Sabtu, 11 Februari 2012

Visualisasi

VISUALISASI SISTEM KEKERABATAN MATRILINEAL (1 viewing)
_GEN_GOTOBOTTOM Post Reply Favoured: 0
TOPIC: VISUALISASI SISTEM KEKERABATAN MATRILINEAL
#662
saaf10leo (User)
Senior Boarder
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
VISUALISASI SISTEM KEKERABATAN MATRILINEAL 2007/10/17 07:52  
Kalau saya tidak salah, mungkin Prof. Dr Keebet von Benda Beckmann yang menyatakan bahwa satu-satunya sistem organisasi sosial yang dikenal oleh orang Minangkabau adalah sistem kekerabatan matrilineal. Dalam sistem kekerabatan ini, hubungan genealogis diusut menurut garis keibuan, dan seiring dengan itu terbentuklah 'buah paruik', 'kaum', 'suku', dan 'nagari'. Sebagai fungsionaris sistem kekerabatan matrilineal ini diangkatlah para pemangku adat, yang menurut pengurus LKAAM Sumatera Barat, saat ini berjumlah 68.000 orang.

'Rumah Gadang' adalah lembaga yang paling inti sekaligus simbol yang paling nyata dari sistem kekerabatan matrilineal ini, sehingga diterima secara umum sebagai lambang komunitas suku bangsa Minangkabau. [Adalah menarik, bahwa Lambang Daerah Sumatera Barat menggunakan 'silhouette' atap mesjid berlapis tiga sebagai latar belakang, bersama dengan satu 'gonjong' di bagian depan].

Besar kemungkinan bahwa tidaklah mudah untuk menjelaskan sistem kekerabatan yang unik ini, khususnya oleh karena seluruh keturunan dari anak laki-laki tidak akan dicatat di dalam ranji suku ibunya, apalagi oleh karena ranji umumnya dibuat dengan tangan (‘manual’), sehingga hanya dapat memuat sedikit saja catatan. Keturunan dari anak laki-laki akan dicatat dalam ranji suku isterinya. [ Hal ini mungkin bisa menyebabkan hubungan antara ayah dan anak -- yang berlainan suku itu -- secara sosial dan psikologis menjadi sedikit 'kikuk', khususnya di zaman dahulu].

Masalah timbul sekiranya anak kemenakan telah berkembang biak, sebagian masih tinggal di Ranah, dan sebagian pergi merantau, sehingga hubungan mamak -kemenakan yang demikian mendasar dalam sistem sosial Minangkabau menjadi sulit untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Saya menduga bahwa para pemangku adat masih memelihara baik-baik ranji-nya masing-masing, walau juga mungkin ada yang sudah tidak sempat lagi melakukannya, seperti dikisahkan oleh Sanak Drs Firdaus Oemar Dt Maradjo, salah seorang tokoh perantau Minang di Jakarta yang berasal dari Kabupaten Solok. Oleh karena itulah, bersama dengan para tokoh-tokoh adat Kabupaten Solok lainnya, dalam tahun 2003 beliau memprakarsai wacana 'manajemen suku', yang kemudian dalam tahun 2005 dibahas, dan mungkin disetujui, oleh kongres LKAAM Kabupaten Solok.

Syukurlah, dewasa ini sudah ada sebuah 'software' komputer, yaitu “Family Tree Maker”, yang pernah dibahas secara intensif oleh para perantau dalam mailing list “Rantau Net”, sebagai sarana visualisasi sistem kekerabatan matrilineal ini, dan akhirnya secara informal disetujui untuk digunakan sebagai salah satu sarana untuk menyusun ranji.

Bagusnya, jika diinginkan, perangkat lunak ini juga bisa digunakan untuk membuat silsilah nasab menurut garis bapak, sehingga dapat dibandingkan perbedaannya satu sama lain.

Saya berfikir-fikir, apa tak sebaiknya perangkat lunak yang lumayan canggih ini dimanfaatkan dalam bidang pendidikan dan penyuluhan, untuk menjelaskan secara visual ciri khas sistem kekerabatan matrilineal ini, baik kepada para tamu yang datang di Ranah, maupun kepada generasi kedua dan ketiga di Rantau, yang ingin mengetahui dan memahami ciri-ciri khas sistem kekerabatan nenek moyangnya ?

Post edited by: saaf10leo, at: 2007/10/17 08:07
Wassalam,
Saafroedin Bahar (L,masuk 73, Jakarta)
Ketua Umum, MAPPAS
  The administrator has disabled public write access.
_GEN_GOTOTOP Post Reply

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar