Senin, 12 Maret 2012

Ini Kedua, Indonesia Selenggarakan Dialog Antar Agama di Semarang


Ini Kedua, Indonesia Selenggarakan Dialog Antar Agama di Semarang

JUMAT, 09 MARET 2012 01:33 WIB



LENSAINDONESIA.COM: Indonesia menjadi tuan rumah kegiatan “6th Regional Interfaith Dialogue” (RID-6) yang akan diselenggarakan di Semarang pada 11 – 15 Maret 2012. Program ini kerja sama Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Agama RI, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penyelenggaraan di Indonesia ini merupakan kali kedua setelah dilakukan tahun 2004 di Yogyakarta.
RID disebutkan dalam keterangan pers Kemlu, merupakan kegiatan dialog antar iman yang melibatkan pemuka agama, kelompok masyarakat madani, akademisi dan kalangan media. Kegiatan ini disponsori Indonesia, Australia, New Zealand dan Filipina dengan negara-negara peserta lain dari Brunei Darussalam, Cambodia, Fiji, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.
Tema RID-6 tahun ini adalah “Strengthening Collaborative Communities to Promote Regional Peace and Security: Interfaith in Action”. Acara pembukaan direncanakan pada tanggal 12 Maret 2012, dan kegiatan akan diisi dengan diskusi pleno, diskusi kelompok kerja, dan dialog. Selain itu, akan dilakukan kunjungan ke rumah-rumah peribadatan di Semarang dan Kudus untuk memberikan gambaran mengenai keberagaman agama dan budaya di Indonesia.
Indonesia bersama negara-negara co-sponsors sepakat agar penyelenggaraan RID-6 kali ini dapat menghasilkan program-program kegiatan dan kerja sama yang konkrit, tidak hanya sebatas pada dialog. Kemlu mengharapkan dihasilkannya sebuah Plan of Action yang singkat namun applicable sebagai output dari RID-6.
Untuk itu, Pemerintah RI akan menawarkan kepada para negara peserta RID-6 untuk mengirimkan perwakilan future faith leaders (FFL) dari negara mereka untuk bergabung dalam Program Kekhususan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia tahun 2012. Sebagaimana tema RID-6 tahun ini, para peserta FFL diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi terciptanya perdamaian dan keamanan di kawasan melalui berbagai aktifitas, termasuk penangan resolusi konflik dan mediasi.
Di samping itu, Pemri  juga akan menawarkan program pelatihan bagi kalangan media dari negara peserta RID untuk dapat memahami isu-isu yang mengedepankan toleransi serta rasa saling memahami dan menghargai antarumat beragama, sehingga terwujud jurnalisme damai (peace journalism) serta pemahaman bahwa mereka memiliki andil besar dalam terwujudnya harmoni antarperadaban.
RID telah diselenggarakan secara berturut-turut, yang pertama di Yogyakarta, Indonesia (2004); Cebu, Filipina (2006); Waitangi, New Zealand (2007); Phnom Penh, Kamboja (2008); dan Perth, Australia (2009).


Editor: joko

Rubrik : AKTIVIS , headline lensademokrasi , HEADLINE UTAMA , lensaDEMOKRASI , Terkini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar