Minggu, 18 Maret 2012

Pesona Wayang Tavip


Pesona Wayang TavipPDFPrint
Sunday, 18 March 2012
Pada Lakon Sie Jin Kwie Wayang tavip menjadi buah bibir, ketika Teater Koma mementaskan lakonSie Jin Kwie.SejakSieJinKwiesatu (2010) hingga Sie Jin Kwie : Di Negri Sihir, wayangtavip memiliki kekuatan memesona sehingga mampu menghipnosis penonton.


Adalah Muhamad Tavip yang telah membuat inovasi akan sebuah pergelaran wayang dari yang semula konvensional menjadi lebih kontemporer. Dosen STSI Bandung ini mencoba mengubah filosofi wayang, yang semula bermula dari bayang,menjadi kaya warna dari pantulan bayangbayang wayang buatannya.Hasilnya pun memukau penonton. Penonton wayang purwa, tentu sadar, bahwa untuk menonton wayang dengan baik adalahberadadibelakang layar.

Dalang memainkan wayangwayangnya dengan sorot lampu, hingga menghasilkan gerak yang seolah hidup. Ironisnya, karena melihat hanya dari bayang-bayang wayang,gambar yangdimunculkanmenjadisatu warna,yakni hitam. Padahal, seniman pembuat wayang purwa mengukir kulit menjadi sebentuk tokoh wayang dengan warna-warni yang indah.Namun,keindahan dari warna-warni wayang itu tidak bisa dinikmati penonton yang berada di belakang layar.

“Kasihan juga seniman wayang, karena warna-warni dari tokoh wayang itu tidak muncul,” terang M Tavip kepada wartawan. Dari ide kecil itu,M Tavip lalu menciptakan wayang dari plastik. Wayang itu ia buat sendiri. Lalu menaburinya dengan warna-warni sesuai tokoh yang ia ciptakan.Dengan layar yang terbuat dari bahan yang biasa dipakai penerjun payung, bayangan wayang pun memantulkan warna yang sama dengan wayang yang ia kreasikan. Sepintas memang mirip menggunakan proyektor slide,tapi sebenarnya bukan. Ia mendalang layaknya dalang pada umumnya.

“Di kampung saya,Bale Endah, Jelekong, Bandung, saya membimbing anak-anak sekolah dasar yang tidak mampu. Pada dasarnya semua orang bisa membuatnya,”tegas M Tavip yang kerap ke luar negeri untuk mengikuti festival wayang. Teknik pembuatan wayang ini bisa dilakukan dengan manual ataupun menggunakan teknologi print. Jika manual, Tavip akan membuat karakter tokohnya, menggunting lalu mewarnainya. Jika ingin lebih canggih,ia bisa melakukan teknik print.Asal bahannya tetap menggunakan plastik transparan yang cukup tebal.

Meski cara membuatnya mudah, untuk menampilkan wayang ini secara menarik,Tavip tidak asal-asalan. Ia menggunakan teknik mendalang lewat medium layaknya membuat film. Seorang dalang harus mengerti bahasa video shoot seperti long shoot, close up, dan medium.Teknik itu kerap dipakai M Tavip,sehingga dalam pertunjukannya kerap memunculkan sudut pandang yang baru dan menarik.

Karena wayang Tavip membungkus pertunjukan ini sebagai wayang kontemporer,ia pun dengan leluasa bisa merombak pakem pewayangan dengan penyesuaian pada kebutuhan estetika dan lakon panggung. Ia tak bertumpu pada pakem wayang yang kebanyakan bersumber dari epos Ramayana dan Mahabarata. Ia justru memainkan lakonnya sendiri dengan sederet kreativitas yang bersumber dari keadaan saat ini. Salah satunya kisah Sie Jin Kwie. Di sinilah, esensi fleksibilitas dari wayang M Tavip bisa muncul dengan kekayaan imajinasi.

“Cerita apa pun bisa kita mainkan. Bentuk dari tokoh wayang juga bisa kita ciptakan sendiri.Tergantung cerita apa yang akan kita mainkan,” tandas Tavip. Sebenarnya,penciptaan dari bentuk seni pertunjukkan wayang kontemporer sudah pernah di gagas oleh senimanseniman lain.Salah satunya wayang sandosa dari Solo dan wayang listrik dari Bali.

Keduanya merupakan pengembangan dari seni tradisi wayang purwa. Bagaimanapun, kesenian harus terus berkembang. Pengembangan kesenian inilah yang dibutuhkan agar kebudayaan tetap hidup dan fleksibel sesuai dengan keinginan jaman. sofian dwi 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar