Kamis, 26 April 2012

Puluhan Bendung Pengairan Rusak


SUARA PANTURA
26 April 2012
Puluhan Bendung Pengairan Rusak
  • Produksi Padi Turun
 0
 
  0
BUMIAYU- Puluhan bangunan bendung pengairan di wilayah selatan Kabupaten Brebes, saat ini rusak dengan kategori ringan sampai rusak berat. Jika tidak segera dibenahi, kerusakan itu berpotensi mengganggu ketahanan pangan.
Di Kecamatan Bumiayu, bendung kategori rusak berat di antaranya terjadi di Bendung Jembat dan Kedungdinding di Desa Pruwatan Kecamatan Bumiayu. Dari pantauan, badan bendung Jembat berongga sehingga mengakibatkan pasokan air irigasi untuk 125 hektare sawah terganggu. Sementara sayap bendung Kedungdinding, jebol sehingga air tidak mengalir ke saluran irigasi.
Ketua P3A Dinding Bangun Sejahtera, Munir mengatakan, kerusakan bendung membawa dampak pada kesejahteraan petani. "Sudah hampir empat bulan saluran irigasi Kedungdinding terhenti. Produksi padi mengalami penurunan sampai 50 persen lebih karena sistem pengairan terganggu," kata dia, kemarin.
Informasi lain yang diperoleh Suara Merdeka menyebutkan, sejumlah bendung di Kecamatan Sirampog juga mengalami kerusakan yang cukup parah, di antaranya Bendung Siroyom (Desa Melayang), Bendung Jeruk (Desa Plompong).
"Sudah lama rusak. Irigasi masih berfungsi hanya tidak maksimal," kata Kades Plompong, Ihya Ulumudin SAg.
Dia berharap, kerusakan bendung dapat segera ditanggulangi karena tidak hanya menyebabkan produksi turun, tapi juga berpotensi menimbulkan konflik.
"Kalau kemarau petani rebutan air, rawan konflik," kata dia. Bangunan bendung pengairan rusak lainnya terdapat di Kecamatan Tonjong, yakni Bendung Wungkal dan Bendung Igir Sempu.  
Bencana Alam
Data diperoleh, luas areal pertanian di selatan Kabupaten Brebes mencapai 17.664,5 hektare terdiri atas sawah irigasi teknis 6.716 hektare, irigasi setengah teknis 2.906 hektare dan irigasi sederhana 8.042 hektare. Luas areal pertanian itu ditopang oleh lebih kurang 81 bendung dengan panjang saluran induk 328,205 kilometer.  
Kepala Dinas Pengairan ESDM Kabupaten Brebes H Masruri ST MT melalui Kepala UPTD Pemali Hulu Tasali mengakui sejumlah bangunan pengairan dalam kondisi rusak sehingga fungsinya kurang maksimal. Hasil inventarisasi menyebutkan, sebanyak 15 bendungan rusak berat, dan 20 bangunan lainnya rusak ringan. Menurutnya, kerusakan infrastruktur pertanian tersebut disebabkan banyak faktor di antaranya usia bendung yang sudah tua dan faktor bencana alam.
Pemkab, lanjutnya, terus melakukan perbaikan secara bertahap dengan menggunakan skala prioritas. "Pemkab juga berkoordinasi dengan Pemprov mengingat anggaran di kabupaten yang terbatas. Dana perbaikan satu bendung bisa mencapai Rp 300 juta," katanya. Di bagian lain, Tasali mengajak kepada para petani, P3A, untuk bersama-sama merawat infrastruktur pertanian agar fungsinya selalu terjaga. (H51-74)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar