Selasa, 20 Maret 2012

KKN STIT, UPAYA BENTENGI KRISIS MORAL


KKN STIT, UPAYA BENTENGI KRISIS MORAL

  • PDFPrintE-mail
Humas - Menurunnya moralitas remaja sangat meresahkan dunia pendidikan, untuk itu perlu ada penanganan yang serius. Termasuk dari kalangan mahasiswa, diharapkan mampu menjadi benteng penjaga moralitas.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Brebes Prof DR. Muhaimin MA saat menyampaikan samb melepas penerjunan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Brebes 2012 di Pendopo Brebes Kamis (15/3).
Menurut Muhaimin, perkembangan zaman pasti diiringi dengan tantangan yang komplek sehingga langkah kongrit mahasiswa STIT dalam membentengi moralitas sangat berat namun harus dilakoni. Salah satunya mahasiwa harus menjalani KKN, karena didalamnya ada jejak langkah mahasiswa menularkan ilmu-ilmu agama yang dimiliki mahasiswa.
Mahasiswa yang diterjunkan bisa menjadi saham dalam pemberdayaan keluarga. Karena salah tugas mahasiswa STIT. yang KKN, sebagai pengabdian pada masyaraaka antara lain membentuk Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) berbasis Posyandu.
Panitia Abdul Wahib Isma MPd menjelaskan, KKN diikuti 249 peserta. Mereka di sebar di wilayah Kecamatan Tonjong 6 kelompok, Songgom (10) dan Larangan (7) yang tersebar di 23 desa. Masing-masing kelompok dibimbing 1 orang dosen pembimbing lapangan dibawah koordinasi dosen coordinator kecamatan.
Peserta KKN dilepas Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi yang diwakili Kepala BAPPEDA Brebes Ir Djoko Goenawan MT ditandai dengan pemakaian jaket dan topi KKN. Dalam sambutan tertulisnya, Bupati berharap peserta KKN mampu melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat.
Bupati juga berterima kasih atas segala baktinya, semoga menjadi amalan yang sholeh sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini bisa dibuktikan ketika mahasiswa mampu meningkatkan kepedulian dan kemampuannya dalam mempelajari dan mengatasi permasalahan yang muncul di masyarakat. “Langkah inovatif dan kreatif dalam KKN, sangat membantu pemerintah dalam mempercepat proses pembangunan daerah,” pungkasnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar