Minggu, 12 Februari 2012

Dukaku, Empatiku

Tuesday, November 04, 2003

Agus Gigi Yulianto, warga kelompok suporter Pasoepati Jakarta, berasal dari Solo dan berkarier di Departemen Keuangan Republik Indonesia, berkenan menuliskan empatinya terhadap Keluarga Besar SMK I Yapemda Sleman.

From :agus gigi yulianto
Subject : trenyuh atas musibah smk yapemda

Jauh di lubuk hati yang paling dalam, saya merasa trenyuh dan sangat berduka atas musibah yang menimpa keluarga besar SMK I Yapemda Sleman itu.

Sebagai orang tua, saya ikut merasa kehilangan atas kepergian mereka. Bagaimana tidak, usaha mati2an yangdilakukan agar anak2 bisa sekolah yang tinggi ternyata terhenti di sini, di atas kobaran api....!

Orang tua mana yang tidak shock bila buah hatinya pergi secepat ini.
Oleh karena itu, saya ikut berbela sungkawa atas musisbah itu.

Ya Allah Yang Maha Mengetahui, sesungguhnya Engkau tidak menguji umatMu melainkan di dalam batas kemampuan. sesungguhnya Engkau tidak memberi ujian
kepada umatmu melainkan kepada sebuah kebaikan.

Terimalah amal ibadah mereka yang telah Engkau panggil mendahului kami. Berilah kekuatan dan ketabahan kepada yang ditinggalkan. kuatkanlahkeyakinan kami atas kebenaran ujianmu melalui musibah ini. dan teguhkanlah prasangka baik kami kepadaMu.

Amin

--gigi--


Friday, October 17, 2003

Suratku untuk Bapak Edi Wibowo, Kepala Sekolah dan Keluarga Besar SMK I Yapemda, Tanjungtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta : Saya ikut berdukacita atas musibah yang sungguh luar biasa ini. Terlampir, suratku pula untuk warga Posko Psikologi Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta.

Wonogiri, 17 Oktober 2003


Kepada Yth.
Bapak Edi Wibowo
Kepala Sekolah dan Seluruh Keluarga Besar
SMK I Yapemda Sleman - Yogyakarta


Dengan hormat,
Semoga Bapak, para guru dan peserta didik, dan seluruh keluarga besar SMK I Yapemda Sleman, Yogyakarta, senantiasa dikaruniai kesehatan, kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi musibah yang sungguh luar biasa untuk dirasakan saat ini dan pada hari-hari mendatang.

Saya sebagai warga Wonogiri yang pernah bersekolah di Yogya (STM 2 Jetis), sangat ikut merasakan keterkejutan, rasa miris, dan rasa sedih yang mendalam atas musibah hebat yang melanda keluarga besar SMK I Yapemda Sleman ini.

Saya ikut berduka cita atas kepergian anak didik Anda dan rekan guru Anda.

Saya ikut berduka cita untuk Bapak Edi, seluruh guru, para peserta didik, dan keluarga dan warga yang mereka tinggalkan. Seperti AA Gym bilang, musibah ini mungkin keputusan terbaik yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih, akan senantiasa membimbing kita semua. Amien.

Selain itu, dalam ikut mencoba meringankan Anda semua, saya telah membangun situs blog di Internet, namanya :

Dukaku, Empatiku…: Untuk SMK I Yapemda Sleman, Yogyakarta.
Alamat /URL : http://empati.blogspot.com.

Saat ini saya sedang menghimpun ucapan dan empati, dari lingkungan terdekat saya, untuk keluarga besar SMK I Yapemda, Sleman, Yogyakarta, yang sedang berduka.

Bila Bapak Edi berkenan, untuk ikut menunjang proses melepaskan perasaan tertekan (katarsis) mereka, situs saya bersedia menampung ungkapan, uneg-uneg, atau catatan isi perasaan, para siswa/guru/keluarga yang kini dalam kesedihan. Tanpa biaya apa pun. Ungkapan itu dapat Anda kirimkan via pos, tetapi lebih baik bila terkirim lewat e-mail ke alamat : humorline@plasa.com, subjeknya silakan tulis Katarsis SMK I Yapemda.

Semoga ucapan dan tawaran kecil ini ada manfaatnya. Selamat bertugas saya ucapkan untuk Bapak Edi Wibowo dan seluruh guru di SMK I Yapemda, Sleman, Yogyakarta.

Hormat saya,


Bambang Haryanto
Penggiat Pemanfaatan Internet Untuk Komunikasi dan Edukasi
Pemegang Rekor Muri sebagai Pencetus Hari Suporter Nasional 12 Juli
Penulis buku Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati (dalam pertimbangan penerbit).
E-mail : humorline@plasa.com


Lampiran : Suratku suratku untuk warga Posko Psikologi, Fakultas Psikologi UGM, yang membaktikan pengetahuan, keahlian dan hati mulianya untuk ikut meringankan beban keluarga besar SMK I Yapemda yang terkena musibah. Salut untuk Yuri Wibowo dkk !


Wonogiri, 17 Oktober 2003


Yth. Mas Yuri Wibowo
Dan Seluruh Kerabat Fakultas Psikologi UGM
d.a. Posko Psikologi SMK I Yapemda Sleman
Yogyakarta


Dengan hormat,

Semoga Anda dan seluruh relawan dalam Posko Psikologi Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta, senantiasa dikaruniai kesehatan, kesabaran dan keteguhan dalam kegiatan bhakti mulia Anda di SMK I Yapemda, Sleman, Yogyakarta.

Sebagai warga Wonogiri yang pernah bersekolah di Yogya (STM 2 Jetis), saya ikut merasakan keterkejutan, miris, dan sedih yang mendalam atas musibah hebat yang melanda keluarga besar SMK I Yapemda Sleman ini. Saya ikut berduka cita kepada mereka. Seperti AA Gym bilang, musibah ini mungkin keputusan terbaik yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga yang ditinggalkan dikaruniai tawakal olehNya.

Selain itu, saya juga mengucapkan salut atas aksi mulia dari Anda dan kawan-kawan dalam meringankan beban mereka yang tertimpa musibah dahsyat tersebut. Untuk mencoba ikut meringankan beban mereka, saya telah membangun situs blog di Internet, namanya

Dukaku, Empatiku…: Untuk SMK I Yapemda Sleman, Yogyakarta.
Alamat /URL : http://empati.blogspot.com.

Saat ini saya sedang menghimpun ucapan dan empati, dari lingkungan terdekat saya, untuk keluarga besar SMK I Yapemda, Sleman, Yogyakarta.

Bila Mas Yuri berkenan, untuk ikut menunjang proses katarsis mereka, situs saya itu bersedia menampung ungkapan, uneg-uneg, atau catatan isi perasaan, para siswa/guru/keluarga yang kini dalam kesedihan. Tanpa biaya apa pun. Ungkapan itu dapat Anda kirimkan via pos, tetapi lebih baik bila terkirim lewat e-mail ke alamat : humorline@plasa.com, subjeknya silakan tulis Posko Psikologi-UGM.

Semoga salam kenal dan tawaran kecil ini ada manfaatnya. Selamat bertugas dan sukses selalu untuk Mas Yuri dan kawan-kawan yang berhati mulia ini.


Hormat saya,


Bambang Haryanto
Penggiat Pemanfaatan Internet Untuk Komunikasi dan Edukasi
Pemegang Rekor Muri sebagai Pencetus Hari Suporter Nasional 12 Juli
Penulis buku Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati (dalam pertimbangan penerbit).
E-mail : humorline@plasa.com

Wednesday, October 15, 2003

MAGIC JOHNSON, MUSIBAH SMK I YAPEMDA,
KEPEDULIAN MEDIA DAN BLOG IMPIAN


Oleh : Bambang Haryanto



Publik Amerika tersentak dan geger ketika mahabintang bola basket, Earvin “Magic” Johnson, menyatakan dirinya terkena HIV/AIDS. Kejujurannya dalam mengungkapkan hal yang oleh sebagian orang dianggap tabu, justru menyedot simpati publik Amerika.

Kisah yang menggegerkan itu, antara lain, saya baca dari surat kabar USA Today (14/11/1991), dua belas tahun lalu, di Perpustakaan Pusat Kebudayaan Amerika Serikat yang berada di Gedung Wisma Metropolitan II, Jakarta.

Artikel itu ditutup dengan tulisan, berisi himbauan yang menyentuh. Secara khusus wartawan USA Today saat itu setengah mengajak para pembacanya untuk melakukan sesuatu. Tulisnya, apabila Anda ingin menyatakan empati Anda, Anda dapat mengirimkan surat atau kartu kepada Magic Johnson, dengan alamat di bawah ini.

Himbauan itu sangat membekas di hati saya. Saya catat di buku, yang saya hafal bentuknya dan tempatnya di rak. Buku itu hadiah dari CH (alumnus SMA Tarakanita II/Desain FTSP Trisakti, Jakarta). Diam-diam, saya memimpikan hal serupa juga dapat diteladani oleh media massa kita. Saya pernah mengirim surat ke sebuah media olahraga mengajukan ide serupa, saat itu tanah air dikejutkan dengan tewasnya pendaki gunung kawakan Norman Edwin dan Didhik Samsu di Gunung Kilimanjaro, Tanzania, tetapi usulan saya itu tidak ada tindak lanjutnya.

Ketika Internet sedang “booming”, dan karena saya merasa tidak memiliki kemampuan teknis untuk membangun situs web, saya hanya dapat menyatakan kepingin sekali mengusulkan adanya situs untuk menampung dan memuat empati publik berkenaan dengan peristiwa tertentu. Meninggalnya tokoh negarawan Soedjatmoko, budayawan Y.B. Mangunwijaya sampai jatuhnya para korban tak berdosa dalam kerusuhan Mei 1998, adalah sebagian peristiwa yang mengusik impian saya akan hadirnya situs penuh empati tersebut. Saya impikan namanya, Pusat Belasungkawa Nasional.

Kini, ketika Internet semakin maju dan memunculkan fasilitas blog yang dapat saya kuasai, saya menjadi berbahagia karena bisa mewujudkan impian lama itu. Peristiwa musibah yang sangat menyedihkan, yang merenggut nyawa 51 pelajar, 2 guru SMK I Yapemda, Sleman, Yogyakarta, seorang pemandu wisata dan seorang awak bus dalam kecelakaan lalu lintas yang dahsyat, 8/10/2003, di Situbondo, Jawa Timur, menjadi pemicu hadirnya blog ini di hadapan Anda.

Saya harapkan, Anda pun dapat mengerjakan hal serupa. Bukankah, begitu ?
Apabila berkenan, saya tunggu e-mail Anda di humorline@plasa.com
Terima kasih.


Wonogiri, 16/10/2003





“Meninggalnya 54 siswa dan guru SMK I Yapemda Sleman, Yogyakarta, dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Situbondo, 8/10/2003, berpeluang besar untuk diangkat sebagai momen guna meningkatkan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dan kepekaan sosial bagi seluruh peserta didik di lembaga pendidikan apa pun”

Wonogiri, 15 Oktober 2003

Kepada Yth.
Bapak/Ibu Pimpinan
Playgroup “Tiara Bunda” Wonogiri
Di Wonogiri

Hal : Empati Anda Sangat Dinanti Oleh Keluarga Besar SMK I Yapemda Sleman Yang Terkena Musibah Kecelakaan Lalu Lintas di Situbondo, 8/10/ 2003.

Dengan hormat,
Meninggalnya 54 siswa dan guru SMK I Yapemda Sleman, Yogyakarta, dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Situbondo, 8/10/2003, berpeluang besar untuk diangkat sebagai momen guna meningkatkan nilai-nilai pendidikan budi pekerti dan kepekaan sosial bagi seluruh peserta didik di lembaga pendidikan apa pun.

Dengan tindakan sederhana, seperti menghimpun surat-surat berisi ucapan ikut bela sungkawa, karya prosa atau puisi, dan karya itu lalu dikirimkan kepada sekolah yang kini sedang terkena musibah itu. Empati ini akan ikut meringankan beban bagi mereka yang sedang terkena musibah, sekaligus juga berbuah positif, yaitu harapan meningkatnya kecerdasan emosi (Emotional Intellegence/EQ) bagi seluruh peserta didik dengan perbuatan nyata.

Saya sebagai warga Wonogiri yang pernah bersekolah di Yogya yang ikut berempati atas musibah di atas, secara khusus telah membangun situs web berbasis teks (blog) di Internet yang dapat diakses dari seluruh penjuru dunia.

Nama situs : Dukaku, Empatiku, Untuk SMK I Yapemda Sleman, Yogyakarta.
Alamat /URL : http://empati.blogspot.com

Demi ikut mengharumkan nama playgroup “Tiara Bunda” , bersama ini saya mengundang para pendidik, anak didik dan para orang tua mereka (juga para kakak-kakak peserta didik Anda) untuk membuat surat, karya prosa atau puisi, berisi ungkapan empati kepada para kurban dan keluarga mereka. Karya-karya itu akan kami tampilkan di situs blog kami, tanpa biaya apa pun. Sedang surat dan daftar karya terpilih akan kami kirimkan ke SMK I Yapemda, Sleman, Yogyakarta.

Dalam setiap karya, boleh tulis tangan, rapi dan terbaca, sertakan nama dan data sekolah. Juga alamat rumah (tidak untuk dimuat, sebagai arsip kami). Untuk naskah tulis tangan/ketik manual : 10 karya. Bila sudah dalam disket : 50 karya. Paling lambat : Hari Sabtu, 18 Oktober 2003. Kalau bisa dan dimungkinkan, naskah dikirimkan dalam disket, diketik dengan MS Word, font Arial 12 pt. Bisa juga Anda kirimkan lewat e-mail ke : humorline@plasa.com. Saya tunggu respons Anda !

Semoga himbauan ini bermanfaat. Terima kasih untuk atensi Anda.

Hormat saya,


Bambang Haryanto
Penggiat Pemanfaatan Internet Untuk Komunikasi dan Edukasi
Pemegang Rekor Muri sebagai Pencetus Hari Suporter Nasional 12 Juli
Penulis buku Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati (dalam pertimbangan penerbit).
E-mail : humorline@plasa.com



Himbauan Untuk Warga Keluarga Besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wonogiri :
Empati Anda Dinantikan Oleh Keluarga Besar SMK I Yapemda Sleman
Yang Terkena Musibah di Situbondo, 8/10/ 2003.



Wonogiri, 15 Oktober 2003


Kepada Yth.
Warga Keluarga Besar
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wonogiri
Di Wonogiri


Himbauan Untuk Warga PKS : Empati Anda Dinantikan Oleh Keluarga Besar SMK I Yapemda Sleman Yang Terkena Musibah di Situbondo, 8/10/ 2003.

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Meninggalnya 54 siswa dan guru SMK I Yapemda Sleman, Yogyakarta, dalam kecelakaan lalu lintas hebat yang terjadi di Situbondo, 8/10/2003, mengguratkan rasa keterkejutan dan kesedihan yang mendalam. Untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, warga PKS dapat melakukan gerakan empati, walau tidak selalu dengan sumbangan dana.

Untuk mengharumkan nama PKS, saya usulkan warga muda PKS (pelajar) secara khusus membuat surat, karya prosa atau puisi, berisi ungkapan empati kepada para kurban dan keluarga besar SMK I Yapemda Sleman. Karya-karya itu kemudian dapat Anda kirimkan ke alamat SMK I Yapemda Sleman, untuk ikut meringankan beban mereka.

Untuk mendokumentasikan amal mulia Anda, silakan salinannya dikirimkan kepada saya agar dapat ditampilkan dalam situs blog di Internet, tanpa biaya. Untuk kesempatan kali ini, tersedia kapling untuk 25 karya bila ditulis tangan/ketik manual. Bila sudah tersimpan dalam disket, tersedia kapling untuk maksimal 100 karya.

Sekadar info, blog dapat diibaratkan sebagai majalah dinding elektronik, berbasis teks di Internet, yang dapat diakses dari seluruh penjuru dunia. Di AS dewasa ini blog sangat gencar digunakan sebagai sarana kampanye, dari eksekutif sampai presiden di Pemilu 2004.

Data blog saya adalah : Dukaku, Empatiku, Untuk SMK I Yapemda Sleman, Yogyakarta.
Alamat /URL : http://empati.blogspot.com

Dalam setiap karya, boleh tulis tangan, rapi dan terbaca, sertakan nama dan data sekolah. Juga alamat rumah (tidak untuk dimuat, sebagai arsip kami). Paling lambat : Hari Sabtu, 18 Oktober 2003. Kalau bisa dan dimungkinkan, naskah dikirimkan dalam disket, diketik dengan MS Word, font Arial 12 pt. Bisa juga Anda kirimkan lewat e-mail ke : humorline@plasa.com. Saya tunggu. Terima kasih untuk atensi Anda.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Hormat saya,


Bambang Haryanto
Penggiat Pemanfaatan Internet
Penulis buku Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati (dalam pertimbangan penerbit).


“Dengan perasaan duka yang mendalam. Sedih, marah,
dan prihatin jadi satu.. “


- Broto Happy Wondomisnowo
Wartawan Tabloid Bola Jakarta, bersama Erly Bachtiar, menyusun buku “Taufik Hidayat : Magnet Bulutangkis”, mengirimkan e-mailnya, 12/10/2003.


Ass.Wr.Wb.
Terus terang, merinding juga ketika pertama kali mendengar berita kecelakaan yang mengerikan itu. Benar-benar tragis dan memilukan. Seluruh penumpang,kebanyakan anak-anak remaja putri -- mungkin seusia Ega -- harus meregang nyawa dengan cara yang sangat mengerikan :
terbakar gosong dalam sebuah bus!

Wah, pilu juga ketika sehari kemudian mengikuti pemberitaan di koran dan televisi. Sedih sekali, sampai-sampai tidak tega untuk melihat tayangan di tv.
Gara-gara itu, ketika membaca koran, penginnya segera pindah ke topik lain saja. Maklum, rasanya ikut sedih. Apalagi setelah membaca KOMPAS Minggu tadi. bener-bener mengharukan.

Saya pun ikut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Sedih, marah,
dan prihatin jadi satu.. Sedih karena kecelakaan yang sangat tragis. Marah kepada pengemudi truk yang ugal-ugalan. Juga marah kepada pemimpin kita yang begitu telat, walau hanya untuk menyatakan ikut berbelasungkawa. Seharusnya, begitu mendengar berita tersebut, Menteri Perhubungan Agum Gumelar, datang dan menyampaikan ucapan ikut berduka. Juga pemimpin lain yang empatinya tidak tersentuh!

Meskipun begitu, saya ikut berbesar hati setelah membaca bagaimana kerukunan dan kebersamaan masyarakat Berbah Sleman, serta masyarakat lain yang begitu
menaruh perhatian besar terhadap musibah ini. Memang, di saat berduka, simpati dan empati kita gampang tersentuh. Sekali lagi, saya sampaikan salut atas
empati dan simpati masyarakat di seputar SMK I Yapemda, Sleman, Yogyakarta.

Wass.Wr.Wb.

Salam,
Broto Happy W.





Monday, October 13, 2003

Menyebar berita, menggugah nurani.
Anda pun mampu pula mengerjakan hal sederhana ini.


Niat baik itu harus dikomunikasikan. Dalam upaya menggugah kalangan pelajar dan masyarakat luas agar ikut tergerak dan berusaha meringankan beban bagi keluarga besar SMK I Yapemda, Sleman, saya telah mencoba mengerjakan hal-hal sebagai berikut :

· Pada hari Minggu, 12/10/2003, saya telah mengirimkan e-mail kepada Redaksi Harian Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta), Harian Solopos (Solo) dan Harian Suara Merdeka (Semarang).

E-mail itu berupa “surat pembaca”, berisikan himbauan agar kalangan pelajar dan gurunya di mana pun berada, sudi tergerak untuk menulis surat, prosa atau pun puisi, yang berisi ungkapan empati kepada kalangan keluarga besar SMK I Yapemda, Sleman, yang sedang mengalami musibah yang amat berat bila ditanggung sendirian. Surat-surat itu lalu dihimpun, untuk dikirimkan ke alamat SMK I Yapemda.

· E-mail serupa juga saya kirimkan kepada belasan teman dan sahabat-sahabat saya sesama warga suporter sepakbola Indonesia, baik yang tinggal di Solo, Yogya, dan juga Jakarta.

· Pada hari Senin, 13/10/2003, bersamaan dengan aktivitas olahraga jalan kaki pagi, saya mengirimkan surat (yang serupa isinya dengan e-mail di atas) ke pelbagai sekolah di Wonogiri : (1) SLTP Negeri I Wonogiri, (2) SLTP Negeri III Wonogiri, (3) SD Negeri III Wonogiri, dan (4) SMU Negeri I Wonogiri.


· Juga surat serupa akan saya kirimkan (13/10) kepada tokoh masyarakat Solo, anggota DPRD dari PAN, Bapak Mujahid.






Sunday, October 12, 2003

Surat Terbuka Untuk Kalangan Pendidik, Peserta Didik
dan Anda Yang Berhati Mulia :
Himbauan - Tiba Saatnya Anda Untuk Berbagi Empati Dengan Menyatakan Ikut Berduka Cita Kepada Keluarga Besar Siswa, Orang Tua Siswa dan Guru SMK I Yapemda Sleman Yang Terkena Musibah Kecelakaan Lalu Lintas di Situbondo, 8/10/ 2003.


Dengan hormat,

Meninggalnya 54 siswa dan guru SMK I Yapemda Sleman, Yogyakarta, dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Situbondo, 8/10/2003, semoga dapat Anda jadikan sebagai momen pendidikan budi pekerti yang luhur dan menggores bagi nurani peserta didik di sekolah yang Anda pimpin.

Dengan tindakan sederhana, misalnya Anda dapat menghimpun surat-surat berisi ucapan bela sungkawa, atau pun bentuk lain seperti prosa atau puisi, dari para siswa Anda. Kemudian karya-karya itu ramai-ramai Anda kirimkan kepada keluarga besar sekolah yang kini sedang terkena musibah itu. Empati ini akan meringankan beban bagi mereka yang terkena musibah, dan hal itu juga berbuah hal yang positif, untuk mampu meningkatkan kecerdasan emosi (Emotional Intellegence/EQ) bagi seluruh peserta didik Anda dengan perbuatan nyata.

Saya, sebagai warga Wonogiri yang pernah bersekolah di Yogya (di STM Negeri II), dan ikut berempati atas musibah di atas, telah membangun situs web berbasis teks (istilahnya “blog�) di Internet. Situs itu namanya, “Dukaku, Empatiku, Untuk Keluarga Besar SMK I Yapemda, Sleman, Yogyakarta�.

Alamatnya di http://empati.blogspot.com.

Merujuk hal di atas, saya mengundang para pendidik dan peserta didik Anda untuk mengirimkan surat, prosa atau puisi, yang berisikan pernyataan empati kepada para kurban dan keluarga mereka. Karya-karya itu akan kami muat di situs blog kami, tanpa biaya apa pun.

Karya yang terpilih akan kami cetak dan kami kirimkan kepada pimpinan SMK I Yapemda di Sleman. Dalam setiap karya, boleh tulis tangan, rapi dan terbaca, sertakan nama dan data kelas, juga alamat rumah (tidak untuk dimuat, sebagai arsip kami). Paling lambat : Hari Sabtu, 18 Oktober 2003. Kalau bisa dimungkinkan, naskah disertakan dalam disket, diketik dengan MS Word, font Arial 12 pt. Bisa juga Anda kirimkan lewat e-mail ke : humorline@plasa.com.

Semoga himbauan dan ajakan ini bermanfaat. Saya tunggu respons Anda !
Terima kasih untuk atensi Anda.

Hormat saya,


Bambang Haryanto
Konsultan Komunikasi/Penggiat Pemanfaatan Internet
Pemegang Rekor Muri sebagai Pencetus Hari Suporter Nasional 12 Juli
Penulis buku Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati (dalam pertimbangan penerbit).
E-mail : humorline@plasa.com



Saya pernah bersekolah di Yogya dan ikut berduka sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa SMK I Yapemda Sleman, Yogyakarta.

Sebagai warga Wonogiri yang pernah bersekolah di Yogyakarta (STM Negeri II Yogyakarta), saya ikut merasakan kesedihan yang mendalam atas musibah yang menimpa 51 adik-adik siswa kelas II dan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) I Yapemda, Tanjungtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, dalam kecelakaan lalu lintas di Situbondo, 8/10/2003 yang lalu.

Semoga arwahnya diterima dengan layak di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Semoga pula keluarga yang ditinggalkan akan dikaruniai dengan ketabahan dan kekuatan iman oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Amien.


Saya yang ikut berduka cita dan ikut merasa kehilangan,

Bambang Haryanto



Musibah Yang Menimpa Rombongan Siswa SMK I Yapemda Sleman Itu Menyedihkan dan Memilukan Hati *

Tragedi yang merenggut nyawa 54 jiwa itu terjadi hari Rabu (8/10/2003) di dekat pintu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur, sekitar pukul 19.30.

Kecelakaan tabrakan itu melibatkan bus pariwisata PO AO Transport nomor polisi AB 2602 CA yang berisi rombongan siswa kelas II Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) I Yayasan Pembinaan Generasi Muda (Yapemda), Tanjungtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, dengan truk trailer dan sebuah truk.

Mereka baru pulang dari studi tur di Bali. Kegembiraan pun berubah jadi duka. Kondisi seluruh korban tewas (daftar namanya di bawah ini) mengenaskan. Sekujur tubuh hangus terpanggang akibat kobaran api yang membakar seluruh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu.

Hari Sabtu (11/10/2003) jenazah para korban kecelakaan itu tiba di lapangan Tanjungtirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

*Daftar Nama-Nama Yang Menjadi Korban :

Siswa :

1. Aminita,
2. Ani Isnawati
3. Ari Susanti
4. Arifah Febriana
5. Asti Rumayuni
6. Bambang Sapto
7. Bekti Puspito Sari
8. Cornia Pujiningwati
9. Diah Prihatin Handayani
10. Dina Mariyani
11. Dwi Astuti
12. Dwi Wahyuni
13. Eni Astuti
14. Esti Munawaroh
15. Evi Kurniawati
16. Feri Yuni Astuti
17. Fitri Nurhayati
18. Giyanti,
19. Gustian Riyanto
20. Harti
21. Ika Susilowati
22. I s t a n t i
23. Lanjar
24. Luluk Gitiyani
25. Nita Tri Handayani
26. Novika Rahmawati
27. Nuri Lestari
28. Nuryani
29. Parniati
30. Ria Yuliana
31. Rina Dalyanti
32. Riyani
33. Ruli Rubiyanti
34. Septi Mariyam
35. Siti Latfah Yaroh
36. Siti Nurhayati
37. Siti Prihatin
38. Sri Lestari
39. Sri Pamularsih
40. Sri Parwati
41. Sri Utami
42. Sugiyem
43. Tri Astuti
44. Sumarni
45. Titik Suprapti
46. Tri Maryani
47. Umiasih
48. Vira Widiyanti
49. Vita Purwanti
50. Wiji Astuti
51. Yuli Puspitasari, dan


Guru :

Bapak Tulus Eklas
Bapak Zubaidi

Pemandu wisata :

Bapak Wahyu Adi


(*Dari berbagai sumber media).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar