Sabtu, 10 Maret 2012

Visit Medan Year 2012 Minim Promosi

Visit Medan Year 2012 Minim Promosi

Visit Medan 2012

MEDAN – Kegiatan Visit Medan Year 2012 dikhawatirkan tidak memenuhi harapan Wali Kota Medan Rahudman Harahap. Pasalnya, tiga bulan Tahun Naga Air ini berjalan, promosi kegiatan ini masih minim.
Berdasarkan pantauan SINDO,promosi dan sosialisasi Visit Medan Year di wilayah Bandara Polonia sangat minim. Hanya ada beberapa spanduk kecil saja sebagai alat promosinya. Sejumlah maskapai penerbangan juga tidak dilibatkan dalam program pemerintah itu. Demikian pula di jalanan Kota Medan. Hanya beberapa baliho atau billboard yang berisi tentang informasi tahun kunjungan wisata di kota ini.
Pemko baru mengirimkan surat permintaan dukungan ke hotel-hotel. Sales Manager Garuda Plaza Hotel (GPH) Syahrian mengatakan, untuk Visit Medan Year 2012, Pemko Medan sudah menyurati manajemen hotel untuk membantu mensukseskan program ini. Bahkan,Pemko sudah mencetakkan spanduk Visit Medan Year yang diletakkan manajemen hotel di depan. “Selama ini, kami juga sudah membantu dengan menghadirkan ciri-ciri kebudayaan setiap minggu dalam acara pesta, dengan menghadirkan tarian dan ornamen tradisional.Ini sangat menarik wisatawan loh,” ucapnya kepada SINDO, kemarin.
Garuda Plaza juga juga lebih banyak memperkenalkan makanan khas Medan kepada wisatawan yang datang ke hotel. Di antaranya, dengan menggelar acara makan durian. “Di samping itu, kami juga sedang menyiapkan konsep untuk dilaksanakan setiap bulannya dalam menyukseskan program ini,”tukasnya. Senada, Humas JW Marriott Oitnel Aldi juga mengaku sudah menerima surat permintaan kerjasama dalam mensukseskan program Visit Medan Year. Manajemen sudah memasukkan program ini dalam buletin promosi bulanan hotel.
“Setiap promo dan event yang digelar JW Marriott sudah memasukkan logo Visit Medan Year,baik di iklan LED, Billboard hingga di buletin dan brosur. Jadi, kami 100% mendukung program ini,” terangnya. Selaku salah satu pelaku industri perhotelan,JW Marriott juga telah merencanakan event besar untuk memperkenalkan wisata Medan kepada wisatawan.“Kita juga sedang merancang akan membuat event yang dapat memperlihatkan potensi wisata kota Medan yang besar,”tandasnya.
General Manager PT Garuda Indonesia Muchwendi Harahap mengaku hingga kini belum ada surat resmi dari pemerintah Kota Medan untuk melibatkan atau mengajak maskapainya bekerja sama dalam mendukung program Visit Medan Year 2012.Tapi begitupun, pihaknya berinisiatif sendiri dalam mendukung program itu melalui Garuda Indonesia Travel Fair. Sebelumnya, hal yang sama dikatakan oleh Station Manager Lion Air Medan,JuliAspita.
Meski tidak dilibatkan langsung dalam program Visit Medan Year dan tidak ada sosialisasinya, namun pihaknya menambah frekuensi penerbangan untuk mendukung program itu. Sementara itu, Pemko Medan membutuhkan dukungan infrastruktur yang baik dalam program Visit Medan Year 2012. Meskipun, infarastruktur di Medan sudah cukup baik, namun untuk mendatangkan turis mancanegara ke Medan juga dibutuhkan infrastruktur di daerah lain yang baik.
“Kalau infrastruktur kita sebenarnya sudah sangat mendukung,jalan-jalan juga sudah tidak banyak yang rusak. Hanya, Medan kan selama ini lebih menjadi kota transit karena lebih banyak objek wisata itu berada di daerah lain.Makanya, kita juga butuh dukungan infrastruktur di daerah lain yang baik,” kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Medan Agus kepada SINDOkemarin. Diakui dia, Medan sudah sangat siap untuk menyambut kedatangan turis mancanegara yang ditaergetkan sebanyak 250.000 orang di tahun ini.
Meskipun, Medan tak banyak memiliki objek wisata, namun untuk penyelenggaraan program Visit Medan Year 2012 yang lebih kepada pameran dan event,Kota Medan sudah memiliki lokasi-lokasi yang mendukung kegiatan itu. Hanya, selama ini Medan lebih sering menjadi kota transit untuk turis yang akan berkunjung ke objek wisata di daerah lain seperti Parapat ataupun Berastagi. “Kalau jalan ke Parapat dan Berastagi itu bisa ditempuh hanya dua jam setengah pastilah ini sangat mendukung kita, begitu juga dengan jalan dari Medan ke Brastagi kalau bisa ditempuh satu jam setengah pasti akan banyak turis mancanegara yang datang ke Medan,”terang Agus.
Selama ini karena infrastruktur di daerah lain yang masih buruk mengakibatkan turis enggan berkunjung.“Kalau bagus pasti turis akan lebih dulu mengunjungi Medan sebagai kota transit untuk menuju ke tempat objek wisata di daerah lain,”terang Agus. Terkait infrastruktur di Medan, Agus mengatakan kalau sejauh ini sudah cukup baik, hanya saja tetap harus ditingkatkan terutama kenyamanan selama di Medan seperti kenyamanan di pedistrian karena banyaknya turis yang backpacker.
“ Kita minta juga dukungan dari instansi terkait untuk membuat kenyamanan turis di Medan sehingga kita bisa menjadi tuan rumah yang baik,”katanya. Selain itu,Agus juga mengatakan sejauh ini objek-objek wisata di Medan juga sudah memiliki infrastruktur yg baik.
“Kalau ke lokasi wisata di Medan untuk parkir dan infrastruktur menuju ke sana juga sudah baik,hanya beberapa lokasilah yang membutuhkan halte untuk pemberhentian bus seperti di kesawan,tapi kalau ke Istana Maimun, masjid Raya dan lainnya itu infrastrukturnya sudah ada. Mungkin ke depan perawatannya yang akan kita tingkatkan,” pungkas Agus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar