Minggu, 11 Maret 2012

Pengertian Budaya dan Pendapat para Ahli

Pengertian budaya secara harfiah adalah suatu kebiasaan yang baku pada suatu komunitas sosial (suku/ etnis).

Ragam budaya paling banyak di negeri kita, karena Indonesia memiliki banyak suku-suku. Kekayaan budaya Indonesia merupakan kebanggaan kita, supaya tak luntur oleh infiltrasi budaya asing maka perlu kita pahami dan pelajari dengan sungguh-sungguh.

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Definisi Budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.

Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

materi referensi:

suatu kegiatan yg dilakukan sekelompok orang, untuk menyampaikan aspirasi politik secara konvensional tanpa adanya tindakan fisik, melainkan menyampaikannya dalam forum2. Contohnya : debat publik
menurut ahli politik budaya dapat nenpercepet u/ naik jabatan
Budaya politik berdasar orientasinya ada 3 :
1. Budaya politik Parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah.
2. Budaya politik Kaula,yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi.
3. Budaya politik Partisipan,yaitu budaya politik yang masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya tetapi masih bersifat pasif.

Negara yang masih parokial : Korea Utara, Rusia, China dan negara-negara asia dan eropa timur bekas jajahan Uni Soviet
1. Menurut Gabriel Almond (1966)budaya politik adalah pola sikap dan orientasi individu terhadap politik diantara anggota sistem politik.
2.Walter A Rosenbaum menyebutkan, budaya politik dapat didefinisikan dalam dua cara. Pertama, jika terkonsentrasi pada individu, budaya politik merupakan fokus psikologis. Artinya bagaimana cara-cara seseorang melihat sistem politik. Apa yang dia rasakan dan ia pikir tentang simbol, lembaga dan aturan yang ada dalam tatanan politik dan bagaimana pula ia meresponnya.
Kedua, budaya politik merujuk pada orientasi kolektif rakyat terhadap elemen-elemen dasar dalam sistem politiknya. Inilah yang disebut “pendekatan sistem”.
3. Rusadi Sumintapura
Budaya politik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
4. Sidney Verba
Budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik, simbol-simbol ekspresif dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan.
5. Alan R. Ball
Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik.
6. Austin Ranney
Budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama; sebuah pola orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik.
7. Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr.
Budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi.

Budaya

Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Budaya atau kebudayaan (dari kata Sansekerta buddayah , yang merupakan kata jamak untuk kata buddhi , yang berarti budi pekerti atau akal) secara umum membicarakan hal-hal terkait budi dan akal manusia. Di dalam pengertian yang luas pula bermaksud segala sesuatu yang dibawa atau dikerjakan oleh manusia , berlawanan dengan "perkara semula jadi" 'yang bukan diciptakan atau boleh diubah oleh manusia. Di dalam bahasa Inggris , kebudayaan disebut sebagai culture , yang berasal dari kata Latin colore yang berarti menanam atau mengerjakan.

sunting ]
Pengertian

Kebudayaan memiliki hubungan erat dengan masyarakat . Menurut Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski, segala sesuatu yang ada di dalam sebuah masyarakat memiliki hubungkait atau bisa ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu sendiri. Paham ini dikenal di kalangan ahliantropologi (penelitian manusia) sebagai paham determinisme (atau penentuan ) budaya . Herskovits berikutnya memandang budaya sebagai sesuatu yang mengungkapkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan konsep ini disebut sebagai organik lampau (atau singkatnya superorganik ).
Sementara itu, menurut Andreas Eppink pula, kebudayaan adalah keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta struktur-struktur kemasyarakatan, keagamaan selain penghasilan seni dan intelektual yang membentuk fitur-fitur khusus sebuah masyarakat. Pengertian seperti disetujui oleh Edward B. Taylor. Ia memandang budaya sebagai satu konsep menyeluruh yang rumit yang mengandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, tatasusila, hukum, kebiasaan dan lain-lain kemampuan serta kebiasaan yang diperoleh oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Ahli antropologi dari alam Nusantara , yaitu Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi pula memegang kebudayaan sebagai alat produksi karya seni , rasa dan penciptaan di dalam masyarakat.
Dari semua pengertian ini, kebudayaan bisa disimpulkan sebagai keseluruhan cara hidup manusia termasuk hasil ciptaan dan pemikiran yang sesuai dengan kehendak rohani dan jasmani yang menjadi amalan untuk kesejahteraan hidup suatu kelompok masyarakat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar