Sabtu, 21 April 2012

Lembar Jawab Tak Terdeteksi


20 April 2012
Lembar Jawab Tak Terdeteksi
 0
 
  0
JAKARTA - Evaluasi sementara terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2012 untuk jenjang sekolah menengah, diketahui terdapat sejumlah Lembar Jawab Komputer Ujian Nasional (LJKUN) yang tidak terdeteksi saat proses pemindaian.
”Ada laporan dari daerah yang lembar jawabannya tidak bisa dideteksi alat pemindai. Karena itu, ada proses pengulangan agar bisa dibaca oleh alat,” ungkap Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Aman Wirakartakusuma di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kemarin.
Menurutnya, kasus seperti itu disebabkan karena tingkat kualitas kertas yang digunakan sebagai LJKUN. ”Artinya, kualitas kertas ada yang tidak bisa menyerap (arsiran) pensil dengan baik. Namun, intinya kami tidak ingin memberatkan dan merugikan peserta,” katanya.
Berkaitan dengan itu, ada upaya yang akan dilakukan petugas agar peserta tidak dirugikan, yakni menyalin jawaban peserta ke LJKUN yang bisa terdeteksi atau terbaca mesin pemindai.
Dia meyakinkan, penyalinan itu akan dilakukan secara jujur dan kredibel. ”Kami bantu agar siswa tidak dirugikan, degan menyalin jawaban yang sudah ada ke lembar jawab yang pasti bisa terbaca,” ujarnya.
Dia menjamin tidak akan terjadi kecurangan. ”Tentu ini adalah masalah kredibilitas, kami tidak mungkin kemudian membetulkan jawaban-jawaban mereka,” tandas Aman.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, pelaksanaan UN sekolah menengah di Provinsi DKI berjalan lancar. Pihaknya terus mengamankan dan memantau sampai akhir pelaksanaan ujian.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Balitbang) Khairil Anwar Notodiputro mengatakan, hasil evaluasi sementara pada uji petik yang dilakukan terhadap peserta menunjukkan, sebagaian besar peserta merasa cemas.
”Kami sudah mulai indentifikasi hasil survei tingkat kecemasan dan yang menarik itu jawaban tertinggi adalah cemas,” ungkapnya.
Seperti diketahui, uji petik dilakukan untuk mengetahui tingkat psikologis peserta. Uji tersebut dilakukan pada hari pertama sebelum ujian berlangsung. Namun, uji tersebut tidak dilakukan kepada semua peserta, hanya secara sampling di beberapa daerah.
”Kecemasan itu bukan berarti pada taraf yang mengkhawatirkan, itu positif. Tapi, belum bisa kami paparkan secara lengkap,” ungkapnya. (K32-37)
Suara Merdeka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar