Jumat, 02 Maret 2012

Budaya Betawi Diusulkan Masuk Kurikulum Siswa

Budaya Betawi Diusulkan Masuk Kurikulum Siswa
Agar Citranya Lebih Positif & Populer

RMOL. Kebudayaan Betawi saat ini terancam kelestariannya. Sebab masyarakat, terutama generasi muda dinilai masih kurang peduli dan lebih mengutamakan kebu­dayaan negara lain. Kondisi cukup memprihatinkan ini harus secepatnya dicarikan solusinya.
Menanggapi hal ini, pe­nga­mat sejarah asal Betawi, Ridwan Saidi menyatakan, perkem­bang­an bu­daya Betawi harus kembali di­bangun ke arah yang lebih positif. “Sebaiknya perkem­bangan kebu­dayaan Betawi lebih di­tingkatkan lagi, sehingga citra budaya Betawi menjadi lebih po­sitif,” katanya kepada Rakyat Merdeka.
Menurut Ridwan, kecintaan pada budaya peninggalan leluhur ini harus kembali ditingkatkan. Seperti dengan mengenalkan kebudayaan Betawi pada siswa sejak dini me­lalui sekolah-sekolah secara lebih intensif lagi.
Lebih jauh, pengamat pen­didikan dan kebudayaan Uni­versitas Indonesia (UI) Adro Prayogo mengatakan, budaya Jakarta merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Be­landa, Jakarta merupakan kota yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara.
Suku-suku yang mendiami Ja­karta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. “Se­lain budaya Nusantara, budaya Jakarta juga banyak menyerap budaya luar seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugis,” terangnya.
Dukungan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lebih aktif mengelola kekayaan budaya yang dimiliki, juga dike­mukakan anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Budi San­toso. Caranya, dengan meli­batkan seluruh elemen ma­sya­rakat, baik lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kepemudaan, serta pelajar.
“Elemen masyarakat harus lebih ditingkatkan keter­li­bat­an­nya dalam pengelolaan budaya da­erah,” ucapnya.
Dijelaskan Budi, pengelolaan kebudayaan yang dimaksud me­li­puti beberapa hal. Di antaranya perlindungan, yaitu merawat, memelihara aset budaya agar tidak punah dan rusak. Kemudian pe­ngembangan, yakni melak­sanakan penelitian, kajian lapor­an, penda­laman teori kebudayaan dan mem­persiapkan sarana dan pra­sarana pendukung dalam penelitian.
Selain itu, juga ada pe­man­faatan, yakni melaksanakan ke­giatan pengemasan produk, bim­bingan dan penyuluhan, kegiatan festival dan penyebaran infor­masi. Se­lanjutnya, dokumentasi, yakni melaksanakan kegiatan pembuatan laporan berupa narasi yang di­lengkapi foto dan audio visual.
Masih berkaitan dengan upaya pelestarian budaya Betawi ini, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Musyawarah Ma­syarakat (Bamus) Betawi kem­bali menggelar Lebaran ala Betawi. Acara dimaksud digelar hari ini dan besok, dipusatkan di Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.
Berbagai elemen dan kom­ponen masyarakat akan turut serta dan menampilkan berbagai hasil kerajinan, budaya, kuliner khas Betawi dan sebagainya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meng­gerakkan roda pere­konomian warga, sekaligus me­narik minat wisatawan baik lokal mau­pun mancanegara untuk menyaksikan kegiatan tahunan ini.
Lebaran Betawi merupakan ajang pelestarian nilai-nilai dan kebudayaan, serta media sila­turahmi bagi seluruh komponen ma­syarakat Betawi. Dalam tra­di­sinya, kegiatan ini didasari filo­sofi, di mana setiap yang muda ha­rus menghormati yang lebih tua.
Agar lebih menarik, dalam ke­giatan ini, pihak panitia juga akan mengolaborasikan tampilan buda­ya Betawi dengan wilayah sekitar, se­perti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Diha­rapkan, kegiatan ini dapat men­jadikan warga ibu ko­ta lebih me­ningkatkan rasa cin­tanya terhadap seni dan budaya tradisionalnya.
Bang Kumis Hadiri Lebaran Betawi di PIK
Sebagai salah satu upaya me­lestarikan kebudayaan Betawi, Pe­merintah Provinsi (Pemprov) DKI Ja­karta, bekerja sama de­ngan Ba­dan Musyawarah Masya­rakat (Ba­mus) Betawi menggelar Le­baran ala Betawi hari ini dan besok.
Hal tersebut dinyatakan Kepala Seksi Kehumasan, Suku Dinas (Sudin) Komunikasi Informatika dan Kehumasan (Kominfomas) Jakarta Timur, Gatut Sudarsono. Saat pembukaan acara,  gubernur dan ketua Bamus Betawi me­ngun­jungi rumah-rumah adat Betawi yang berada di arena kegiatan.
Di tempat ini, Gubernur DKI Fauzi Bowo yang akrab disapa Bang Kumis  akan disu­guhi ane­ka kuliner khas Betawi. Setiap wilayah, menyuguhkan aneka kuliner yang berbeda-beda. Mi­salnya Jakarta Timur menyu­guhkan sayur gabus pucung dan kue cucur, Jakarta Utara menya­jikan grebek bebek dan ketan kuning, Kepulauan Seribu me­nyu­guhkan udang pengko.
Kemudian Jakarta Selatan menyuguhkan pecak gurame dan dodol, Jakarta Barat me­nyu­guh­kan tape uli dan semur, se­dang­kan Jakarta Pusat menyuguhkan bandeng pesmol dan slendang mayang.
“Kalau sebelumnya Lebaran Betawi digelar di Jakara Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Kali ini diselenggarakan di Ja­karta Timur dan dipusatkan di kawasan PIK Penggilingan. Ke­giatan ini menjadi agenda ta­hunan yang digagas Pemprov DKI bekerja sama dengan Bamus Betawi,” kata Gatut.
Dalam kegiatan ini, lanjutnya, secara bergiliran para walikota dan bupati didampingi para camatnya mengantarkan atau memberi ma­kanan khas wila­yahnya masing-masing kepada Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan Ketua Bamus Betawi, Nachrowi Ramli.
Adapun beberapa kesenian yang  ditampilkan dalam Lebaran ala Betawi tahun ini antara lain adalah Sambrah Betawi dari Fir­man Muntaco, Gambang Kro­mong Mustika Forkabi, Tari Topeng dan Lipet Gandes dari Grup Marga Sari. Panitia juga akan meng­hadirkan bintang tamu Hj Tonah dan Mastur, tokoh lenong serta komedian asli Betawi.
Tak hanya itu, setiap wilayah juga wajib secara bergiliran menampilkan atraksi kesenian di panggung utama. Misalnya, Ja­karta Timur menampilkan Gam­bang Kromong dan lawak, Ja­karta Pusat menampilkan Gam­bus KS Tubun dan musik Melayu Brantas Tenabang. Kemudian Jakarta Utara menampilkan Ke­roncong Tugu dan Marawis, Kabupaten Kepulauan Seribu menyajikan Samrah dan tarian Betawi. Lalu, Jakarta Selatan akan menampilkan Gambus Aro­mania dan Nasyid, sedangkan Jakarta Barat menampilkan ta­rian-tarian Betawi dan Gambang Kromong.  [rm]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar