Senin, 09 April 2012

Tari Lenggot Kecapi Kabupaten Brebes Pentas di TMII


Tari Lenggot Kecapi Kabupaten Brebes Pentas di TMII

Oleh mcbrebes
Selasa, 27 Maret 2012 | 07:25
+ Normal | -
Brebes, InfoPublik - Musibah kegersangan tanah akibat kurangnya air, menjadikan masyarakat Kabupaten Brebes mengalami kegelisahan, karena takut gagal panen. Maka dengan dipimpin oleh pini sepuh, mereka melakukan persembahan kepada Tuhan untuk memohon dilimpahkan kesuburan. 

Sepenggal cerita itu digambarkan lewat lenggak-lenggok gemulai penari putri dan gagahnya penari putra dari Duta Seni Kabupaten Brebes saat pentas tari Lenggot Kecapi di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta,  Minggu (25/3).

Disaksikan Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi, para Kepala SKPD, dan masyarakat Kabupaten Brebes yang tinggal di Jakarta serta masyarakat umum itu, berlangsung meriah. Bahkan dua orang turis asing dari Jerman begitu terkesima melihat penampilan tari Lenggot Kecapi.

Bupati mengaku gembira dengan kreativitas para penari Brebes yang terus menggali potensi lokal yang ditampilkan di tingkat nasional. Kebudayaan Brebes yang adi luhung perlu digali terus dan dilestarikan dengan penuh inovataif. 

Sementara penasehat Majelis Silaturokhmi Warga Brebes (Masigab) KH Masruri SH berpesan lewat penampilan Tari Lenggot bisa mengangkat Brebes ke permukaan di kancah nasional maupun global sehingga Brebes dapat diperhitungkan potensinya. 

Yang lebih perlu dipahami, janganlah jadi warga yang minder dan jangan malu jadi wong Brebes. ”Aja isin, dadi wong Brebes,” katanya.

Tari Lenggot Kecapi merupakan sebuah sajian tari yang terbagi dalam tiga bagian. Tarian ini menggambarkan tahapan prosesi upaya pencapaian kesuburan bagi tanah pertanian yang menjadi lahan garapan para petani.

Bagian pertama Lenggot Kecapi adalah panyuwunan yaitu tahapan pada saat masyarakat yang dipimpin pini sepuh memohon pada Gusti Kang Akaryo Jagat untuk melimpahkan berkah kesuburan. 

Kedua, ijabahan, yaitu terlimpahnya kesuburan dilimpahkan Gusti Allah. Sedangkan bagian ketiga Kasyukuran, yakni kegembiraan masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur dengan berbagai kegembiraan dan kebahagiaan kepada sesama.

Lenggot Kecapi sebenarnya berkembang di beberapa kecamatan yang ada di Brebes. Khususnya yang masih kental dengan pengaruh budaya Sunda. Hal itu ditandai dengan kecapi dan suling sebagai musik utama. Tari Lenggot Kecapi yang tampil adalah asuhan Karta Atmanegara. 

Dalam sajian tari Lenggot Kecapi, juga dapat diperoleh gambaran adanya proses pencampuran budaya Jawa dan Sunda. Karena blampak kendang yang dimainkan serasa warna kedua daerah itu. 

Tari Lenggot Kecapi yang berkembang di daerah Salem itu ditampilkan di anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dimulai pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, disajikan tari  kreasi baru dari siswa-siswi SMP 2 Brebes. Muhammad Husni Iskandar, Fatah El Zaman dan Rofie Al Joe menampilkan tiga puisi bahasa Brebesan angin kumbang, njaring angin dan daimah. (MC Brebes/toeb)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar