Senin, 05 Maret 2012

7 Kampung Wisata Siap Dikembangkan di Tahun 2012

7 Kampung Wisata Siap Dikembangkan di Tahun 2012

Oleh Olivia Lewi Pramesti  | 21-02-2012 | http://ngi.cc/nJQ | travel

7 Kampung Wisata Siap Dikembangkan di Tahun 2012
 
Tujuh kampung wisata bakal terealisasi di Kota Yogyakarta pada 2012 ini. Selain menjadi objek wisata alternatif, kampung wisata ini turut melestarikan budaya Jawa serta peninggalan sejarah yang terkandung di dalamnya.

Tujuh kampung ini adalah Pandeyan, Notoprajan, Suryatmajan, Brontokusuman, Tamansari, Prenggan, dan Sosromenduran. Kepala Seksi Pengembangan Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Bysrie Romli menjelaskan, ada sejumlah gejala yang menunjukkan bahwa wisatawan mulai menginginkan objek wisata di Yogyakarta selain Keraton Yogyakarta.

"Banyak wisatawan yang sudah melakukan penelusuran di kampung-kampung yang berada di Yogyakarta untuk melihat kehidupan sosial mereka," kata Bysrie di Yogyakarta, Selasa (21/2).

Ia mengatakan,beberapa kampung-kampung di Yogyakarta memiliki banyak potensi atau icon khusus. Potensi ini di antaranya kebudayaan, kerajinan, serta sosial. Lewat potensi-potensi inilah, kata Bysrie, selain menjadi daya tarik bagi wisatawan juga ajang pembelajaran bagi mereka khususnya budaya Jawa.

"Kampung wisata ini baru digalakkan tahun 2011 lalu yakni sebanyak lima kampung. Telah terbukti,dengan kampung tersebut wisatawan memiliki alternatif tujuan wisata ketika di Yogyakarta," tambahnya.

Untuk pengembangan, pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat tengah menyiapkan sumber dayanya. Mengingat untuk merealisasikan sebuah kampung wisata,bukan hal yang mudah.

Penggiat Kampung Wisata Dipowinatan Sigit Istiarto mengatakan, semenjak kampungnya ditunjuk menjadi kampung wisata urban tourism khususnya icon perkampungan Eropa Timur, banyak wisatawan dari negara tersebut mengunjungi kampungnya.

Mereka diperkenalkan dengan budaya Jawa seperti perilaku, kebiasaan, dan adat istiadat. "Biasanya mereka akan tinggal di rumah penduduk untuk mempelajari kehidupan mereka. Kegiatan ini jarang dilakukan di objek wisata lainnya, dan ini adalah hal yang menarik bagi mereka," kata Sigit.

Ia mengaku bahwa pencanangan kampung wisata ini sangat berdampak positif pada pengembangan pariwisata di Yogyakarta. Selain meningkatkan kunjungan pariwisata, kampung wisata ini juga mengajak masyarakat untuk melestarikan kebudayaan Jawa dan menjaga alam sekitarnya.

"Masyarakat di kampung ini mulai sadar menjaga kebersihan lingkungan dan merawat benda-benda bersejarah di sana. Ini adalah pemberdayaan masyarakat yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan mereka," tambahnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar