Senin, 12 Maret 2012

Sepuluh Kebiasaan Perusak Takdir Baik


Sepuluh Kebiasaan Perusak Takdir BaikPrintE-mail
Written by Widodo Hesti Purwantoro   
SATURDAY, 21 MARCH 2009 12:02
Image
Ust. Awan dan Ust. Adi (paling depan dari kiri) sesaat sebelum memberikan ceramah dalam Maulid Nabi Muhammad saw.
Kaliurang. Lembaga dakwah FPSB UII, Jamaah Fathan Mubina (Jafana) berkolaborasi dengan Center for Medical Islamic Activities (CMIA) FK UII menggelar Tabligh Akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad saw. Acara yang digelar untuk umum dengan tema “Rindu Bertemu Sang Kekasih” pada hari Sabtu, 14 Maret 2009 Pkl. 08.00 wib selesai, mengambil setting lokasi di Halaman Parkir Gedung Unit XII UII. Hadir sebagi penceramah dalam pengajian tersebut adalah Ust. Awan Abdullah dan Ust. Adi Abdillah.
Sebagai penceramah pertama, Ust. Awan Abdullah menyampaikan seputar kehidupan Nabi, keluarga Nabi, tanda-tanda kenabian serta beberapa pengetahuantambahan tentang sunnah mandubah, yakni perintah (sunnah) nabi yang nabi sendiri tidak malakukannya, seperti Puasa Daud, Adzan dan Iqomah. Ust. Awan Abdullah juga menyampaikan tentang sunnah yang sering dikerjakan oleh Nabi Muhammad saw, yakni sunnah masnunah. Dalam sunnah masnunah ini, terdapat dua hal yang sangat ditekankan oleh rasullullah, yakni sholat rawatib dan salam. Sholat sunat rawatib tersebut diantaranya adalah sunat 2 rakaat sebelum
Image
JaFaNa Voice meriahkan Tabligh Akbar JAFANA-CMIA dalam rangka Maulid Nabi Muhammad saw
Subuh, 2 rakaat sebelum dan setelah sholat Dzuhur, 2 rakaat setelah sholat Maghrib dan 2 rakaat setelah Isya’. Selain itu, ust. Awan Abdullah juga menyampaikan bahwa nabi men’sunnah’kan kepada umatnya agar tidak memejamkan mata saat berdoa maupun sholat. Diceritakan juga mengenai putra nabi yang meninggal saat masih kecil, yakni Ibrahim.
Sedang ust. Adi Abdillah menyampaikan materi tentang 10 kebiasaan yang bisa merubah takdir baik menjadi takdir buruk. Kesepuluh kebiasaan tersebut adalah :
  • Bercanda yang mengandung dusta
  • Mendengarkan dan atau menyanyikan lagu-lagu yang syairnya buruk
  • Su'udzon (berpikir negatif)
  • Ghibah (menggunjing yang diisyaratkan seperti memakai bangkai saudaranya dan dosa yang digunjing akan diberikan kepada yang menggunjing)
  • Mencela/megnhina. “Dari Muadz bin Jabbal (Hr. Tirmidzi) mengatakan bahwa orang tidak akan mati sebelum terkena ejekannya”
  • Image
    Sambutan oleh Sahidul Hudri mewakili JAFANA
    Bersin, harus mengucapkan hamdallah
  • Latah
  • Mengaminkan doa sebelum doanya selesai
  • tidak meluruskan dan merapatkan shof sholat
  • Hendaklah kita memanggil saudaranya dengan panggilan yang baik.
Oleh karena itu, ust. Adi Abdillah mengajak jamaah untuk menghindari kesepuluh kebiasaan yang dapat merubah takdir baik menjadi buruk tersebut.
TASYAKURAN DAN SILATURRAHMI FPSB UIIPrintE-mail
Written by Widodo Hesti Purwantoro   
TUESDAY, 02 DECEMBER 2008 15:25
Image
Dekan FPSB UI serahkan potongan tumpeng kepada Pemain Basket Putra Terbaik PIASTRO 2008, Fajar Styo Pambudi disaksikan Golgetter Futsal, Al Ikhlas
Sebagai ungkapan rasa syukur kehadirat Allah swt atas prestasi Tim Basket Putra FPSB UII yang berhasil menyabet Juara I, Tim Futsal Putra FPSB UII yang berhasil menyabet Juara III serta terpilihnya 2 orang mahasiswa FPSB UII masing-masing sebagai pemain basket terbaik dan top skor futsal di ajang 
Psychology in Art and Sport Through Competitions 2008 atau disingkat Piastro 2008 yang diselenggarakan oleh Badan Eksektif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia Jakarta,1 – 8 November 2008, maka pimpinan Fakultas bekerjasama dengan DPM/LEM FPSB UII menyelenggarakan tasyakuran pada hari Selasa, 2 Desember 2008. 
Dalam sambutannya, baik Pimpinan Fakultas (Dekan) maupun ketua DPM/LEM FPSB UII berharap agar prestasi yang sama dapat diraih pada event-event lain di masa yang akan datang. “Saya berharap ini bukan prestasi anda yang terakhir, melainkan awal dari prestasi-prestasi yang akan anda torehkan di masa mendatang. Selain itu, jangan lupakan doa, karena doa itu mempunyai kekuatan yang luar biasa”, tegas H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., Psi. 
Dalam acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 orang ini, suasana tampak begitu semarak. Saat diminta untuk menyampaikan sekilas perjalanan menuju turnamen, Fajar Styo Pambudi dengan senyumnya memberikan kisah perjalanan yang penuh perjuangan terkait dengan keterbatasan dana yang dimiliki, mulai dari perjalanan dengan kereta api ekonomi serta tempat menginap yang sederhana.   
Acara tersebut tersebut diakhir dengan doa dan makan bersama, dimana sebelumnya telah dilakukan pemotongan tumpeng oleh Dekan FPSB UII yang diserahkan kepada pemain basket terbaik dan top skor futsal di ajang PIASTRO 2008.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar