Jumat, 17 Februari 2012

Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme

Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme
Pasti di dunia ini tidak jauh dengan konflik,meskipun kita tidak bersalah,pasti kita akan mendapat masalah ,jadi wajar saja kalau kita mendapat masalah, itu namanya hidup,kalau tidak ada masalah itu hidupnya di akhirat.
Menurut saya seharusnya Prasangka, Diskriminasi, dan Etnosentrisme sudah tidak ada di dunia dengan ditingkatkannya perdamaian dan kerjasama yang kokoh dunia ini akan abadi dan tentram. Dengan begitu dunia menjadi nyaman untuk ditinggali manusia, tanpa harus merasa was – was manusia bisa hidup nyaman.
Bentuk dan contoh diskriminasi
Munculnya prilaku diskriminasi lebih disebabkan oleh adanya penyimpangan ndividual.Penyimpangan ini biasanya dilakukan oleh orang yang telah mengabaikan dan menolak norma-norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.Orang seperti itu biasanya mempunyai kelainan/mempunyai penyakit mental sehingga tak dapat mengndalikan dirinya.
Sebetulnya sikap dari etosentrisme tidak slamanaya bercitra buruk, sikap etosentrisme semestinya ada dalam diri setiap manusia sebagai contoh keuntungan etosentrisme adalah semisal jika ada konflik antar beberapa kelompok, maka anggota kelompok akan saling mendukung. Hal ini di sebut juga dengan etnosentrisme fleksibel yang memiliki pengertian: Seseorang yang memiliki etnosentrisme ini dapat belajar cara-cara meletakkan etnosentrisme dan persepsi mereka secara tepat dan bereaksi terhadap suatu realitas didasarkan pada cara pandang budaya mereka serta menafsirkan perilaku orang lain berdasarkan latar belakang budayanya.
Oleh karena itu sebaiknya sikap etnosentrisme ini kita harus meng arahkannya ke arah etosentrisme yang fleksibel, agar tidak terjadinya kesalah pahaman dalam berkomunikasi.
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
Sebuah ilmu adalah bekal hidup kita untuk mencapai kesuksesan. Ilmu tersebut akan dibawa dan terbawa dimanapun kita berada. Ilmu tidak hanya pelajaran (akademik) saja, tetapi juga non-akademik seperti pengetahuan umum yang tidak dipelajari di jenjang pendidikan seperti sekolah, kuliah. Semakin banyak ilmu yang kita punya, semakin banyak teman-teman kita yang belajar dengan kita. Olahraga pun juga disebut ilmu, misalkan Sea Games yang diadakan di Indonesia saat ini.
Tentu saja untuk meraih sebuah ilmu membutuhkan suatu kecanggihan atau teknologi. Dengan teknologi yang canggih, akan mempermudah kita untuk semakin cepat meraih ilmu yang kita ingin dalami. Saya beri contoh yang paling sering kita perhatikan: Handphone. Zaman dahulu kala sangat susah untuk berkomunikasi dengan teman kita yang dekat maupun jauh. Masih mengirim pesan dengan surat melalui pos.
Sekarang zaman sudah berbeda. Mengirim sms bisa melalui handphone, bahkan melalui computer dengan adanya program dan standar koneksi internet saja sudah bisa mengirim sms. Dari cerita disini terbukti bahwa kecanggihan teknologi sangat memudahkan kita. Untuk memperdalam kecanggihan teknologi tentunya kita juga harus belajar untuk memahaminya.
Sayangnya kemiskinan juga masih banyak di sekitar kita. Tidak mampu untuk membeli kebutuhan utama seperti makanan, pakaian, pendidikan dan kesehatan. Permasalahan dalam keuangan dan pendidikan adalah faktor utama dari timbulnya kemiskinan. Uang adalah segalanya. Dengan uang, kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan. Begitu juga dengan meraih ilmu. Hidup itu keras, zaman sekarang orang yang punya segalanya, dialah yang berkuasa. Kecanggihan ilmu teknologi tidak / bahkan jarang masuk ke ruang lingkup kemiskinan disebabkan karena keterbatasan finansial dan pendidikan. Seharusnya pemerintah melakukan pergerakan untuk mengurangi kemiskinan ini dan harus memikirkan dan mengutamakan kepentingan kesejahteraan rakyat, jangan hanya ingin berkomunikasi atau berjabat tangan dengan yang sederajat saja.

Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
"Orang desa dan Orang kota" kalimat ini selalu disinggung dalam suatu pelapisan sosial masyarakat di indonesia.sebenarnya masyarakat yang hidup di pedesaan tidak begitu berbeda dengan masyarakat yang hidup di perkotaan karena kita tahu bahwa suatu kota tidakan langsung menjadi kota jika belum ada pedesaan,jadi masyarakat perkotaan mayoritasnya adalah orang desa.namun banyak juga yang telah melebur menjadi orang kota dari dampak suatu globalisasi.

sebenarnya masyarakat pedesaan dan perkotaan memilki tugas masing-masing dalam negara ini,dimana masyarakat pedesaan yang tidak terlalu memikirkan penampilan namun selalu bekerja keras cocok bekerja di bagian produksi. sedangkan masyarakat perkotaan yang lebih terlihat rapih dan lebih condong sebagai pemikir cocok sebagai pengatur dari suatu produksi tersebut.

lingkunganlah yang membuat masyarakat indonesia terdiri dari mayarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan tapi diantaranya memilki kelebihan masing-masing.

Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat
Walaupun negara kita sudah menjadi negara yang cukup modern,kita mengetahui bahwa masih ada pelapisan sosial diantara masyarakat Indonesia seperti Zaman kerajaan yaitu dimana ada budak dan Raja.Seharusnya hal ini sudah tidak perlu dihiraukan lagi karena terdapat dalam UU bahwa kedudukan kita sama didepan hukum tapi nyatanya orang yang memiliki seragam mendapatkan kekuasaan lebih.

Inilah yang perlu kita hindari dalam suatu pelapisan sosial dalam masyarakat,jangan jadikan seseorang yang salah menjadi benar karena memiliki derajat yang lebih tinggi cuman karena memiliki harta.Pelapisan sosial sesungguhnya hanya untuk membedakan siapa yang berhak dan siapa yang tidak berhak,dan juga siapa yang memiliki kewajiban dan sebaliknya bukan semata-mata hanya mengikuti keegoisan karena memiliki jabatan tertinggi dan melupakan kewajiban.

orang yang memiliki senjata dan orang yang tidak memilki senjata akan memiliki derajat yang sama didepan hukum tinggal kita lihat siapa yang yang bersalah dan siapa yang tidak bersalah tapi itu sudah jarang sekali terjadi di ibukota dimana orang yang paling kaya adalah orang yang memiliki derajat tertinggi.

Warganegara dan Negara
Warga negara dan Negara adalah suatu kesatuan dalam kehidupan kita sehari-hari.pernahkah kita lihat suatu negara tanpa ada warga negara atau sebaliknya warga negara tetapi tidak memiliki kewarganegaraan.Itulah mengapa warga negara dan negara adalah satu kesatuan karena ada hubungan timbal balik dari keduanya.

Negara memiliki suatu hukum yang tertulis maupun tidak tertulis itu semata-mata untuk mengatur dan mensejahterakan warganya.Dan seorang warga negara pun berjuang keras dalam suatu perlombaan internasional semata-mata untuk mengharumkan nama negaranya.Kitapun tahu siapa yang akan membangun negara ini jika bukan kita sendiri sebagai warga negara Indonesia,selama ini kita sudah salah menilai negara ini karena perilaku pemerintahnya,jadi bukan suatu alasan untuk membenci Indonesia melainkan untuk membuat rencana bagaimana negara ini kedepannya sehingga tidak rusak oleh orang-orang yang tidak melihat kesejahteraan rakyatnya melainkan kesejahteraan keluarganya sendiri.

Indonesia memiliki warga negara yang sifatnya beragam,dan jadikanlah ini suatu kelebihan dari negara kita ini bukan menjadi suatu halangan.

Pemuda dan Sosialisasi
1. Pemuda
Seseorang yang masih muda namun bukan seseorang yang masih duduk di bangku SD dan SMP bisa disebut PEMUDA.Menurut saya akhir-akhir ini pemuda semakin pasif dalam hal positif di tanah tercinta kita ini dan semakin marak saja dalam hal-hal yang tidak berguna.Pemuda seharusnya sebagai pembangun negara di masa datang tapi saat ini hanya segelintir kelompok pemuda saja yang masih memiliki impian untuk negara yang lebih baik.Dan SUMPAH PEMUDA adalah awal dari pergerakan pemuda di Indonesia.
2. Sosialisasi
Adalah suatu proses penyebaran atau penanaman kebiasaan dari suatu suatu kelompok kepada orang-orang sekitarnya.Sosiaisasi dikategorikan dalam dua jenis,yaitu formal dan informal.Formal yaitu sosialisasi yang dilakukan oleh beberapa lembaga-lembaga yang bersifat formal yang biasanya sesuai dengan perarturan suatu negara.Sedangkan Informal adalah sosialisasi yang dilakukan oleh kerabat dekat seperti teman atau sahabat,inilah yan perlu kita waspadai sebagai pemuda karena sosialisasi ini banyak mempenaruhi kehidupan para pemuda Indonesia.Ada beberapa agen sosialisasi yaitu keluarga,teman dan sekolah atau lembaga-lembaga lainnya.
Jadi,kita harus menjadi seorang pemuda yang berguna untuk membangun bangsa kita kelak dan dapat mensosialisasikan hal-hal yang baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar