Senin, 05 Maret 2012

Tujuh Gunungan Meriahkan Grebeg Maulud Kraton Yogyakarta

Tujuh Gunungan Meriahkan Grebeg Maulud Kraton Yogyakarta


Danar Widiyanto | Jumat, 3 Februari 2012 | 16:11 WIB | Dibaca: 387 | Komentar: 1
Foto: Istimewa
YOGYA (KRjogja.com) - Peringatan Grebeg Maulud Kraton Yogyakarta tahun 2012 pada Minggu (5/2) mendatang, dimeriahkan dengan tujuh buah gunungan yang akan diarak ke beberapa tempat. Keluarnya tujuh gunungan tersebut sekaligus merupakan tanda puncak acara Sekaten yang telah digelar sejak beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Humas, Biro UHP Setdaprov DIY, Dra. Kuskasriati mengungkapkan, ketujuh gunungan yang akan diarak tersebut terdiri dari tiga gunungan kakung, satu gunungan putri, satu gunungan gepak, satu gunungan pawuhan, dan satu gunungan darat. Gunungan sendiri dibuat dari aneka macam bahan makanan seperti beras, sayur dan buah-buahan.

"Gunungan yang diarak dalam grebeg mulud tersebut pada dasarnya menggambarkan sedekah yang diberikan raja kepada rakyatnya. Gunungan juga merupakan simbol dari kesejahteraan rakyat," ujarnya Jumat (3/2).

Ia menuturkan, gunungan tersebut akan diarak dari Kraton Yogyakarta menuju masjid Gedhe Kauman. Keluarnya ketujuh gunungan akan dikawal oleh 12 bregodo, yakni 10 bregodo prajurit Lombok Abang dari Kraton Yogyakarta dan dua bregodo prajurit Plangkir dari Kadipaten Pakualaman.

"Khusus gunungan kakung, akan diperebutkan masyarakat di tiga tempat. Yakni di sekitar Masjid Gedhe Kauman, masyarakat dan abdi dalem di sekitar Kadipaten Pakualaman, serta masyarakat dan abdi dalem Kaprajan di komplek Kepatihan," tuturnya.

Tahun ini juga merupakan tahun kedua kalinya gunungan kakung dibawa ke Kepatihan. Prosesi tersebut sengaja dilakukan dengan maksud untuk mempererat hubungan antara masyarakat dengan Kraton Ngayogyakarto dan Kadipaten Pakualaman sebagai Pusat Budaya, serta Kepatihan sebagai pusat pemerintahan.

"Arak-arakan gunungan kakung dari Masjid Gedhe menuju Kepatihan akan dikawal dan dipandu oleh bregodo prajurit Bugis. Sementara prosesi penyerahan gunungan di Masjid Gedhe, Kadipaten Pakualaman, maupun di Kepatihan akan dilakukan oleh abdi dalem Sipat Bupati (KRT) ingkang didawuhaken saking Tepas Duworopuro Karaton," imbuhnya. (Aie)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar