Jumat, 23 Maret 2012

Kenali Tari-tarian Indonesia (8): Beksan Guntur Segara


Kenali Tari-tarian Indonesia (8): Beksan Guntur Segara

Wednesday, 29 February 2012
Viewed 619 times, 14 times today | 31 Comments |
Probo Harjanti

Empat penari gagah bersenjatakan gada berikut tamengnya (perisai), membawakan Beksan Guntur Segara. Beksan ini merupakan salah satu karya Sultan HB I. Meskipun dibawakan 4 penari, tetapi yang digambarkan dalam tarian ini hanya 2 orang tokoh. Sebagaimana kebanyakan Srimpi, dibawakan 4 penari, tetapi juga hanya menggambarkan 2 orang tokoh. Kata beksan bisa berarti tarian, tetapi bisa pula diartikan sebagai tari berpasangan, misalnya Beksan Srikandi melawan Surodewati, atau beksan Gatotkaca-Pergiwa, Jaka Tarub-Nawangwulan dan lain-lain.
Beksan Guntur Segara ini menceritakan duel dua orang tokoh dalam cerita Panji, yakni Raden Jayasena yang mencari ayahnya, Raja Jenggala melawan Raden Guntur Segara. Sang Raja belum mua mengakuinya sebagai putra, sebelum bisa mengalahkan Raden Guntur Segara. Duel akhirnya berakhir imbang, tidak ada yang menag mau pun kalah. Pencarian berbuah manis, dengan diterimanya Raden Jaya Seno sebagai putra Raja Jenggala.
Menonton tarian ini, selalu menggugah semangat. Karya-karya Sultan HB I memang menggelorakan semangat. Hal ini sangat mungkin terkait dengan lahirnya tarian pada masa perjuangan, seperti halnya Beksan Lawung. Saat seseorang memperjuangkan sesuatu, tentunya dilakukan dengan penuh semangat, penuh greget , ada sengguh , dan ora mingkuh . Ada semangat, kesungguhan, dan keteguhan hati nurani.
Budaya menulis di dunia tari belumlah sesubur bidang lain, jadi tidak mengherankan kalau tidak mudah mencari informasi tetntang sejarah lahirnya sebuah tarian secara lengkap dan mendetail. Biasanya informasi yang didapat hanyalah secara lisan, dari mulut ke mulut, jarang yang terdokumen dengan rapi.Kalau pun ada, pastinya dalam aksara Jawa, yang tidak semua orang bisa membacanya. Itu pun sangat mungkin tersimpan di luar sana.


Read more: http://baltyra.com/2012/02/29/kenali-tari-tarian-indonesia-8-beksan-guntur-segara/#ixzz1pt93BiaJ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar