Sabtu, 26 Mei 2012

Harga Bawang Merah di Binjai Naik Dua Kali Lipat


Sumut - Jumat, 25 Mei 2012 00:05 WIB
Harga Bawang Merah di Binjai Naik Dua Kali Lipat
(Analisa/wardika aryandi). Seorang pedagang di Pasar Tavip Binjai menimbang berat bawang yang dipesan pembelinya. Sejak sepekan terakhir harga bawang di Kota Binjai mengalami kenaikan, terutama harga bawang merah yang meningkat hingga lebih dari 100 persen.
Binjai, (Analisa). Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Binjai mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir. Peningkatan harga paling drastis terjadi pada bawang merah, dengan kenaikan rata-rata hingga lebih dari dua kali lipat.
Pantauan Analisa di lapangan, Kamis (24/5), harga eceran bawang merah di pasaran berkisar antara Rp16.000 hingga Rp20.000 per kilogram, padahal sebelumnya hanya berkisar antara Rp 8000 hingga Rp15.000.

Kenaikan harga bawang putih dan bawang bombay mencapai lebih dari 60 persen. Jika harga bawang putih sebelumnya hanya Rp 9 000 hingga Rp 10 ribu, saat ini mencapai Rp 12.000 hingga Rp 14.000 per kilogram. Sedang bawang bombay mencapai kisaran harga Rp 10.000 hingga Rp 12.000 yang sebelumnya hanya sekitar Rp 6000 hingga Rp 7000 per kilogram 

Seorang pedagang di Pasar Tavip Binjai Lani Br Sembiring (47) menyatakan, kenaikan harga bawang secara darstis sudah berlangsung sejak 4 hari terakhir. 

Dia menjelaskan, peningkatan harga mulai terjadi sejak sepekan terakhir akibat naiknya harga jual dari agen. Namun demikian, ia tidak khawatir terjadi penurunan omset sebab permintaan pembeli terhadap rempah bawang masih cukup tinggi.

Di tempat yang berbeda, Hasan (26) salah satu agen bawang di Binjai menyatakan, lonjakan harga lebih disebabkan berkurangnya pasokan barang dari luar daerah. 

Menurutnya, penurunan pasokan bawang di Binjai disebabkan karena terjadi keterlambatan distribusi dari luar daerah, apalagi sebagian besar daerah penghasil bawang saat ini mengalami penurunan produksi.

"Tidak ada pilihan lagi selain menaikan harga, soalnya kami juga kesulitan untuk memperoleh barang,"ujar Hasan kepada wartawan.

Walaupun beberapa pedagang tidak terlalu mengkhawatirkan dampak kenaikan harga bawang, namun sejumlah pembeli justru mengeluhkan kondisi itu. 

Sumiati (57) misalnya, pemilik warung nasi mengaku sulit untuk mengatur pengeluaran karena konsumsi rempahnya yang relatif tidak berubah. Untuk mensiasati hal itu, ia terpaksa membeli bawang dengan kualitas yang lebih rendah.

"Jika tidak begitu, bagaimana jalannya supaya bisa menghemat modal. Kan tidak mungkin tiba-tiba harga jual makanan dinaikan. Untung saja harga sembako dan sayuran tidak ikut-ikutan naik," ujar Sumiati. (wa/nov)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar