Minggu, 11 Maret 2012


Pengertian Kebudayaan Kognitif

Teori Kebudayaan menurut keesing ada 2 pendekataan:
1. Kebudayaan sebagai sistem adaptasi
2. Kebudayaan sebagai sistem gagasan atau ide

Kebudayaan Sebagai Sistem Adaptasi :
- Berasal dari perspektif evolusi terhadap kebudayaan
- Pembelajaran budaya menyebabkan kehidupan manusia bertahan dalam situasi ekologis tertentu.

Asumsi Memandang Kebudayaan Sebagai Sisi Adaptasi :
1. Budaya merupakan sistem pada perilaku yang ditransmisikan secara sosial dan bertujuan untuk mengjaitkan komunitas manusia dengan lingkungannya.
2. Perubahan budaya yang terjadi disebabkan proses adaptasi terhadap lingkungan
3. Teknologis, subsistensi ekonomi dan organisasi sosial yang terkait secara langsung dengan proses produksi merupakan bidang sentral kebudayaan yang paling adaptif.

Komponen sistem budaya berupa ide/gagasan mempunyai konsekuensi adaptif dalam mengendalikan populasi, mendukung subsistensi, mempertahankan ekosistem. Kebudayan Sebagai Gagasan yang berawal tentang apa yang disebut sebagai mens (bahasa Latin) dan mind (bahasa Inggris)

Asumsi memandang kebudayaan sebagai sistem gagasan :
1. Kebudayaan Sebagai Sistem Kognisi
Dipengaruhi oleh aliran psikologis kognitif, bahwa ide merupakan awal dari segalanya. Budaya bukan Cuma dianjarkan, tetapi melalui pemikiran sendiri untuk menginterprestasi budaya. Tiap individu dapat mempunyai budaya yang berbeda budaya berada pada kognisi perindividu
Tokoh: Goodenough

2. Budaya Sebagai Struktural
Budaya dipandang sebagai struktur terdiri dari komponen budaya yang saling berhubungan. Komponen budaya berubah yang lain ikut menyesuaikan perubahan tersebut.

3. Budaya Sebagai Simbolik
Budaya terdiri dari simbol-simbol, dimiliki bersama oleh anggota masyarakat, tergantung pada persepsi seseorang dapat mengartikan makna dari simbol
Tokoh: C. Geertz


Kebudayaan Sebagai Sistem Gagasan : Paradoks dan Masalah Ketidaksetujuan konseptual kebudayaan sebagai sistem gagasan
- Goodenough : kebudayaan sebagai gagasan yang secara sistematis menghubungkan dunia kognitif individu dan perilaku kolektif populasi
- Levi strauss : budaya lebih dari perilaku individu, bahkan batas etnis, namun representasi kolektif merefleksikan proses dari pikiran individu
- Geertz : ada keterkaitan makna yang dimiliki bersama.

Dihadapkan Dilema Konseptual
Disatu pihak reduksionisme kognitif yang luput dari simbol yang dimiliki bersama. Dipihak lain, dunia simbol budaya yang seakan otonom dan akan seragam yang bebas dari kendala pikiran yang menciptakan dan mengajarkan kebudayaan

Menuju Penguraian Konseptual
Konsepsi kebudayaan merupakan bentuk dari kemampuan yang berbeda dan didistribusikan dalam populasi, sehingga membawa pengetahuan yang berkembang. Meskipun tidak seorangpun pelaku asli mengetahui kebudayaannya, masing-masing punya versi yang bervariasi. Budaya tidak hanya sebagai koleksi simbol tetapi sebagai sistem pengetahuan yang menghasilkan model-model simbol, sehingga Keesing dan Schneider menyatakan budaya sebagai sistem pengetahuan harus diselidiki dan dipetakkan

ASUMSINYA
1. Pertanyaan para antropolog sebagian berkisar pada budaya sebagai sistem pengetahuan Simbol yang dimiliki bersama
2. Untuk memahami perubahan dan keanekaragaman, melihat kebudayaan sebagai elemen yang kompleks dari manusia dalam lingkungan
3. Untuk membuat analisis budaya, haruslah memetakan sistem sosial, ekosistem dan psikologis dan biologi individu

Minggu, 15 Mei 2011

Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan selalu dimiliki oleh setiap masyarakat, hanya saja ada
suatu masyarakat yang lebih baik perkembangan kebudayaannya dari pada
masyarakat lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya.
Pengertian kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Salah
satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang
merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa dan
cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan
kebudayaan kebendaan, yang dibutuhkan manusia untuk menguasa alam
sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk
kepntingan masyarakat.
Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan sega norma dan nilai
masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan
alam arti luas., didalamnya termasuk, agama, ideology, kebatinan,
kenesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa
manusia. Yang hidup sebagai anggota masyarakat. Selanjtunya cipta 
merupakan kemampuan mental, kemampuan piker dari orang yang hidup 
bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu 
pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan spiritual. Semua
karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang
menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian
besar, bahkan seluruh masyarakat. Dari pengetian tersebut menunjukkan
bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan ari pengetahuan manusia
sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan
memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya
serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.Atas dadar
itulah para ahli
mengemukakan adanya unsure kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7
unsur yaitu:
1. unsur religi
2. sistem kemasyarakatan
3. sistem peralatan
4. sistem mata pencaharian hidup
5. sistem bahasa
6. sistem pengetahuan
7. seni
Bertitik tilah dari sistem inilah maka kebudayaan paling sedikit
memiliki 3 wujud antara lain:
1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan 
dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya
abstrak, lokasinya aa dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu
hidup.
2. Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari
manusia dalam masyarakat.
3. Kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia

Daftar pustaka: (Nugroho, widyo. Dan muchji, achmad., ilmu budaya dasar , universitas Gunadarma, 1996.)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar