil alamin.
Ketua PC IPNU Brebes Husni Mubarak al Hafidz menjelaskan, peringatan Isra Miraj digelar sebagai upaya membangkitkan Pelajar untuk berfikir kritis dan menatap masa depan dengan optimis. Perubahan zaman harus disikapi dengan semangat beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT. Sehingga bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarga, orang lain, bangsa dan Negara.
Bupati Brebes dalam sambutannya yang disampaikan Kabag Kesra Setda Brebes H Mabruri SH mengingatkan kepada umat Islam untuk selalu menjaga kondusifitas. Apalagi menjelang Pemilukada, ada berbagai gesekan yang muncul sehingga memicu ketidakharmonisan. Landasan agama, akan mengeliminir terjadinya suasana panas menjadi damai, dan tetap kondusif dalam bingkai NKRI[humas brebeskab.go.id]
 |  | dilihat 22 views
INFOPANTURA.COM – BREBES – Agama Islam mampu berkembang ke seantero negeri akibat mengakomodir budaya setempat. Tidak sedikitpun mengusik tradisi yang menjadi kebiasaan sehari-hari, apalagi memaki-maki. Anehnya, saat ini ada sekelompok orang yang berdakwah dengan menebarkan kebencian dan mengungkit tradisi. Cara-cara berdakwah seperti itu, justru tidak akan pernah berhasil.
Demikian dikatakan pengasuh pondok pesantren Buntet Cirebon Prof DR KH Muhammad Abbas Fuad Hasyim saat menyampaikan mauidlotul khasanah pada tabligh akbar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Brebes di alun-alun Brebes, Kamis (26/4) malam.
Lebih lanjut Babas (demikian panggilan akrabnya) berdakwah dengan menuding-nuding ajaran itu sesat, bidah, tidak Islami dan membangga-banggakan kelompoknya sebagai yang terbaik, hanya membuat runyam dan merusak ukhuwah. Akibatnya, merugikan diri sendiri dan umat Islam pada umumnya.
Peristiwa Isra Miraj telah membukakan mata dan telinga kita, kalau Islam tidak picik dan sangat modern. Ketika memadukan kebaikan yang satu dengan kebaikan yang lain, akan tercipta budaya yang indah, cantik, dan menggemparkan.
Janganlah kita terkungkung dengan nostalgia sejarah, sebagai acuan beribadah. Nabi pada Zamannya memakai Jubah, tapi tidak harus kita sholat dengan jubah. Karena yang diutamakan dalam sholat adalah menutup aurat.
Islam diterima di Indonesia, karena menghargai tradisi umat Hindu yang terlebih dahulu hidup di Indonesia. Penghargaanya kepada umat Hindu, kita memakai sarung.  “Sarung kotak-kotak dan peci hitam adalah pakaian umat Hindu,” kata Babas yang menempa Ilmu hingga mencapai gelar doktornya di India selama 6 tahun.
Demikian juga dengan celana dan dasi, adalah pakaian orang eropa yang mayoritas beragama nasrani. “Lalu kita mau pakai apa, kalau hal-hal sepele di perdebatkan terus?” ujar Babas yang disambut aplaus sekitar 10 ribu pengunjung.
Islam ditebarkan untuk rahmat bagi seluruh alam. Peristiwa Isra Miraj, menandakan Islam menembus batas langit dan bumi serta akhirat. “Daya nalar tidak bisa berarti kalau tidak sinergi dengan hati,” tandas Babas.
Wakil Ketua PC NU Brebes Drs H Sodikin Rachman mengaku bangga dengan kegiatan yang digelar IPNU. Gerak langkah IPNU perlu mendapat apresiasi sebab telah membuat kegiatan positif. PC NU pun menaruh kepercayaan, IPNU bakal menjadi pelanjut estafet kepemimpinan masa depan. Pelanjut generasi yang Islami dan rahmatan lil alamin.
Ketua PC IPNU Brebes Husni Mubarak al Hafidz menjelaskan, peringatan Isra Miraj digelar sebagai upaya membangkitkan Pelajar untuk berfikir kritis dan menatap masa depan dengan optimis. Perubahan zaman harus disikapi dengan semangat beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT. Sehingga bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarga, orang lain, bangsa dan Negara.
Bupati Brebes dalam sambutannya yang disampaikan Kabag Kesra Setda Brebes H Mabruri SH mengingatkan kepada umat Islam untuk selalu menjaga kondusifitas. Apalagi menjelang Pemilukada, ada berbagai gesekan yang muncul sehingga memicu ketidakharmonisan. Landasan agama, akan mengeliminir terjadinya suasana panas menjadi damai, dan tetap kondusif dalam bingkai NKRI[humas brebeskab.go.id]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar