Senin, 12 Maret 2012

1 Tahun Rumata: Fundraising dan Temu Sahabat Rumata’


1 Tahun Rumata: Fundraising dan Temu Sahabat Rumata’


REP | 25 February 2012 | 06:00Dibaca: 21   Komentar: 0   Nihil

1 Tahun Rumata’, Fundraising dan Temu Sahabat Rumata’
Bertempat di kantor Daya Desain Indonesia (DDI), kawasan Mega Kuningan Jakarta, kegiatan awal tahun digelar Rumah Budaya Rumata’ pada Jumat, 24 Februari 2012. Kegiatan bertajuk “Ngopi Sore Sahabat Rumata’ bersama Riri Riza dan DDI” ini dihadiri oleh lebih dari 30 tamu udangan, seperti John Mcglynn (Yayasan Lontar), Kasuhiza Matsui (warga Jepang yang peduli pembangunan kebudayaan Indonesia Timur), serta beberapa tokoh dan tamu lain yang memiliki perhatian serius terhadap pengembangan kebudayaan nasional khususnya Makassar ini berjalan meriah dan exclusive, kegiatan ini sekaligus dijadikan moment memperingati satu tahun berdirinya sebuah pusat kebudayaan yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan ini. Acara ini dihadiri juga salah satu pendiri pusat kebudayaan Rumata’, Riri Riza sebagai pembicara utama.
Melalui kegiatan ini pula, Rumata’ menggalang dana sosial dan kerjasama tamu undangan demi terselesaikannya pembangunan pusat budaya Makassar tahap II dan III, serta terlaksananya berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2012 seperti, Beasiswa Seni Budaya Indonesia pada April hingga Juni 2012, dengan memberikan beasiswa kepada 10 orang mahasiswa asing untuk belajar kebudayaan Indonesia di Makasar, yang dilanjutkan dengan Makassar International Writers Festival (MIWF) pada Juni 2012, Makassar-Southeast Asia Screen Academy, akademi film selama 5 hari bagi pekerja film se-Indonesia Timur pada bulan September 2012 yang akan menghadirkan pengajar dari Asia Tenggara, serta ragam kegiatan lainnya.
Dalam pembukaan “Ngopi Sore Sahabat Rumata’ bersama Riri Riza dan DDI” Riri Riza menjelaskan, “Pada dasarnya saya adalah seorang seniman atau sutradara yang gelisah, karena saya tidak mau hanya membuat film saja melainkan melakukan sesuatu yang lain khususnya untuk Makassar, dan saya bertemu dengan seorang Lily Yulianti yang aktif dengan gagasan-gagasan untuk memajukan Makassar dari sisi seni dan budaya khususnya, akhirnya visi misi kami sama, Jadilah Rumata’”.
Rumata’ merupakan hasil gagasan dan inisiatif Riri Riza (sutradara) dan Lily Yulianti Farid (penulis novel dan cerpen) yang diluncurkan pada 18 Februari 2011 di Makassar melalui kegiatan perdana Makassar adalah Rumata’ yang dilaksanakan selama 4 hari. Sebagai langkah berikutnya menggelar Makassar International Writers Festival 2011pada 13-17 Juni 2011 dengan mengundang penulis-penulis luar seperti Maaza Mengiste (Amerika), Abeer Soliman (Mesir), Gunduz Vassaf (Turki) dan Janer deNeefe (Australia) serta penulis-penulis Makassar.
Dalam mereview perkembangan Rumata’ dari sisi fisik bangunan, Riri Riza menjelaskan “tahap pertama
1330124165184757904
Logo Rumata
pembangunan Rumata’ yang telah rampung 90 persen yang terdiri dari kantor managemen dan galeri akan dapat digunakan pada bulan maret ini, kemudian disusul dengan pembangunan tahap II berupa area pertunjukan seluas 600 meter persegi “Teater Arena”, Kedai, disusul tahap III pembangunan Wisma”.
Harapan yang ingin dicapai dengan dibangunnya Rumah Budaya ini, akan mampu menjadikan Rumata’ sebagai barometer perkembangan seni dan kebudayaan khususnya di Makassar, dan melalui kegiatan-kegiatan bertaraf internasional tersebut diyakini menjadibenchmark bagi pelaksanaan kegiatan seni dan kebudayaan bertaraf Internasional di Indonesia Timur, Ungkap Riri Riza.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar