Kamis, 19 April 2012

PENERAPAN APLIKASI CERITA RAKYAT DAN PERMAINAN DAERAH YANG BERBASISKAN WEB DAN ENSKLOPEDIA DALAM MENDUKUNG PENGAJARAN BUDAYA NASIONAL PADA TAMAN KANAK – KANAK & KELOMPOK BERMAIN DI KOTAMADYA BANDUNG


PENERAPAN APLIKASI CERITA RAKYAT DAN PERMAINAN DAERAH YANG BERBASISKAN WEB DAN ENSKLOPEDIA DALAM MENDUKUNG PENGAJARAN BUDAYA NASIONAL PADA TAMAN KANAK – KANAK & KELOMPOK BERMAIN
DI KOTAMADYA BANDUNG

Andy Irwanto Handoyo, Andhy Kristiawan, Teuku Mifdhal Fadhly, Khalis
Qamarul Haq, Arief Febrian Harijono, Muhammad Rakhmadani
Jurusan Teknik Elektro, Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Bandung



ABSTRAK
Perkembangan budaya Indonesia yang kian hari kian mengkhawatirkan, terbukti dengan semakin banyaknya norma norma dan nilai nilai budaya timur yang ditinggalkan. Jati diri  Bangsa Indonesia yang dahulu sering dikumandangkan sebagai   bangsa   yang   masyarakatnya   terkenal   sopan   santunnya,   beradab, berbudaya, berbudi luhur, dan memiliki lingkungan religius yang kental semakin luntur  dengan  berkembangnya  zaman.  Hal  ini  disebabkan  karena  kurangnya pengetahuan  para  generasi  muda  tentang  budaya  bangsa.  Oleh  karena  itu diperlukan suatu usaha mengembalikan norma norma budaya indonesia pada jiwa generasi muda serta Mengenalkan sekaligus melestarikan kembali seluruh budaya bangsa yang mulai ditinggalkan ataupun punah baik ke seluruh Indonesia maupun ke seluruh belahan dunia. Cerita rakyat dan permainan daerah indonesia memiliki nilai nilai luhur budaya bangsa seperti kerja sama, gotong royong dan nilai moral yang sangat tinggi lainnya. Dengan  cerita rakyat dan permaianan daerah  dapat  menjadi  salah  satu  media  pengajaran  budaya  nasional  kepada generasi muda. Apabila dikemas dalam bentuk web dan ensiklopedia  budaya maka  diharapkan  dapat  mengenalkan  teknologi  kepada  para  generasi  muda tersebut.

Kata kunci : cerita rakyat, permainan daerah, website, ensiklopedia, budaya

PENDAHULUAN

Perkembangan  budaya  Indonesia  yang  kian  hari  kian  mengkhawatirkan, terbukti dengan semakin banyaknya norma norma dan nilai nilai budaya timur yang ditinggalkan. Jati diri Bangsa Indonesia yang dahulu sering dikumandangkan sebagai      bangsa      yang     masyarakatnya terkenal           sopan   santunnya,               beradab, berbudaya, berbudi luhur, dan memiliki lingkungan religius yang kental semakin luntur dengan berkembangnya zaman.
Sekarang coba kita perhatikan dengan seksama, banyak remaja dan anak- anak yang  menjadi korban budaya. Mereka yang notabene merupakan harapan bangsa untuk meneruskan dan melanjutkan perjuangan bangsa ini banyak sekali diracuni oleh berbagai budaya asing yang merusak. Hasil dari penilitian kami di kota  -  kota  besar  seperti  Jakarta,  Medan,  Surabaya,  Bandung,  Semarang  dan Yogyakarta menunjukkan bahwa budaya kini tidak lagi mendasari  hidup dalam bermasyarakat, berinteraksi dengan orang lain. Banyaknya kasus asusila yang terungkap dari kota pelajar, Yogyakarta, salah satu contoh kasus misalnya adanya istilah sex in the kost” yang dilakukan oleh pelajar universitas yang merupakan




bentuk prostitusi  yang  terselubung  membuktikan  bahwa  tempat  yang  terkenal menjunjung tata karma dan sopan santun saja sudah tidak terkontrol lagi, apalagi daerah daerah seperti Jakarta, bisa dibayangkan bagaimana parahnya. Penetrasi kebudayaan  asing  yang  paling  banyak  dibawa  melalui  tayangan  televisi  yang setiap hari kita konsumsi. Sedikit sekali bahkan sangat jarang sekali kita temukan nilai nilai moral dan estetika yang hendak disampaikan dari setiap  tayangan televisi tersebut. Bahkan banyak sekali juga orang tua yang lupa membatasi putra
putrinya dalam mengkonsumsi tayangan Televisi. Kemudian yang terjadi adalah “Brand Image”  dari tayangan yang mengandung hal negatif tersebut tertanam dalam  pikiran,  yang   kemudian   secara  tidak  sadar  tergambar  dalam  setiap perilakunya di dunia nyata, dan menjadi karakter. Untuk itu guna meng-counter kebudayaan asing yang negatif, dan mengembalikan kebudayaan Indonesia yang luhur yang memberikan contoh nilai-nilai sopan santun, ramah Tamah dan lemah lembut, serta menerima perbedaan yang ada dalam masyarakat kita harus merubah pola pikir yang sudah ada.untuk itu diperlukan suatu usaha untuk menempatkan kembali pondasi yang kuat guna membangun lagi masyarakat yang berbudaya dan mencintai budayanya serta Mengenalkan sekaligus melestarikan kembali seluruh budaya bangsa yang mulai ditinggalkan ataupun punah baik ke seluruh Indonesia maupun ke seluruh belahan dunia

METODE PENELITIAN

Metode Pendekatan yang digunakan untuk penerapan web budaya :
1.  Proses Pra Produksi
Waktu       : Bulan Januari – Bulan April 2005
Lama         : 4 Bulan
Tempat      : Perpustakaan    Daerah,    Toko    Buku,   Perpustakaan    Nasional, Sanggar Cerita, Taman Kanak – Kanak
Bahan        : Buku  Cerita  rakyat  dari  sabang  sampai  merauke,  kumpulan permainan daerah, buku ragam budaya Nasional Indonesia, Alat
Alat Permainan daerah
Metode      : Pencarian data dan informasi mengenai cerita rakyat indonesia dan permainan daerah dari masing – masing daerah di indonesia
Kegiatan    : Setelah dilakukan proses pencarian data mengenai cerita rakyat dan  permainan daerah maka dilakukan proses selanjutnya yaitu proses pemilahan dari bahan bahan cerita rakyat dan permainan daerah tersebut yang disesuaikan berdasarkan tiap tiap provinsi, kemudian  bahan   bahan   tersebut  dianalisa  dan  dipelajari berdasarkan nilai nilai budaya yang  ada di cerita rakyat dan permainan  daerah  tersebut.  Sehingga  dari  hasil  proses  analisa tersebut diperoleh suatu nilai nilai moral budaya bangsa yang nantinya  akan  ditampilkan  di  Web  budaya  serta  ensiklopedia budaya.

2.  Proses Produksi
Waktu       : Bulan Mei – Bulan Bulan Oktober 2005
Lama         : 6 Bulan
Tempat      : Balai  kerja,  Laboratorium  sistem  informasi,  kampus,  Taman
Kanak – kanak.




Bahan        : Cerita rakyat, permainan daerah, web budaya, foto / gambar – gambar  budaya  bangsa  yang  mencerminkan  kekayaan  budaya bangsa
Metode      : Pembuatan  website  budaya,  melakukan  pemasukan  data  baik cerita  rakyat  dan  nilai  moral  budaya  serta  gambar   gambar budaya indonesia serta keterangan tentang budaya tersebut.
Kegiatan    : proses   produksi   meliputi   pembuatan   website   budaya   serta melakukan pemasukan data berupa cerita rakyat dan nilai nilai moral   budaya   bangsa.   Setelah   melakukan   pemasukan   data kemudian   dilanjutkan   dengan   proses   akhir   produksi   yaitu memperbaiki    tampilan    sehingga  lebih    menarik.    Kemudian dilakukan proses pengujian website versi offline sehingga dapat diketahui kelayakannya                dalam                  proses              pengajaran           budaya nasional.

3.  Proses Pasca Produksi
Waktu       : Bulan November 2005 – Bulan Maret 2006
Lama         : 5 Bulan
Tempat      : Taman Kanak Kanak dan Kelompok Bermain, Laboratorium
Sistem Informasi
Bahan        : CD Web budaya, komputer
Metode      : Pengujian dan penerapan web budaya dilapangan yaitu di taman kanak – kanak dan kelompok bermain
Kegiatan    : Proses pengujian dan penerapan website budaya di taman kanak
–  kanak  dan  permainan  daerah.  Kemudian  dilakukan  proses troubleshooting, apakah                               sistem      tersebut   berjalan     atau memerlukan  penambahan  lebih  lanjut.  Sehingga  saran  atau masukan  dari  lapangan  akan  diolah  dan  bisa  dikembangkan dalam sistem informasi budaya tersebut.

Metode Pendekatan yang digunakan untuk penerapan ensiklopedia Permainan daerah :
1.  Proses Pra Produksi
Waktu       : Bulan Januari – Bulan April 2005
Lama         : 4 Bulan
Tempat      : Perpustakaan    Daerah,    Toko    Buku,   Perpustakaan    Nasional, Sanggar Cerita, Taman Kanak – Kanak
Bahan        : Buku  Cerita  rakyat  dari  sabang  sampai  merauke,  kumpulan permainan daerah, buku ragam budaya Nasional Indonesia, Alat
Alat Permainan daerah
Metode      : Pencarian data dan informasi mengenai cerita rakyat indonesia dan permainan daerah dari masing – masing daerah di indonesia
Kegiatan    : Setelah dilakukan proses pencarian data mengenai cerita rakyat dan  permainan daerah maka dilakukan proses selanjutnya yaitu proses pemilahan dari bahan bahan cerita rakyat dan permainan daerah tersebut yang disesuaikan berdasarkan tiap tiap provinsi, kemudian  bahan   bahan   tersebut  dianalisa  dan  dipelajari berdasarkan nilai nilai budaya yang  ada  di cerita rakyat dan




permainan  daerah  tersebut.  Sehingga  dari  hasil  proses  analisa tersebut diperoleh suatu nilai nilai moral budaya bangsa yang nantinya  akan  ditampilkan  di  Web  budaya  serta  ensiklopedia budaya.

2.  Proses Produksi
Waktu       : Bulan Mei – Bulan Bulan Desember 2005
Lama         : 8 Bulan
Tempat      : Balai  kerja,  Laboratorium  sistem  informasi,  kampus,  Taman
Kanak – kanak.
Bahan        : Cerita rakyat, permainan daerah, web budaya, foto / gambar – gambar  budaya  bangsa  yang  mencerminkan  kekayaan  budaya bangsa
Metode      : Pembuatan  ensiklopedia  budaya,  melakukan  pemasukan  data baik permainan daerah dan nilai moral budaya, gambar gambar budaya  indonesia,  keterangan  tentang  budaya  tersebut,  cara  – cara permainan daerah tersebut dan persiapan pembuatan buku.
Kegiatan    : proses produksi meliputi pembuatan ensiklopedia budaya serta melakukan pemasukan data berupa permainan daerah dan nilai – nilai moral budaya  bangsa. Setelah melakukan pemasukan data kemudian   dilanjutkan   dengan   proses   akhir   produksi   yaitu memperbaiki  cover  /  tampilan  buku  sehingga  lebih  menarik. Kemudian   dilakukan   proses   pengujian   ensiklopedia   budaya sehingga dapat diketahui kelayakannya dalam proses pengajaran budaya nasional.

3.  Proses Pasca Produksi
Waktu       : Bulan Januari  – Bulan April 2006
Lama         : 4 Bulan
Tempat      : Taman Kanak – Kanak dan Kelompok Bermain, Laboratorium
Sistem Informasi
Bahan        : ensiklopedia budaya, alat – alat permainan
Metode      : Pengujian dan penerapan ensiklopedia budaya dilapangan yaitu di taman kanak – kanak dan kelompok bermain
Kegiatan    : Proses pengujian dan penerapan ensiklopedia budaya di taman kanak   kanak  dan  kelompok  bermain.  Kemudian  dilakukan proses             troubleshooting, apakah                ensiklopedia            tersebut memerlukan  penambahan  lebih  lanjut.  Sehingga  saran  atau masukan  dari  lapangan  akan  diolah  dan  bisa  dikembangkan dalam ensiklopedia budaya tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil penerapan di taman kanak – kanak dan kelompok bermain maka diperoleh hasil sebagai berikut :



1.  Website Cerita Rakyat




Dari hasil implementasi di lapangan, ternyata produk website cerita rakyat sangat membantu para orang tua dan para guru dalam mengajarkan nilai – nilai budaya nasional. Media website off line ini juga dimaksudkan agar anak anak juga mengetahui tentang teknologi komputer sejak dini. Dari hasil observasi di lapangan dan hasil wawancara oleh para guru dan orang tua, media pengajaran budaya cerita rakyat  melalui website cerita rakyat ini sangat efektif karena website cerita rakyat ini sangat interaktif dan sarat dengan hal hal edukasi seperti nilai nilai moral budaya. Salah  satu kelemahan    dalam    pengajaran    budaya   indonesia    adalah    kurangnya pengetahuan  para  guru  dan  para  orang  tua  tentang  budaya  nasional indonesia  sehingga  mereka  tidak  memiliki  cukup  pengetahuan  budaya bangsa  untuk  diajarkan  kepada  murid  atau  anak  -  anaknya.  Hal  ini menbawa dampak yang cukup besar  bagi para generasi muda sekarang khususnya anak anak, mereka hanya tahu  tentang  cerita rakyat asing seperti cinderella, pinokio, putri salju yang notabene sarat tidak memiliki muatan moral budaya ketimuran. Oleh karena itu dengan media website cerita rakyat ini bisa menambah kasanah wawasan budaya generasi muda. Website budaya ini selain memberikan wawasan budaya bangsa juga sarat akan teknologi  sehingga tidak hanya untuk anak anak melainkan juga pengenalan pendidikan teknologi kepada para guru –guru taman kanak – kanak atau orang tua untuk belajar mengenal teknologi komputer. Website budaya ini selain untuk pengajaran budaya  nasional pada generasi muda khususnya anak anak taman kanak kanak juga bisa digunakan untuk masyarakat   pada   umumnya   karena   hanya   sedikit   masyarakat   yang mengetahui tentang cerita rakyat seluruh indonesia sehinggamedia ini bisa menjadi  sarana  untuk  mengetahi  salah  satu  khasanah  budaya  bangsa. Tetapi hal ini tidak memberikan jaminan bahwa apabila anak anak telah mengetahui  dan  mempelajari  budaya  moral  ketimuran  indonesia  maka perilaku mereka di masa yang akan datang tidak akan menyimpang, oleh karena  itu  diperlukan  pengawasan  dan  kontrol  serta  kasih  sayang  dari orang tua kepada anak –anak. Diperlukan bimbingan yang sangat  besar bagi anak anak dalam masa pembentukan karakter dan jiwa mereka. Oleh karena itu diperlukan dukungan dan kasih sayang dari orang tua dan para guru pada khusunya dan masyarakat pada umumnya, sehingga anak – anak tersebut tumbuh  berkembang menjadi generasi muda yang berbudi luhur dan memiliki intelektual yang  tinggi sehingga dapat membangun bangsa indonesia.

2.  Ensiklopedia Permainan Daerah
Pembuatan ensiklopedia permainan daerah ini dimaksudkan sebagai upaya untuk  mencegah  kepunahan  dalam  permainan  daerah  tersebut.  Banyak fenomena yang  terjadi dilapangan anak anak sudah tidak melakukan permainan  tradisional   melainkan  banyak  melakukan  permainan  asing seperti        video      games,              play     station        yang    notabene           sarat     dengan individualitas.  Permainan  tradisional   atau   permainan  daerah  tersebut memiliki nilai nilai moral budaya yang sangat  tinggi seperti gotong royong, kerja sama, kejujuran, sopan santun, disiplin dan setia kawan yang tinggi, seperti permainan benthik, benteng–bentengan, congklak dan lain–




lain. Dari hasi implementasi di lapangan, anak anak sangat antusias dalam melakukan permainan tradisional tersebut walaupun pada awalnya mereka tidak mau bahkan menolak tapi berkat bantuan para guru, anak– anak                    tersebut     dapat  memainkan      permainan           tersebut.   Ensiklopedia permainan  daerah dilengkapi dengan gambar–gambar bentuk permainan daerah dan  petunjuk–petunjuk permainan yang dicetak sedemikian rupa sehingga  bisa  dijadikan  panduan  oleh  para  guru  dalam  mengajarkan permainan daerah tersebut. Ensikolpedia permainan daerah tersebut berisi tentang permainan daerah seluruh indonesia dilengkapi  dengan petunjuk permainan daerah dan nilai–nilai moral yang didapat dalam  permainan daerah  tersebut.  Selain  terdapat  nilai–nilai  moral  budaya,  permainan daerah tersebut juga mengajarkan tentang olah gerak tubuh sehingga anak
anak tersebut secara tidak langsung berolah raga. Dari hasil pengamatan dilapangan  dengan adanya permainan daerah tersebut maka anak anak lebih  berinteraksi  sosial  khususnya  kepada  teman–temannya  sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan rasa solidaritas dan kerja sama yang  tinggi.  Permainan  tdaerah  tersebut  banyak  digemari  oleh  anak  – anak, walaupun waktu sekolah udah usai, anak–anak  masih melanjutkan permainan tersebut di lapangan dekat rumah atau di jalan. Tetapi hal ini tidak menjamin bahwa jiwa mereka akan terbentuk secara otomatis tanpa dukungan  dari  orang  tua  dan  lingkungan  masyarakat.  Sehingga  secara tidak      langsung             pengaruh     lingkungan  masyarakat     juga                 sangat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan jiwa dan karakter anak – anak dalam berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitar.

KESIMPULAN

Dengan adanya penerapan aplikasi cerita rakyat dan permainan daerah yang berbasiskan  seb dan ensiklopedia yang mendukung pengajaran budaya nasional pada taman kanak kanak dan kelompok bermain, maka merupakan suatu upaya dalam   membentuk     pondasi  yang sangat  kuat     dalam  rangka             mnciptakan masyarakat  yang  berbudaya  dan   mencintai  budaya  indonesia.  Hal  ini  juga merupakan  salah  satu  media  untuk  mengembalikan  norma   norma  budaya indonesia khususnya jiwa para generasi muda. Diharapkan dengan adanya media website  budaya  dan  ensiklopedia  permainan  daerah  bisa  dijadikan  salah  satu pedoman pembelajaran budaya bagi dunia pendidikan di indonesia.  Penerapan aplikasi  cerita  rakyat  dan  permainan  daerah  yang  berbasiskan  website  dan ensiklopedia memang sarat dengan teknologi , hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk  mengenalkan teknologi baik bagi para generasi muda sejak dini maupun bagi para orang tua  dan guru agar dimaksudkan dapat menciptakan komunitas yang cerdas, berilmu tinggi, menguasai IPTEK, tetapi tetap berbudaya ketimuran. Media website budaya dan ensiklopedia permainan daerah dibuat dengan maksud untuk  melestarikan  kembali  seluruh  budaya  bangsa  yang  mulai  ditinggalkan ataupun  punah  baik  ke  seluruh  Indonesia  maupun  ke  seluruh  belahan  dunia. Diharapkan dengan adanya website cerita rakyat dan ensiklopedia dapat mendidik dan mengembangkan jiwa generasi muda khususnya anak anak dalam mengenal budaya  indonesia  dan  nilai   nilai  luhur  budaya  ketimuran  sehingga  dapat menciptakan masyarakat yang berbudaya dan memiliki intelektualitas yang tinggi dalam rangka membangun bangsa indonesia.





DAFTAR PUSTAKA

Ikranegara MY. 2002. Kumpulan Dongeng Rakyat Nusantara. Surabaya: Bintang
Usaha Jaya Pr.
Suparlan  YB.  2002.  Cerita  Rakyat  Maluku.  Yogyakarta:  Yayasan  Pustaka
Nusatama Pr.
Muthalib A. 1999. Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan. Jakarta: Grasindo Pr. Sulistyowati S. 1996. Cerita Rakyat dari Jawa Tengah. Jakarta: Grasindo Pr. Adilla I. 2004. Cerita Rakyat dari AGAM. Jakarta: Grasindo Pr.
Syahbandi. 1994. Cerita Rakyat dari Kalimantan timur. Jakarta: Grasindo Pr. Syahrudin.  1995.  Kumpulan  Cerita  Rakyat  Nusantara.  Jakarta:  Perpustakaan
Nasional Pr.
Sumaryono B. 1990. Ayo Bermain. Semarang: Pelita mulia Pr.
Subandono A. 1994. Mari bermain dan belajar. Surabaya: Cahaya Ilmu Pr. Margono B. 1993. Dogeng anak Nusantara. Jakarta: Perpustakaan Nasional Pr.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar