Minggu, 22 April 2012

Sekolah di Luar DAK Harus Diperhatikan


SUARA PANTURA
22 April 2012
Sekolah di Luar DAK Harus Diperhatikan
 0
 
  0
TEGAL - Sejumlah sekolah yang tidak terakomodasi menjadi sekolah sasaran penerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan, perlu mendapat perhatian lebih dari Pemkot.

 Pasalnya, sekolah tersebut kesulitan dalam melakukan perencanaan perbaikan sarana dan prasarana ringan, karena itu tidak ada dukungan dana  dari APBD yang mencukupi. 
Hal itu disampaikan anggota DPRD Kota Tegal, Sutari SH, Sabtu (21/4). Menurut dia, kondisi tersebut sangat berbeda dengan sekolah yang menjadi sasaran penerima anggaran DAK. 
Padahal, sekolah yang bukan menjadi sasaran penerima anggaran DAK juga membutuhkan anggaran untuk melaksanakan perbaikan ringan. 

”Karena itu, kami minta Pemkot Tegal lebih memperhatikan juga, terhadap kendala yang dialami oleh sekolah-sekolah yang bukan penerima anggaran DAK,” ujarnya.
Sutari mengemukakan, pihaknya mengimbau kepada sekolah penerima anggaran DAK hendaknya lebih jeli dalam membelanjakan kebutuhan. 

Dengan demikian, anggaran yang dikucurkan bisa tepat sasaran. Hal serupa juga di-sampaikan anggota Komisi I DPRD, Drs Darni Imaduddin. 
Menurut dia, semua kegiatan fisik yang dikerjakan menggunakan anggaran DAK hendaknya dikerjakan sesuai dengan perencanaan yang benar. 

Lelang

"Untuk anggaran DAK lanjutan 2011 yang dikerjakan di tahun 2012 yang realisasinya dilaksanakan sistem lelang diharapkan pekerjaanya bisa profesional dan berkualitas," katanya.
Dia menambahkan, untuk penyerapan anggaran di bidang pendidikan di Kota Tegal hingga kini masih sangat minim. Bahkan, sejumlah kegiatan terpaksa harus dilanjutkan pada tahun berikutnya karena proses lelang tidak sesuai jadwal serta sumber daya manusia (SDM) belum siap untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

Sejumlah kegiatan pendidikan yang penye­rapan anggarannya masih belum optimal antara lain, pengadaan buku dan alat tulis siswa dari anggaran Rp 6,5 miliar hanya terealisasi sekitar 5,39 persen, pengadaan alat praktik dan peraga siswa dari anggaran Rp 7,7 miliar hanya terealisasi sekitar 66,95 persen, dan pengadaan mebeler sekolah dari anggaran Rp 742 juta terealisasi hanya 57, 59 persen. 
"Selain itu pada kegiatan rehabilitasi sedang maupun berat bangunan sekolah dari anggaran Rp 10,9 miliar hanya terealisasi 36,66 persen," tegasnya. (H17-88)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar