Rabu, 14 Maret 2012

Pagelaran Seni Budaya Indonesia mempersona masyarakat Pakistan di kota Karachi dan Sukkur


Berita Perwakilan

KJRI Karachi

Pagelaran Seni Budaya Indonesia mempersona masyarakat Pakistan di kota Karachi dan Sukkur

12 Maret 2012
Dalam rangka meningkatkan minat masyarakat Pakistan di Provinsi Sindh untuk berkunjung ke Indonesia serta untuk menyukseskan program pemerintah mencapai target 8 juta wisatawan asing ke Indonesia pada tahun 2012, KJRI Karachi pada tanggal 6 Maret 2012 dan 9 Maret 2012 telah menyelenggarakan pentas seni budaya, masing-masing di Convention Centre DHA Karachi dan di Auditorium Institute Business Administration (IBA) Sukkur. Penyelenggaraan Pentas Seni Budaya Indonesia tersebut diselenggarakan atas kerjasama KJRI Karachi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi dan Kementerian Kebudayaan Provinsi Sindh, dengan mementaskan secara bersama beberapa tarian Indonesia, termasuk tarian khas Sumatera Barat dan musik Angklung, serta beberapa tarian dan seni musik tradisional Provinsi Sindh.

Pentas Seni Budaya di Karachi dihadiri oleh Ketua Parlemen Provinsi Sindh (Nisar Ahmed Khuhro), Menteri Kebudayaan Provinsi Sindh (Sasui Palijo), para pejabat tinggi provinsi Sindh dan Kota Karachi, para konsul jenderal dan konsul jenderal kehormatan di Karachi, para pebisnis yang tergabung dalam Kadin Karachi dan berbagai asosiasi dagang di karachi, para pebisnis yang tergabung dalamPakistan-Indonesian Business Forum (PIBF), para pencinta Indonesia yang tergabung dalam Pakistan-Indonesian Friendship Society (PIFS), masyarakat madani Pakistan di Karachi, para akademisi dari berbagai perguruan tinggi terkenal di Karachi, serta masyarakat pencinta seni  Pakistan yang ada di Karachi.

Di Convention Centre DHA Karachi dengan daya tampung 600 orang tersebut, para penari Indonesia yang terdiri dari anggota Sanggar Tari Gastarana Bukittinggi serta para pelajar Indonesia yang ada di Karachi telah mempersembahkan beberapa tarian nasional, yaitu tari Persambahan, tari Badindin, tari Anak Nagari, tari Tanjung Katung, tari Piring Rancah Pocah dan tari Poco-Poco. Ibu-ibu anggota DWP KJRI Karachi juga tidak ketinggalan menampilkan musik Angklung dengan membawakan lagu Indonesia (Kopi Dangdut), Pakistan (Yeh Watan Tumhara Hay)dan Inggris (Mother how are you today?) yang mendapat sambutan yang sangat meriah dari para undangan. Sementara Kementerian Kebudayaan Provinsi Sindh menampilkan beberapa tarian tradisional Sindh, yaitu tari Matka, tari Agozanawa, tari Surandonawaz, tari Barindo, dan tari Bansrinawaz  serta alat musik tradisional Sindh (Matka). Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu dikumandangkan lagu kebangsaan kedua negara yang melambangkan kedekatan hubungan kedua Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Konjen RI Karachi, Rossalis R. Adenan, menyampaikan sambutan yang antar lain menekankan bahwa penyelenggaraan Pentas Seni Budaya Indonesia ini merupakan salah satu upaya untuk menterjemahkan hubungan politik kedua negara yang saat ini sangat baik kedalam sektor sosial budaya, serta untuk lebih memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Pakistan di Karachi agar lebih mengenal budaya Indonesia dan untuk menarik wisatawan Pakistan untuk berkunjung ke Indonesia, serta sebagai bagian dari upaya bangsa Indonesia untuk membawa pesan perdamaian, toleransi dan keharmonisan ke seluruh Dunia, termasuk Pakistan. Sementara Menteri Kebudayaan Sindh memuji Indonesia sebagai negara yang kaya dengan budaya dan menegaskan hubungan yang baik antara kedua negara perlu terus ditingkatkan, termasuk di bidang sosial budaya.  Di samping di kota Karachi, pentas seni budaya Indonesia juga diselenggarakan di kota Sukkur yang jaraknya sekitar 450 km atau 7 (tujuh) jam perjalanan dengan kendaraan darat. Dipilihnya Sukkur sebagai tempat pentas kedua setelah Karachi, karena Sukkur merupakan kota terbesar ketiga di Provinsi Sindh setelah Karachi dan Hyderabad, dan mempunyai potensi ekonomi yang besar, terutama di sektor pertanian, serta menjadi hub tiga provinsi di Pakistan, yaitu Sindh, Punjab dan Balochistan.

Pentas Budaya Indonesia yang diselenggarakan di Auditorium IBA Sukkur dengan daya tampung 600 orang tersebut dihadiri oleh Commissioner/pejabat setingkat bupati Sukkur (Imanullah Khan Darejo), Wakil Commissioner Sukkur (Sumair Akhmad Said), Ketua Kadin Sukkur (Muhammad Din) dan Direktur IBA Sukkur (Prof. Ahmed Nisar Siddiqui), para pejabat sipil dan militer Pakistan di Sukkur, para pebisnis yang tergabung dalam Kadin Sukkur, serta para dosen dan mahasiswa IBA Sukkur. Dihadapan pengunjung yang jumlahnya melebihi kapasitas daya tampung Auditorium tersebut, para penari Indonesia membawakan beberapa tarian yang sebelumnya juga ditampilkan di Karachi, yaitu tari Persambahan, tari Badindin, tari Anak Nagari, tari Tanjung Katung, tari Piring Rancah Pocah dan tari Poco-Poco. 

Disamping menyelenggarakan Pentas Seni Budaya Indonesia, KJRI Karachi juga menyelenggarakan  pameran produk Indonesia di Komplek IBA Sukkur dengan melibatkan 20 (duapuluh)  importir Pakistan di Karachi yang mengimpor produk Indonesia di halaman Kampus IBA Sukkur.  Produk Indonesia yang dipamerkan dalam pameran tersebut, antara lain minyak pelumas kendaraan, kertas, makanan instan (Indomie), biskuit, suku cadang kendaraan, barang pecah belah, rempah-rempah, kosmetik, sabun, perlengkapan bayi, keramik, pakaian Muslim dan pakaian anak-anak, serta peralatan rumah tangga. Pembukaan Pemran tersebut dihadiri oleh Konjen RI Karachi, Wakil Commisioner Sukkur, Ketua Kadin Sukkur dan Direktur IBA Sukkur. Dalam sambutannya, Konjen RI Karachi menegaskan kembali bahwa penyelenggaraan Pameran tersebut merupakan upaya untuk menterjemahkan hubungan politik kedua negara yang begitu baik kedalam sektor ekonomi dan perdagangan, serta mengharapkan agar minat masyarakat Sukkur terhadap produk Indonesia akan semakin meningkat. Ditekankan pula bahwa volume perdagangan kedua negara yang saat ini baru mencapai US$ 1,1 milyar masih dibawah potensi yang sebenarnya. Oleh karena itu dengan akan diimplementasikannya PTA Indonesia-Pakistan diharapkan volume perdagangan kedua negara akan semakin meningkat.  Sementara Wakil Commisioner Sukkur dan Ketua Kadin Sukkur menyatakan dukungannya kepada KJRI Karachi dan mendorong pebisnis Sukkur untuk lebih melihat ke Asia Timur, terutama Indonesia dalam melakukan bisnis serta berharap agar pebisnis Sukkur juga memanfaatkan secara maksimal PTA kedua negara.

Penyelenggaraan Pentas Seni Budaya Indonesia di Karachi dan Sukkur serta penyelenggaran Pameran Produk Indonesia di Sukkur tersebut telah berjalan lancar dan mendapat sambutan yang sangat meriah dari masyarakat di kedua kota tersebut, serta diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya untuk meningkatkan citra Indonesia di mata masayarakat Pakistan, khususnya di Provinsi Sindh yang pada gilirannya akan lebih mendorong peningkatan jumlah wisatawan Pakistan ke Indonesia serta volume ekspor Indonesia ke Pakistan. (Sumber: KJRI Karachi) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar