Sabtu, 03 Maret 2012

Lestarikan Bambu, Warisan Budaya Sunda

Jum'at, 24 Februari 2012 , 08:40:00
 
Seperti kita ketahui, secara fisik, bambu adalah sejenis tanaman rumput-rumputan dengan rongga dan ruas pada batangnya. Bambu memiliki banyak jenis dan merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Untuk menghindari kepunahan, Yayasan Bambu Indonesia (YBI) sengaja menanam dan membudidayakan sekitar 47 spesies bambu dari seluruh wilayah di tanah air.

LAPORAN: Ricki Noor Rachman

---

Ketua Yayasan Bambu Indonesia (YBI), Jatnika menyempatkan diri mengantarkan wartawan ini mengelilingi kompleks pembudidayaan bambu di di Jalan Srikaya Blok E3 No 1, Bumi Cibinong Endah, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong.

Di areal kebun seluas kurang lebih satu hektare ini, berbagai jenis bambu yang didapat dari berbagai daerah di tanah air dibudidayakan.

“Ini enak untuk dijadikan bahan sayur,” tuturnya sembari menunjukkan tunas muda (rebung) pada salah satu tanaman bambu.

Selain bisa dimakan, beberapa jenis bambu juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan berbagai penyakit. Seperti pada pengobatan Cina, bambu jenis tertentu biasa digunakan untuk mengobati dan menyembuhkan infeksi. Mengingat, bambu mengandung sumber potasium yang rendah kalori, yang juga baik digunakan sebagai obat penguat pada sakit pernapasan. Namun, penggunaan bambu sebagai obat, tentunya harus melalui prosedur yang benar dan diolah oleh tangan profesional.

Sejak didirikan pada 1996 silam, YBI terus mengembangkan pemanfaatan bambu bagi para anggotanya dan masyarakat di desa tertinggal.

Hasilnya, sekitar 75 pengrajin bambu dan sepuluh  ahli lanskap di bawah naungan YBI, produktif menghasilkan berbagai kerajinan dan rakitan rumah bambu yang dipasarkan ke berbagai wilayah di tanah air dan dunia. Bahkan, terkadang para pengrajin ini terpaksa menolak konsumen karena tingginya permintaan dan keterbatasan tenaga ahli.

Jatnika menuturkan, bambu bisa dibilang sebagai tanaman khas suku Sunda. Menurut dia, orang Sunda tak akan terlepas dari bambu sedari lahir hingga menutup mata. Sebut saja adat pemotongan tali pusar yang menggunakan sembilu (alat dari bambu), sunatan, alat permainan masa kecil, alat musik hingga keranda pengantar jenazah yang terbuat dari bambu.(*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar