Jumat, 17 Februari 2012

Tujuan dan Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Tujuan Dan Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Dalam kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan apa yang disampaikan oleh Syaikh DR. Kholid bin Abdil karim dalam kitabnya mafatih tadabburil qur’an tentang 5 tujuan yang harus ada dalam diri kita ketika kita membaca Al Qur’an, % tujuan tersebut terangkum dalam kata Tsumma Sya’’a. Lalu adakah kelima tujuan tersebut dalam diri kita? Huruf apa saja yang terdapat dalam kata tersebut?
Tsa – Mim – Mim – Syin
1. Tsa adalah tsawaab yang artinya pahala. Hal ini wajar jadi tujuan kita karena Rasulullah saw telah bersabda:
عن ابن مسعود رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “من قرأ حرفا من كتاب الله فله حسنة والحسنة بعشر أمثالها لا أقول الم حرف ولكن ألف حرف ولام حرف وميم حرف. رواه الترمذى
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat. (Rasulullah bersabda) saya tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, Namun alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” Tirmidzi, hasan shahih.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الماهر بالقرآن مع السفرة الكرام البررة ، والذي يقرأ القرآن ويتتعتع فيه وهو عليه شاق له أجران. رواه البخارى
“Orang yang mahir membaca Al Qur’an maka ia akan bersama malaikat yang mulia lagi berbakti. Adapun orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata, lagi susuah payah maka ia mendapatkan dua pahala” Bukhari
الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة. رواه احمد وصححه احمد شاكر
“Shaum dan Al Qur’an akan memberikan syafaat lepada seorang hamba pada hari kiamat…”Ahmad. Dishahihkn oleh S.Ahmad Syakir.
2 & 3. Mim dan Mim adalah Munajat dan Masalah yaitu untuk bermunajat dan memohon kepada Allah Ta’ala, Rasulullah Saw bersabda:
الله أشد أُذُناً إلى الرجل الحسن الصوت بالقرآن يجهر به من صاحب القينة إلى قينته. رواه ابن ماجه
“Allah lebih menyimak bacaan Al Qur’an seseorang yang bagus dan keras suaranya daripada pecinta nyanyian yang mendengarkan nyanyiannya.” HR. Ibnu Majah. Ibnul Mubarok pernah bertanya lepada Sufran Ats Tsauri:
سألت سفيان الثوري قلت : الرجل إذا قام إلى الصلاة أي شيء ينوي بقراءته وصلاته ؟ قال : ينوي أنه يناجي ربه
Seseorang yang melaksanakan shalat, apa yang ia niatkan dengan bacaan dan shalatnya? Maka beliau menjawab: “Hendaknya ia berniat bahwa ia sedang bermunajat kepada Rabb-nya”. (Ta’dzimu Qadris shalat). Seorang muslim hendaknya selalu menghadirkan tujuan ini agar ia bisa merasakan kenikmatan dan kelezatan membaca Firman-firman Allah Ta’ala, yaitu dengan menghadirkan perasaan bahwa Allah senantiasa melihatnya, mendengar bacaannya, memujinya dan membanggakannya dihadapan malaikat-Nya yang terdekat. Ia merasa seakan-akan Allah sedang berdailog langsung dengannya.
وعن حذيفة رضي الله عنه قال : ” صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم ذات ليلة فافتتح البقرة فقرأها ، ثم النساء فقرأها ، ثم آل عمران فقرأها ، يقرأ مترسلا ، إذا مر بآية فيها تسبيح سبح ، وإذا مر بسؤال سأل ، وإذا مر بتعوذ تعوذ.
Dari Hudzaifah ra ia berkata: “Pada suatu malam saya pernah shalat bersama Nabi saw maka beliau memulai surat al baqarah dan membacanya hingga selesai, kemudian surat an nisa dan membacanya hingga selesai. Lalu surat ali imran dan membacanya hingga selesai. Beliau membacanya dengan perlahan-lahan. Apabila beliau melewati ayat yang mengandung tasbih beliaupun bertasbih. Dan apabila melewati ayat ayat yang mengandung permohonan maka beliaupun berdoa. Dan apabila beliau melewat ayat yang mengandung perlindungan maka beliaupun meminta perlindungan.”
4. Syin: Syifaau, yaitu ketika kita membaca Al Qur’an hendaknya kita bertujuan untuk berobat dengannya, Hal ini karena Allah Ta’ala telah berfirman yang artinya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
“Hai manusia, sesungguhnya talah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) didalam dada dan petunjuk serta Ramat bagi orang-orang yang beriman” Yunus:57.
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan Ramat bagi orang-orang beriman. Dan Al Qur’an itu tidaklah menambah bagi orang-orang yang dzalim selain kerugian” Al Israa : 82.
قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاء
“Katakanlah: ‘Al Qur’an itu adalah petunjuk dan obat penawar bagi orang-orang yang beriman” Fushshilat : 44
Al Qur’an adalah obat bagi hati dari berbagai penyakit, baik penyakit syahwat maupun syubhat, dan bahkan Al Qur’an dengan idzin Allah bisa mengobati penyakit-penyakit yang lainnya. Dalam Silsilah al ahadits ash shahihah disebutkan sebuah hadits dari Rasulullah saw:
خير الدواء القرآن
“Sebaik-baik obat adalah Al Qur’an”
وعن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل عليها وامرأة تعالجها ، أو ترقيها ، فقال : عالجيها بكتاب الله
Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw pernah menemuinya saat ia sedang diobati atau diruqyah oleh seorang perempuan. Maka beliau bersabda Obatilah ia dengan Al Qur’an.
Penyembuhan dengan Al Qur’an dapat diperoleh melalui dua hal. Pertama: membacanya ketika shalat, terutama diwaktu malam yang akhir dengan menghadirkan niat berobat. Kedua: Ruqyah dengan menggunakan Al Qur’an. Ludah yang keluar daari bacaan ayat-ayat al Qur’an memiliki pengaruh yang besar bagi kekuatan dan kebugaran, kesehatan dan kesembuhan yang tidak dapat dicapai oleh raciman daun-daunan apapun atau ramuan apotek manapun.
Wallhu A’lam bis-Shawab.
Sumber: Syaikh Dr. Kholid bin Abdil Karim (kitab mafatih tadabburil qur’an)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar