Selasa, 01 Mei 2012

Warga Tutup Paksa Sumur Bor PDAM

SUARA PANTURA

01 Mei 2012
Warga Tutup Paksa Sumur Bor PDAM

  • Berdampak Sumber Air Lain Kering

BREBES- Ratusan warga Desa/ Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes menutup paksa sumur bor milik PDAM Brebes di wilayah tersebut, Senin (30/4).
Warga menolak beroperasinya sumur bor dalam itu, karena telah berdampak terhadap sumber air warga yang mendadak kering. Warga menutup sumur bor yang berada di belakang Kantor Kecamatan Tanjung itu dengan cara digembok, dan disaksikan petugas dari PDAM Brebes.
Penutupan paksa bermula saat warga beraudiensi bersama perwakilan PDAM Brebes, di pendapa Kecamatan Tanjung. Kegiatan itu juga disaksikan langsung Camat Tanjung, Eko Purwanto SIP. Dalam audiensi itu warga bersikeras menolak keberadaan sumur bor dan meminta ditutup.
Bahkan, audiensi yang mendapat pengamanan dari jajaran Polsek dan Polres Brebes tersebut sempat tegang. Sejumlah warga mendadak maju ke depan dan dengan nada tinggi meminta PDAM bertanggung jawab atas keberadaan sumur tersebut.
"Kami tidak mau tahu. Yang jelas, hari ini juga sumur harus berhenti beroperasi dan ditutup. Ini tuntutan kami," tandas seorang warga.
Namun, ketegangan itu tak berlangsung lama. Polisi akhirnya turun tangan dan berhasil meredakan emosi warga. Meski demikian, warga yang jumlahnya mencapai 150 orang itu tetap ngotot sumur harus ditutup.
Aktivitas Terganggu
Koordinator Warga, Herdi (40) mengatakan, akibat beroperasi sumur bor PDAM itu, warga menjadi kesulitan mendapatkan air. Sumur milik warga yang biasanya mengeluarkan air, kini mendadak kering. Bahkan, dampaknya tidak hanya dirasakan warga di sekitar lokasi sumur bor PDAM, tetapi sudah mencapai desa lain dengan radius 2 kilometer. "Ini yang menjadi alasan kami menolak adanya sumur bor PDAM di sini. Kami sebenarnya tidak menolak PDAM, kami hanya keberatan adanya sumur bor itu," tegasnya.
Menurut dia, sudah dua minggu terakhir warga kesulitan mendapatkan air. Hal itu berimbas terhadap aktivitas warga yang menjadi terganggu. Anak-anak juga kesulitan mandi untuk berangkat sekolah.
"Tak hanya itu, warga yang membuka usaha kecil juga terkena dampaknya. Mereka kesulitan mendapatkan air, sehingga usahanya terpaksa tutup," terang Herdi.
Direktur PDAM Brebes Sutono melalui Humas PDAM Brebes Anom Budiono mengatakan, atas desakan dan tuntutan warga, sumur bor yang dibangun dua tahun lalu dari bantuan provinsi itu sepakat untuk dihentikan operasinya. Upaya itu dilakukan melihat kondisi warga yang tidak kondusif. Padahal, PDAM juga bersedia menghentikan operasi sumur ketika musim kemarau. "Dari hasil audiensi tadi, kami memutuskan sumur untuk ditutup pengoperasiannya," ujar dia.
Dia menjelaskan, sumur bor itu dibangun dengan kedalaman 120 meter, dengan kapasitas maksimal air 10 liter/ detik. Keberadaan sumur berfungsi untuk mensuplai bagi 800 pelangan PDAM di wilayah Kecamatan Tanjung. "Secara teori, keberadaan sumur bor itu tidak akan mengganggu sumber air warga. Karena itu, kami juga akan mengevaluasi masalah ini," terangnya. (H38-49)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar