Selasa, 10 April 2012

Serangan Demam Berdarah Meningkat

SUARA PANTURA

10 April 2012
Serangan Demam Berdarah Meningkat

  • Dua Meninggal

BREBES - Serangan nyamuk Aides aigepty penyebab penyakit demam berdarah, di Kabupaten Brebes, kini mengalami peningkatan cukup tajam. Terbukti, jumlah penderita penyakit itu kini melonjak dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, di tahun ini tercatat dua penderita meninggal dunia akibat serangan nyamuk tersebut.
Data Dinas Kesehatan Pemkab Brebes menyebutkan, jumlah penderita demam berdarah dari Januari hingga Maret tahun 2012 tercatat sebanyak 53 kasus. Dua penderita di antaranya, diketahui meninggal dunia. Sedangkan di tahun 2011 pada periode yang sama, jumlah penderitanya hanya sebanyak 36 kasus.
Sementara pantauan Suara Merdeka di RSUD Brebes, jumlah penderita demam berdarah yang dirawat justru mengalami penurunan.
Selama bulan Maret - April tercatat hanya sebanyak 2 orang. Sedangkan, pada bulan yang sama di tahun lalu, jumlah pasien demam berdarah sebanyak 7 orang. “Kalau melihat data, jumlah penderita demam berdarah saat ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinas Kesahatan Pemkab Brebes, dr Sri Gunadi, Senin (9/4).
53 Kasus
Dia menjelaskan, dari total penderita sebanyak 53 kasus itu, paling banyak tersebar di wilayah pantura. Di wilayah selatan hanya satu, yakni Kecamatan Paguyangan.
“Kalau jumlah penderita terbanyak berasal dari Kecamatan Wanasari, kemudian Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Kersana,” jelasnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, faktor tingginya penderita demam berdarah itu dipengaruhi oleh faktor prilaku manusia yang kurang baik. Akibatnya, membuat lingkungan tidak sehat, sehingga menimbulkan sarang nyamuk demam berdarah. “Selain RSUD Brebes, untuk pengobatan demam berdarah kami juga menyiapkan 16 puskesmas yang tersebar diseluruh wilayah.” (H38-48)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar