Rabu, 21 Maret 2012

Lagi, Melirik Potensi Wisata di Brebes


Lagi, Melirik Potensi Wisata di Brebes

  • PDFPrintE-mail
SATU persatu potensi wisata di Kabupaten Brebes makin terkuak, menunggu sentuhan Pemerintah Daerah untuk memaksimalkannya, menyulap menjadi pundi-pundi pemasukan daerah. Selain obyek wisata yang sudah ada dari pegunungan hingga pantai, Brebes juga ternyata menyimpan sejuta tantangan bagi yang berjiwa penjelajah. Wisata adventure bisa ditemukan di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom.

Keindahan itu sedikit tersembunyi, menyembul di antara perbukitan dan hutan jati menjulang. Saat Brebes Mangesti Racing Traill menjajal medan trabas, tak kalah dengan daerah lain. Olahraga menggunakan motor sekarang ini memiliki banyak penggemar, salah satu olahraga yang lagi banyak diminati dan digandrungi berbagai kalangan adalah trabas dengan motor trail melewati medan-medan yang sulit dan cenderung jalan yang berbatu maupun lumpur.

Kecenderungan tersebut mungkin karena jenis kegiatan ini tidak mempunyai batasan dan sekat sosial sehingga bisa dimasuki semua lapisan masyarakat yang mempunyai kegemaran memacu motor dengan bekal keberanian menerima resiko jatuh dari motor akibat medan yang di lalui. Hampir di semua kota di Jawa mempunyai komunitas-komunitas yang menyukai olahraga ini. Olah raga trabas memang membutuhkan nyali yang kuat untuk melakukannya karena tak jarang di dalam olahraga ini banyak kecelakaan di medan yang dilewati .
Mengambil start dari sisi utara perbukitan meluncur ke selatan melewati medan tanjakan curam. Mata dimanjakan dengan asrinya hutan yang masih perawan di sepanjang perjalanan. Jalanan yang penuh lumpur, setelah diguyur hujan membuat adrenalin kian terpacu. Jika tidak siap fisik dan teknis, bisa jadi akan menemui kendala di etape ini. Dari 25 para penghobi trabas yang berpartisipasi dalam jamah alam perawan itu, beberapa terpaksa harus dievakuasi karena tumbang di jalan. Kekompakan tim menjadi keniscayaan, saling membantu dan mensuport satu dengan yang lainnya.

Usai menerabas hutan perawan itu, ada tempat transit yang asyik dikunjungi. Yaitu gua lawa, letaknya di perbukitan antara puncak dan hutan. Kondisinya agak tidak terurus. Dari sekitar tempat ini, mata akan dimanjakan dengan panorama yang indah. Sepanjang mata memandang, gugusan asap menyelinap di antara rerimbunan hutan. Kepenatan berubah menjadi ketakjuban yang mengasyikan. Apalagi jika sampai di puncak, seolah berada di negeri lain. Hanya ada padang ilalang yang menghampar. Ujungnya hijau menari-nari tersapu angin.

"Luar biasa indahnya, saya seumur-umur baru tahu jika Kabupaten Brebes memiliki keindahan alam yang memerlukan nyali untuk menikmatinya," ujar pembina Brebes Mangesti Racing Trail (BMRT), Pamor Wicaksono SH yang mengajak Radar menikmati panorama itu.

Memang butuh nyali untuk melintasi alam Songgom Lor itu. Jalur menanjak yang ekstrim bisa menjadi tantangan tersendiri untuk ditaklukan. Begitu juga saat melintasi etape menurun, selaksa medan down hill menghampiri. Butuh stamina dan kewaspadaan yang ekstra. Tapi percayalah, wisata adrenalin ini bisa memuaskan dahaga para penjelajah, penakluk alam. Turunan bergelombang dengan beberapa pemandangan pematang sungai berair bening cukup merefreshing otak dan kejenuhan aktivitas sehari-hari. Tak hanya untuk trail racing, medan ini juga bisa dijajal para pesepeda untuk menadapatkan nuansa yang lebih cadas.     

"Saya kira ini adalah aset sekaligus potensi wisata daerah yang bisa dikembangkan untuk mendatangkan PAD. Ini bisa dipertimbangkan menjadi obyek wisata alam, obyek wisata adrenalin atau desa wisata. Di sini bisa menjadi alternatif  untuk camping, bumi perkemahan," ujar Pamor.

Anggota DPRD Brebes ini berharap Pemkab Brebes melalui Dinas Pariwisata bisa memaksimalkan peluang dan potensi di daerahnya. "Saya kira jika sudah dilengkapi wahana ketangkasan, outbond dan sebagainya tempat ini bisa menjadi pilihan masyarakat untuk rekreasi. Apalagi tahun 2013 ada Program visit Jawa Tengah," katanya.

Menurut dia, selain bisa meningkatkan pendapatan daerah juga akan semakin memberdayakan masyarakat di sekitar lingkungan. Di samping itu, bisa menjadi implementasi dari pengembangan tata ruang wilayah yang sudah terkonsep. (ismail fuad)- radartegal.com 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar