Rabu, 18 April 2012

Jembatan Pemali Rusak, Jalur Pantura Brebes Macet


18 April 2012 | 16:42 wib
Jembatan Pemali Rusak, Jalur Pantura Brebes Macet
 0
 
  6
BREBES, suaramerdeka.com - Arus lalu lintas di jalur pantura Kota Brebes mengalami kemacetan panjang, Rabu (18/4). Antrean kendaraan dari arah barat (Cirebon) menuju arah timur (Tegal) mengular hingga beberapa kilometer. Kemacetan itu terjadi akibat kondisi jembatan Sungai Pemali di sisi sebelah utara rusak.
Hingga berita ini ditulis antrean kendaraan masih terjadi, bahkan semakin panjang. Pantauan di lapangan, kemacetan arus lalu lintas di jalur pantura itu mulai terjadi sekitar pukul 10.00, ketika volume kendaraan dari arah barat mulai meningkat. Titik kemacetan berawal dari jembatan Sungai Pemali.
Hal itu dipicu kondisi jembatan yang memprihatingkan. Kerusakan terjadi di alas jembatan yang terbuat dari plat baja. Sejumlah plat baja disisi sebelah kanan lepas dan ambles. Keadaan itu membahayakan kendaraan yang melintas. Untuk memberi tanda jalan rusak, di titik kerusakan dipasang papan penghalang.
Akibatnya, badan jalan di atas jembatan menyempit. Keadaan itu membuat kendaraan yang melintas harus pelan dan bergiliran. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga depan Rumah Sakit Bakti Asih, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Bahkan, sesekali roda kendaraan berhenti total.
Kondisi demikian dikeluhkan para pengguna jalan. Apalagi, kerusakan jembatan Pemali sudah lama, tetapi hingga kini belum ada penanganan yang serius.
"Sebenarnya kerusakan di jembatan Pemali ini sudah lama. Sebelumnya memang jembatan ini dibongkar total dan diperbaiki. Namun, baru beberapa bulan selesai, jembatan rusak lagi. Aspal mengelupas, sehingga plat baja untuk alas jembatan terlihat," keluh Iwan (32), salah seorang pengguna jalan asal Kecamatan Wanasari, Brebes, Rabu (18/4).
Menurut dia, kini kerusakan jembatan Pemali semakin parah. Plat baja untuk alas banyak yang lepas las pengikatnya. Bahkan, beberapa bagian ada yang ambles. Jika itu dibiarkan sangat berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas. "Akibat kerusakan ini, arus lalu lintas menjadi macet. Warga yang dirugikan," tandasnya.
( Bayu Setiawan / CN26 / JBSM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar