Jumat, 09 Maret 2012

Presiden Dianugerahi Pakaian Kebesaran Adat Batak


JAN19

Presiden Dianugerahi Pakaian Kebesaran Adat Batak

Toba Samosir, Sumut (ANTARA) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono dianugerahi pakaian kebesaran adat Batak oleh pemuka adat enam puak Batak di sela peresmian Museum Batak TB Silalahi Center di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.
“Makna penganugerahan pakaian kebesaran ini sebagai pertanda bahwa Presiden secara resmi telah menjadi bagian dari enam puak suku Batak,” ujar Nainggolan, salah seorang tokoh masyarakat Toba Samosir di Balige, Selasa.
Ia mengatakan, pakaian kebesaran yang diberikan berdasarkan kesepakatan bersama antara enam puak, yakni Batak Toba, Karo, Simalungun, Mandailing, Pakpak Dairi, dan Angkola.
Pakaian adat “bulang-bulang” dan “hoba-hoba” dibserikan tuan rumah dari puak Batak Toba. “Dengan pemberian seperangkat pakaian kebesaran adat Batak ini diharapkan Presiden SBY mendapat ‘sahala’ (dikaruniai anugerah berupa kearifan dan kebijaksanaan dalam kepemimpinan),” kata Nainggolan.
Tokoh adat dari puak Batak Toba memberikan tongkat “tunggal panaluan” sebagai simbol kepemimpinan tertinggi dirangkaikan dengan penyematan seperangkat pakaian adat kepada Presiden.
Lima puak lainnya menyerahkan pakaian adat khas daerahnya dalam keadaan terlipat.
Pada kesempatan tersebut, Lembaga Adat Batak Angkola menganugerahkan gelar Patuan Sorimulia Raja kepada Presiden Yudhoyono setelah membacakan naskah kesepakatan hasil rapat para pengetua adat yang dituangkan dalam keputusan yang disebut surat “tumbaga holing”.
Mangaraja Parlaungan, tokoh masyarakat Angkola yang membacakan isi “tumbaga holing” mengatakan, gelar yang diberikan merupakan gelar kehormatan tertinggi Batak Mandailing yang juga berarti “Paduka Tuan”.
“Pemberian gelar ini akan melengkapi nama Presiden menjadi Susilo Bambang Yudhoyono Siregar,” ujar Parlaungan.
Ibu Negara Ani Yudhoyono juga dianugerahi gelar Naduma Harungguan Hasayangan. Gelar tersebut merupakan gelar kehormatan untuk istri atau permaisuri. Dengan demikian Ibu Negara menjadi Ani Bambang Yudhoyono Pohan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar