Rabu, 08 Februari 2012

Manfaat Keberagaman Budaya 4

Membangkitkan Potensi Seni dan Budaya Tangsel
08 Juli 2011
SEBAGAI kota yang baru berdiri, Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki seni dan budaya yang beragam. Sayangnya, Kota Tangsel belum memiliki budaya asli daerah. Warganya pun masih banyak yang belum mengetahui secara luas seni dan budaya di kota berpopulasi lebih dari 1 juta jiwa ini. Oleh sebab itu, Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tangsel menggelar acara Festival Seni Budaya dan Wisata Kuliner di halaman Taman Kota II, BSD City, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, (23/6).

Bertujuan memperkenalkan kesenian dan budaya Kota Tangsel, acara ini diawali dengan arak-arakan berbagai kesenian daerah dan secara resmi dibuka oleh Sekertaris Daerah Kota Tangsel, Dudung E Direja. Selain memperkenalkan seni dan budaya Kota Tangsel, acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut diramaikan juga puluhan stan-stan yang menampilkan makanan, seperti kerak telor, kue rangi, sate bandeng, tahu serpong, dodol, putu dan lainnya.

Menurut Kepala Kantor Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangerang Selatan, Sigit Widodo Nugroho Hadi, festival ini menjadi ajang yang sangat penting untuk memperkenalkan seni budaya dan kuliner Kota Tangsel. Sigit pun menyadari sejumlah kesenian budaya yang dipentaskan merupakan adopsi dari daerah lain. Seperti budaya palang pintu dari Betawi, tari keprok dari Sunda hingga kesenian reog dari Ponorogo. “Memang kesenian budaya Tangsel multietnis, tetapi sebagai warga Tangsel kita juga harus mengetahui keberagaman tersebut,” kata Sigit.

Sigit menambahkan, festival seni budaya dan wisata kuliner yang pertama kali diadakan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempromosikan Kota Tangsel lewat seni dan budayanya. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk mengenal Kota Tangsel. Disamping itu, keberagaman seni budaya yang multietnis ini perlu dijaga dan dilestarikan sebagai benteng memperkokoh budaya asli dari pengaruh budaya yang datang dari luar. “Kita harus menjaga dan melestarikannya dengan baik, jangan sampai terkikis. Dan saya berharap Tangsel mempunyai kebudayaan asli daerah,” ujar Sigit.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten, Egy Djanuiswati mengatakan, kegiatan ini diharapkan terus diselenggarakan setiap tahun guna menjaga kebudayaan khas Tangerang Selatan yang multietnis. Ke-khasan suatu daerah harus selalu terjaga dan menjadi ikon yang dapat menjadi daya tarik sebagai daerah tujuan wisata. “Kita berharap kedepannya Tangsel yang identik sebagai Singapura-nya Banten akan menjadi kota urbanis dengan keberagaman budaya multietnis yang dapat diperhitungkan,” tutup Egy.  (GALIH)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar