Jumat, 25 Mei 2012

Tata Niaga Bawang Merah akan Dibenahi


Ekonomi
Tata Niaga Bawang Merah akan Dibenahi
Penulis : Ayomi Amindoni
Jumat, 25 Mei 2012 17:25 WIB     
 1 komentar
Tata Niaga Bawang Merah akan Dibenahi
MI/Atet Dwi Pramadia/ip
BREBES--MICOM: Disparitas harga bawang merah di tingkat produsen dan konsumen dinilai menjadi penyebab ketidakstabilan harga. Maka dari itu Kementerian Perdagangan akan membenahi tata niaga komoditas tersebut.

Hal ini dituturkan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di sela kunjungannya ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (25/5). Dengan penataan ini, Gita berharap tercipta kestabilan harga di tingkat konsumen dan petani.

"Disparitas harga di tingkat produsen dan konsumen terlihat tinggi. Kami sangat ingin mengupayakan agar disparitas ini mengecil dan harga bawang dapat stabil di tingkat harga yang menguntungkan petani dan tidak memberatkan konsumen. Oleh karena itu, tata niaga bawang merah harus menguntungkan semua pihak, baik petani maupun konsumen,” ujar Gita.

Ia mengatakan saat ini harga bawang merah cenderung meningkat seiring belum masuknya masa panen raya. Panen raya jatuh pada bulan Juni hingga September, sedangkan pada periode Maret-Mei biasanya produksi bawang mengalami titik terendah.

Berdasarkan data Paguyuban Petani Agropolitan, harga bawang merah di tingkat produsen di Brebes, Jawa Tengah, pada 24 Mei 2012, tercatat Rp. 9.500/kg, sedangkan harga ratarata di pasar tradisional Brebes tercatat Rp. 11.000/kg. Sementara itu, harga bawang merah secara nasional di tingkat eceran pada minggu ke-4 Mei 2012, berdasarkan data dari Badan Pusat Statisik (BPS), tercatat sebesar Rp. 18.690/kg.

Gita mengatakan dalam membenahi tata niaga komoditi bawang merah, pemerintah akan mengusahakan agar produksi tidak terlalu terkonsentrasi pada bulan tertentu. Kemudian, pengembangan budidaya bawang merah akan disesuaikan dengan wilayah yang memiliki potensi, sehinggatidak terkonsentrasi di satu daerah saja.

Pemerataan produksi bawang merah dan waktu panennya akan menyeimbangkan supply dan demand yang menciptakan harga yang wajar baik tingkat petani maupun konsumen. (AI/OL-04)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar