Jumat, 20 April 2012

Napabale, Danau Air Asin nan Eksotis di Sulawesi Tenggara


Napabale, Danau Air Asin nan Eksotis di Sulawesi Tenggara
Kamis, 19 April 2012
Foto: bd/dtc
(Berita Daerah - Sulawesi) Ada danau unik di Sulawesi Tenggara, Danau Napabale namanya. Danau ini cukup unik karena memiliki air yang asin. Yuk, datang langsung ke sana.

Danau Napabale merupakan danau air asin yang berada di kaki bukit Desa Lohia, Muna, Sulawesi Tenggara. Danau ini bersebelahan dengan laut yang dihubungkan dengan terowongan alam sepanjang 30 meter dengan lebar 9 meter.

Terowongan alam yang ada di Danau Napabale, merupakan pemasok air danau yang berasal dari laut. Oleh karena itu, air Danau Napabale pun terasa asin. Selain sebagai pemasok air, terowongan juga asyik dijadikan tempat wisata, dan sering dilewati para pelancong yang datang.

Foto: bd/dtc
 
Jika Anda datang pada saat air surut, terowongan tersebut bisa ditelusuri dengan menggunakan perahu pincara. Tapi jangan sekali-kali mencoba saat air laut sedang pasang, karena terowongan tersebut akan tertutup air.

Mengunjungi Danau Napabale, berarti Anda akan menikmati dua pesona wisata alam sekaligus, yaitu danau dan pantai. Dari danau, Anda bisa menikmati indahnya pemandangan berupa hamparan pepohonan yang menyejukkan.

Kegiatan paling asyik untuk menikmati Danau Napabale adalah dengan berlayar atau pun menyelam. Wisatawan yang datang bisa berlayar menggunakan sampan atau perahu yang disewakan oleh nelayan di sekitar danau. Cukup dengan membayar Rp 50.000, Anda sudah bisa menikmati keindahan alam Danau Napabale dari atas sampan.

Foto: bd/dtc

 
Untuk Anda yang hobi menyelam, jangan lewatkan juga kesempatan untuk menyaksikan pemandangan bawah air Danau Napabale yang menakjubkan. Puas menikmati suasana danau, Anda bisa menyeberang melewati terowongan menuju tepi pantai.

Eits, tapi jangan puas dulu dengan keliling danau dan bermain di pantai, masih ada kegiatan seru lain yang bisa Anda lakukan, yaitu telusur gua. Tak jauh dari Danau Napabale, ada objek wisata berupa situs purbakala, Gua Layang-layang namanya. Jika masuk ke dalam gua, wisatawan bisa melihat lukisan-lukisan hasil karya manusia zaman prasejarah.

Foto: bd/dtc

 
Penasaran ingin berkunjung langsung? Caranya mudah, Anda bisa berangkat dari Pelabuhan Raha atau Bandara Walter Mongonsidi. Dari Pelabuhan Raha, wisatawan bisa menggunakan perahu kecil menuju Teluk Muna. Waktu tempuh pun sangat singkat, hanya 15 menit.

Jika memulai perjalanan dari Bandara Walter Mongonsidi yang berada di Kota Kendari, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Bandara Sugimanuru di Muna. Tunggu apalagi? Segera masukan Danau Napabale sebagai alternatif liburan panjang Anda nanti.
(Putri Rizqi Hernasari/SNS/bd-dtc)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar